YouTube Facebook Twitter RSS
21 Oct 2018, 0

Olahraga

Tim Taekwondo Indonesia Raih Emas Di Kejuaraan Asia

Saturday, 23 September 2017 | View : 229

siarjustisia.com-ASGHABAT.

Kontingen Indonesia akhirnya mampu meraih emas pertamanya. Dengan demikian koleksinya menjadi satu emas, dua perak, dan sembilan perunggu pada hari kelima Asian Indoor Martial Art Games (AIMAG), Jumat (22/9/2017) malam. Hasil tersebut mendongkrak posisi Indonesia dari peringkat ke-28 naik ke-20.

Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia AIMAG, Andika Monoarfa mengakui bisa merasakan ketatnya persaingan di ajang multievent Asia tersebut.

"Ahamdulilah akhirnya Indonesia bisa mempersembahkan medali emas di ajang kompetisi Asia. Ini menandakan bahwa persiapan para atlet yang berlaga di AIMAG 2017, dilakukan dengan serius," katanya Jumat (22/9/2017) malam ketika dihubungi awak media.

Menurutnya, kesuksesan ini akan dijadikan tolok ukur kekuatan Indonesia menuju Asian Games 2018.

Satu-satunya medali emas disumbangkan Trio Taekwondoin Maulana Haidir, Muhammad Abdurrahman Wahyu, dan Muhammad Alfi Kusuma dari nomor poomsae beregu putra. Tim Taekwondo Indonesia yang beranggotakan Maulana Haidir, Muhammad Abdurrahman Wahyu, dan Muhammad Alfi Kusuma akhirnya berhasil menjadi penyumbang medali emas pertama bagi kontingen Indonesia pada Asian Indoor Martial Art Games (AIMAG).

Pada pertandingan nomor Poomsae putra di Komplek Olahraga Asghabat, Turkmenistan, Jumat (22/9/2017), trio Taekwondoin ini menjadi yang terbaik dengan meraih total nilai 117,6. Medali perak direbut tim Iran dengan total nilai 117,2 dan perunggu direbut Filipina dengan total nilai 116,6.

"Alhamdulillah, kita berhasil menyumbangkan medali emas bagi Kontingen Indonesia di AIMAG. Dan, kami juga senang bisa mempertahankan medali emas yang pernah kami rebut pada Kejuaraan Taekwondo Asia di Filipina 2016. Kesuksesan ini akan kami jadikan modal untuk meraih emas di Asian Games 2018 nanti," kata Maulana Haidir yang mewakili rekan-rekannya usai lomba.

"Syukur alhamdulilah akhirnya kita bisa menyumbangkan medali emas bagi kontingen Indonesia," kata pelatih kepala tim Taekwondo Indonesia, Rahmi Kurnia usai lomba.

Menurut Rahmi Kurnia, kunci kesuksesan Maulana Haidir dan kawan-kawan adalah ketenangan dan kekompakan.

"Kunci keberhasilan tim Poomsae putra adalah ketenangan dan kekompakan mereka dalam melakukan gerakan tempo dan ritme bermainnya sangat rapi," jelasnya.

Meski meraih emas, kata Rahmi Kurnia, tetap saja.mereka perlu meningkatkan prestasinya saat menghadapi Asian Games 2018.

"Tetap saja ada beberapa hal yang perlu mereka tingkatkan karena persaingan di Asian Games 2018 akan ketat," tandasnya.

Keberhasilan tim ini bukan hanya sebagai pengobat luka tetapi sekaligus mengulang sukses pada Kejuaraan Taekwondo Asia di Filipina pada 2016. Saat itu, mereka tampil sebagai peraih medali emas di nomor yang sama.

"Saya sih tidak kaget jika Maulana Haidir dan kawan-kawan tampil sebagai juara. Sebab, mereka menjadi yang terbaik pada Kejuaraan Asia di Filipina 2016. Di SEA Games XXIX Malaysia 2017, mereka hanya kebagian perunggu karena penilaian yang tidak fair. Di AIMAG inilah ajang pembuktian bahwa mereka memang yang terbaik di Asia," kata Ketua Harian PB TI, Zulkifli Tanjung.

Namun, sukses tim Poomsae putra tidak diikuti tim Poomsae putri. Trio Taekwondoin Defia Rismaniar, Mutiara Habiba, dan Ruhil meraih perak dengan total nilai 112,1. Medali emas diraih Tim Vietnam dengan total nilai 112,3 dan Tim Filipina yang mengantongi total nilai 111,6 meraih perunggu.

Sementara itu, Defia Rosmaniar menyumbangkan medali perunggu nomor Poomsae putri perorangan dengan nilan 7,98. Medali emas direbut Marjan Salashouri dengan nilai 8,12 dan perak diraih Jose Lyn Ninobla (Filipina) dengan nilai 8,04.

Dengan hasil ini, tim Taekwondo Indonesia menyumbangkan 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Dua perunggu sebelumnya disumbangkan Dhean Titania Fazrin (Kyurugi kelas -46kg) dan Mariska Halinda (kelas -53kg). (sp/jos)

See Also

Presiden Joko Widodo Dan Petinggi Negara Ikut Pecahkan Rekor Dunia Poco-Poco
Pemecahan Rekor Dunia Poco-Poco
Dandim 0716/Demak Ajak Danramil Beserta Perwira Staf Untuk Bertanding Bola Voli
Kodim 0716/Demak Dan Polres Siap Amankan Pengambilan Api Abadi Di Mrapen
Menko PMK Bilang Manfaatkan Asian Games 2018 Untuk Tingkatkan UKM, Ekonomi, Dan Parawisata
Muhammad Zohri Juarai Lari 100 Meter Putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20
Kalahkan Inggris 2-1, Kuda Hitam Kroasia Bikin Kejutan Maju Ke Final
Kalahkan Belgia Skor Tipis 1-0, Prancis Capai Final Piala Dunia 2018
Dandim 0716/Demak Bersama Kapolres Buka Turnamen Usia Dini Se-Jateng Dan DIY
Kento Momota Rebut Gelar Indonesia Terbuka Untuk Kedua Kalinya
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo Raih Gelar Indonesia Terbuka 2018
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Juara Indonesia Terbuka 2018
Hempaskan Tuan Rumah 4-3 Lewat Adu Penalti, Kroasia Capai Semi Final
Tekuk Swedia 2-0, Inggris Melaju Ke Semi Final
Tenggelamkan Brazil 2-1, Belgia Maju Ke Semi Final
Prancis Maju Ke Semi Final Setelah Menang Telak 2-0 Atas Uruguay
Kemenpora Sosialisasikan ASIAN Games Di Kudus
TNI-Polri Bersinergi Dengan Bermain Bola Bersama Forkopimcam Dan Lurah Se-Kecamatan Demak
KONI Demak Akan Gelar Lomba Panahan Tingkat Provinsi
Singkirkan Argentina 4-3, Prancis Maju Ke Perempat Final
Belgia Menang Tipis 1-0 Atas Inggris
Tunisia Tundukkan Panama 2-1
Prajurit Kodim 0716/Demak Bina Kemampuan Dengan Lari Jalan
Senegal Takluk Dari Kolombia 0-1
Jepang Lolos Ke Babak 16 Besar Karena Minim Kartu
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.798.459 Since: 07.04.14 | 0.6449 sec