YouTube Facebook Twitter RSS
21 Nov 2017, 0

Ekonomi

Industri Kreatif Tas Potensial Dikembangkan

Tuesday, 26 September 2017 | View : 40

siarjustisia.com-KUDUS.

Industri kreatif tas sangat prospektif dikembangkan di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Pasalnya, industri kreatif ini memiliki keunggulan, selain bisa menggunakan bahan baku apapun, juga menyerap banyak tenaga kerja.

Drs. Masluri, M.M., ketua program Ipteks bagi Produk Ekspor (IbPE) dari Universitas Muria Kudus (UMK) mengutarakan hal itu, Selasa (26/9/2017). Menurutnya, industri kreatif produksi tas berpeluang besar di pasar luar negeri (ekspor).

‘’Industri kreatif tas adalah salah satu andalan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Loram, Kecamatan Jati, Kudus ini berpotensi di pasar ekspor, karena memiliki keunikan atau kekhasan. Salah satunya, produk yang dibuat untuk tempat kitab suci al-Quran atau untuk tempat mukena,’’ katanya.

Di Kudus, UMKM di industri kreatif ini, antara lain dihasilkan oleh Az-Zahra dan Elva Jaya. ‘’Kedua UMKM ini telah mampu menghasilkan produk tas yang laku di pasar luar negeri (ekspor). Ekspor produk itu bisa ditingkatkan, jika produksi dan marketingnya dikelola secara serius dan tepat,’’ ungkapnya didampingi Pratomo Setiaji, S.Kom., M.Kom. dan Arif Setiawan, S.Kom., M.Cs., anggota IbPE UMK.

Masluri menjelaskan, UMKM industri kreatif tas dari Kudus, posisinya sangat penting, apalagi di tengah kondisi perekonomian yang lesu (krisis), untuk membantu pemerintah menyerap tenaga kerja.

‘’Selain itu, secara kualitas, produk tas dari industri kreatif ini juga sangat diminati pasar. Itu dibuktikan dengan pasar produk yang tidak sekadar diserap grosir lokal, juga sudah dipasarkan di Yogyakarta, Magelang, Kendal, dan Wonosobo. Untuk luar negeri, produk ini sudah menyasar di Brunei Darussalam, Singapore dan Malaysia,’’ jelasnya.

Untuk itu, menurut Masluri, dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah dan perguruan tinggi untuk memacu pertumbuhan produk dari industri kreatif ini harus terus dipacu, agar bisa berkembang dan meningkat nilai ekspornya.

‘’Dengan begitu, dampak positifnya tidak sekadar nilai ekspornya saja yang akan mengalami kenaikan, namun industri juga bisa lebih banyak menyerap tenaga kerja, sehingga berkontribusi menekan angka pengangguran. Mengenai IbPE UMK, jangkanya adalah tiga tahun, dan tahun 2017, adalah tahun kedua pelaksanaan program ini,’’ katanya.

See Also

Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Era Global Buka Peluang Usaha Baru
Presiden Joko Widodo Sebut Indonesia-Laos Perkuat Kerja Sama
Presiden Joko Widodo Resmikan Megaproyek PLTU Bernilai 5,87 Miliar Dolar
Pemerintah Akan Resmikan BBM Satu Harga Di Seram
Presiden Joko Widodo Ngopi Sore Bersama Pelaku Industri Kopi Indonesia
Presiden Joko Widodo Dorong Pengusaha Kopi Promosikan Sektor Hulu
Bupati Kudus Sebut Tiga Tantangan Pembangunan Pertanian
Indeks CAC-40 Prancis Menguat
Yuan China Menguat Terhadap Dolar AS
Babinsa Koramil 05/Cepu Turun Sawah Pendampingan Petani
Pasi Ter Kodim 0721/Blora Monitoring Rastra
Opel Automobile GmbH Kembali Merugi
PLTU Jawa 4 Telan Investasi 4,2 Miliar Dolar AS
Pedagang Beras Menjual Di Atas HET Dicabut Ijin
Kodim 0721/Blora Gelar Rakor Pengendalian Harga Pangan
Peduli Warga, Babinsa Koramil 03/Banjarejo Bantu Panen Jagung
Dolar AS Melemah
Petani Wilayah Kodim 0721/Blora Makmur
Babinsa Berikan Motivasi Petani
Wall Street Berakhir Jatuh
Indeks Nikkei-225 Melemah Ketika Yen Menguat
Harga Emas Berbalik Naik
Indeks Straits Times Turun Tipis
Penguatan Data Ekonomi AS Tekan Harga Emas Turun
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.819.563 Since: 07.04.14 | 0.4634 sec