YouTube Facebook Twitter RSS
21 Nov 2017, 0

Internasional

China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia

Saturday, 23 September 2017 | View : 142

siarjustisia.com-JAKARTA.

Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi negara ke-16 yang mendapatkan peminjaman pengembangbiakan (breeding loan) Giant Panda. Inisiasi konservasi satwa ini telah dijalin oleh Indonesia dan People Republic of China (PRC) sejak tahun 2010, saat peringatan 60 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara.

Panda yang akan diterima Indonesia pada Kamis 28 September 2017 mendatang dari China merupakan Satwa Giant Panda jenis Ailuropoda Melanoleuca. Panda tersebut merupakan kategori Appendiks I CITES dan satwa endemik sekaligus lambang bagi negara asalnya, yaitu China.

Menurut masyarakat China, terdapat filosofi Yin dan Yang dari fitur bulu yang berwarna hitam dan putih pada panda. Yin dan Yang dipercaya sebagai bentuk keseimbangan bagi masyarakat China selama ini. Sifat dasar panda yang lembut, dipercaya sebagaimana Yin dan Yang dapat membawa kedamaian dan keselarasan dalam hidup.

Oleh karena itu, satwa ini sering kali digunakan sebagai hadiah persahabatan dari negara China kepada negara-negara sahabat lainnya, juga sebagai salah satu upaya pelestarian Giant Panda di luar habitat aslinya.

Pelaksana Tugas Duta Besar China di Jakarta Sun Weide menyebutkan, pemberian Giant Panda ini dapat mempromosikan persahabatan antara Indonesia dan China. "Giant Panda merupakan harta China yang terbatas, kerja sama ini sebenarnya sudah dibicarakan sejak tahun 2013 lalu saat kedatangan Presiden Xi Jinping ke Indonesia, dan diupayakan untuk mempercepat kerja sama saat kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke China pada Maret 2015. Saya berharap Giant Panda akan hidup sehat dan bahagia serta membawa kebahagiaan kepada rakyat Indonesia," ujarnya.

Sampai saat ini, tercatat 15 negara telah menjalin kerja sama konservasi Giant Panda dengan China, yaitu Thailand, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Australia, Jerman, Austria, Spanyol, Inggris, Belgia, Prancis, Belanda, Amerika Serikat, dan Kanada.

Upaya ini kemudian ditindaklanjuti melalui penandatanganan nota kesepakatan kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah China, serta nota kerja sama business to business antara PT. Taman Safari Indonesia (TSI) dan China Wildlife Coservation Association (CWCA), pada tanggal 1 Agustus 2016 di Guiyang, Ibu Kota Provinsi Guizhou, China.

Taman Safari Indonesia juga telah menyiapkan Rumah Panda Indonesia sesuai dengan kebutuhan Giant Panda agar bisa beradaptasi dengan baik dilengkapi dengan dokter dan tenaga pembersih. Direktur Taman Safari Zoo, Jansen Manansang selaku pemilik Taman Safari Indonesia menyambut baik kedatangan Giant Panda dari China dan berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia maupun China yang telah memilih lembaga konservasi Taman Safari Indonesia sebagai tempat dikarantinanya kedua panda tersebut.

"Suatu kebanggaan bagi kita dan prestasi. Panda ini merupakan warisan yang harus dijaga dan kembangkan. Saya bangga sekali TSI sebagai lembaga konservasi pertama dan objek wisata nasional untuk menampung Giant Panda," ujarnya.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai pembina Lembaga Konservasi (LK) telah menetapkan PT. TSI sebagai lokasi breeding loan. Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor. P. 83/Menhut-II/2014, tentang Peminjaman Satwa Liar Dilindungi ke Luar Negeri untuk Kepentingan Pengembangbiakan, kegiatan breeding loan harus berada di bawah pengelolaan LK.

Giant Panda yang akan didatangkan ke Indonesia merupakan pasangan hasil pengembangbiakan CWCA yang lahir pada bulan Agustus 2010 lalu. Kedua panda tersebut berada dalam kondisi sehat, bernama Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina), dengan berat badan masing-masing sebesar 128 kg dan 113 kg.

Kedua panda direncanakan berangkat dari Bandara Internasional Chengdu Shuangliu, Chengdu, Provinsi Sichuan, China, dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Kamis 28 September 2017 menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Operations Director Kargo Garuda Indonesia Sigit Muhartono juga telah menyiasati rute dari Chengdu, China ke Indonesia demi keamanan dan keselamatan Giant Panda selama di penerbangan. "Sebelumnya kami tidak memiliki rute langsung dari Chengdu ke Jakarta, maka untuk memperkecil risiko perjalanan, kami re-routing yang seharusnya transit di Ngurah Rai terlebih dahulu menjadi langsung ke Bandara Soetta," papar Garuda Indonesia Operations Director Sigit Muhartono.

Diperkirakan, Giant Panda akan diberangkatkan dari Chengdu pukul 04.10 waktu setempat dan akan tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 08.50 WIB. Selanjutnya akan dikarantina di Lembaga Konservasi PT. TSI, Cisarua, Bogor. (bs)

See Also

Polisi LA Selidiki Tuduhan Pemerkosaan Terhadap Ed Westwick
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
PBB Anugerahi Surabaya Penghargaan Global Green City
Imigran Asal Uzbekistan Tersangka Pembunuh Delapan Orang Di New York
Delapan Orang Tewas Dalam Aksi Teror Di New York
Tiga Juta Masyarakat Kongo Terancam Kelaparan
Dua Tewas Dalam Penembakan Di Grambling State University
Panglima TNI Ditolak Masuk AS
Dubes AS Minta Maaf Ke Menlu Soal Penolakan Panglima TNI
Empat Kapal Perang India Tiba Di Jakarta
Korea Utara Mau Berunding Dengan Syarat
Arab Saudi Sambut Baik Rekonsiliasi Palestina
Enam Tentara Mesir Tewas Dalam Serangan Di Sinai
Konvoi Pertama Militer Turki Masuki Idlib
Indonesia Sambut Baik Rekonsiliasi Hamas-Fatah
Hamas Dan Fatah Bersatu
Amerika Serikat Menarik Diri Dari UNESCO
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Perdana Menteri Laos Di Istana Bogor
Bangladesh Hancurkan Kapal Pengangkut Pengungsi Rohingya
FBI Tegaskan Tak Ada Bukti Penembakan Las Vegas Terkait Terorisme
Marilou Danley, Pacar Pelaku Penembakan Di Las Vegas
Wali Kota Surabaya Dinobatkan Sebagai Pemimpin Yang Menginspirasi
PBB Serukan Dukungan Lebih Banyak Buat Pengungsi Rohingya Dari Myanmar
Daftar Negara Yang Warganya Dilarang Masuk Ke Amerika Serikat
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.824.415 Since: 07.04.14 | 0.6535 sec