YouTube Facebook Twitter RSS
19 Nov 2017, 0

Hot News

Perdana Menteri Jepang Bubarkan Majelis Rendah Parlemen

Thursday, 28 September 2017 | View : 30

siarjustisia.com-TOKYO.

Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe membubarkan majelis rendah parlemen jelang Pemilu Jepang.

PM Jepang Shinzo Abe memutuskan pemilihan umum digelar lebih awal, yakni pada tanggal 22 Oktober 2017.

Dilansir dari BBC, Kamis (28/9/2017), PM Jepang, Shinzo Abe mengambil momentum tersebut di tengah persiapan untuk menghadapi meningkatnya ancaman dari Korea Utara (Korut). Pembubaran majelis rendah tersebut berpotensi menimbulkan kevakuman politik. Apalagi, Jepang sedang menghadapi ancaman dari Korut.

PM Jepang Shinzo Abe juga tengah mengalami penurunan tingkat popularitas karena tuduhan kronisme. Namun, ia melihat momentum untuk mencari dukungan setelah bersikap keras usai Korut menembakkan dua rudal balistik ke Jepang.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan mengadakan pemilihan umum lebih awal untuk mengambil keuntungan dari jajak pendapat. Hal itu ditujukan untuk mendapatkan mandat yang lebih kuat karena negara tersebut tengah bersiap untuk menghadapi meningkatnya ancaman dari Korea Utara (Korut).

Seperti diketahui, Pyongyang telah meluncurkan dua rudal balistik yang melintas di bagian Utara Jepang dalam beberapa pekan terakhir.

Dilansir CNN, dalam sebuah pidato nasionalnya, pada Senin (25/9/2017) malam, PM Jepang Shinzo Abe mengatakan dirinya akan membubarkan majelis rendah parlemen Jepang pada hari Kamis (28/9/2017) 'untuk segera mencari mandat rakyat'.

Seruannya untuk menggelar Pemilu lebih cepat dianggap mengambil keuntungan dari oposisi yang yang cenderung lemah.

Saat ini, Partai Liberal Jepang (LDP) masih memimpin dalam jajak pendapat. Dukungan publik untuk PM Shinzo Abe dilaporkan menurun hingga ke angka 30 persen dalam beberapa polling terbaru. Penurunan ini disinyalir dipicu oleh berbagai dugaan kronisme dalam pemerintahan PM Shinzo Abe dan pandangan para pemilih yang menganggap PM Shinzo Abe menganggap remeh mereka.

Sebelumnya, Pemilu tersebut dilakukan setahun lebih cepat dari yang dijadwalkan. Langkah itu juga dilakukan di tengah dukungan yang lebih kuat di dalam jajak pendapat untuk Shinzo Abe yang telah melihat keuntungannya atas tanggapannya sejauh ini terhadap Korea Utara (Korut).

"Kita tidak boleh menyerah terhadap ancaman Korea Utara, saya berharap bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat pada pemilu mendatang dan mendorong diplomasi yang kuat," tandas PM Jepang, Shinzo Abe, Senin (25/9/2017).

Pemilu ke-48 kali bagi Jepang itu akan digelar setelah pemerintahan Shinzo Abe digoyang dua skandal korupsi serta terkait dengan mundurnya Menteri Pertahanan Jepang Tomomi Inada. Menteri Pertahanan Jepang, Tomomi Inada, mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri Tomomi Inada ini dilakukan setelah serangkaian skandal, termasuk soal penanganan dokumen militer, melanda dirinya.

Dalam konferensi pers, seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (28/7/2017), perempuan berusia 58 tahun ini menyatakan dirinya telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Perdana Menteri Shinzo Abe. Tomomi Inada sendiri selama ini disebut sebagai orang kepercayaan PM Shinzo Abe.

"Saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Menteri Pertahanan," ucap Tomomi Inada dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pertahanan Jepang.

"Saya menyerahkan pengunduran diri saya kepada perdana menteri dan telah diterima," imbuhnya.

Tomomi Inada ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan Jepang sejak Agustus 2016, saat dirinya disebut-sebut menjadi calon pemimpin selanjutnya. Tomomi Inada dan Shinzo Abe sama-sama memiliki pandangan nasionalis yang kuat.

Namun selama beberapa tahun terakhir, Tomomi Inada dilanda serangkaian kontroversi, termasuk soal penanganan dokumen laporan tentara Jepang yang menjadi pasukan penjaga perdamaian di Sudan Selatan. Laporan itu menyebut situasi di Sudan Selatan semakin memburuk.

Kementerian Pertahanan yang dipimpin Tomomi Inada dituding sengaja menutupi laporan-laporan itu, yang dianggap membahayakan tentara-tentara Jepang yang bergabung menjadi pasukan perdamaian di Sudan Selatan. Skandal ini turut berkontribusi dalam menurunnya dukungan publik untuk PM Shinzo Abe.

Namun di sisi lain, pengunduran diri Tomomi Inada ini disebut menjadi pukulan keras untuk pemerintahan PM Shinzo Abe. Dalam pernyataan terpisah, PM Shinzo Abe menyampaikan permohonan maaf ke publik atas pengunduran diri Tomomi Inada.

"Saya meminta maaf dari lubuk hati terdalam kepada rakyat atas situasi ini, saat seorang menteri mengundurkan diri. Seluruh tanggung jawab ada pada saya, perdana menteri, dalam penunjukan menteri kabinet," ujar PM Shinzo Abe kepada wartawan setempat, setelah Tomomi Inada mengumumkan pengunduran dirinya. 

Skandal-skandal korupsi itu turut menyeret nama Shinzo Abe dan istrinya. (cnn/bbc/reuters/afp)

See Also

Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar Meninggal Dunia
Press Release MESANIH Pelayanan Jasa Online Berbasis Budaya Lokal
Kodim 0721/Blora Gelar Doa Bersama 171717
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Doa Bersama 171717 Demi Keutuhan NKRI
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Rektor UMK Tegaskan Tolak Narkoba Dan Paham Radikal
Dandim 0716/Demak Tangkal Radikalisme Lewat Mujahadah
Rotasi Sejumlah Perwira Tinggi Dan Perwira Menengah Di Tubuh Polri
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Kodim 0716/Demak Kehilangan Putra Terbaik Bangsa
Julia Perez Meninggal
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Kapolri Beri Penghargaan Ke 5 Kapolres Terbaik
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Marie Muhammad Berpulang
Rakerda KAI DPD DKI Jakarta: Equality Before The Law, Jangan Ada Lagi Suap Dan Pungli
38 Juta Orang Di Dunia Hidup Dengan HIV/AIDS
Penyebab Kanker
Sutan Bhatoegana Meninggal Dunia
MUI Tolak Kapolda Baru Banten
Yudi Latif Tegaskan Pancasila Harus Jadi Lifestyle
Partai Gerindra-PKS Resmi Usung Anies Baswedan-Sandiaga Uno
Polisi Bekuk Ketua Umum PARFI
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.803.373 Since: 07.04.14 | 1.9503 sec