YouTube Facebook Twitter RSS
16 Oct 2018, 0

Hukum

Bareskrim Polri Periksa Penyanyi Syahrini Sebagai Saksi

Thursday, 28 September 2017 | View : 132

siarjustisia.com-JAKARTA.

Penyanyi Fatimah Syahrini Jaelani yang lebih dikenal dengan nama sebagai Syahrini memenuhi panggilan Bareskrim Polri.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan artis Syahrini sebagai saksi dalam kasus penipuan, penggelapan dan pencucian dana pembayaran puluhan ribu calon peserta umrah PT. First Anugerah Karya Wisata atau First Travel, pada Rabu (27/9/2017).

"Infonya, besok, Syahrini akan hadir memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi kasus First Travel," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol. Drs. Martinus Sitompul, M.Si. dalam pesan singkat, Selasa (26/9/2017) malam.

Penyanyi Syahrini memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus penipuan, penggelapan dan pencucian dana pembayaran puluhan ribu calon peserta umrah PT. First Anugerah Karya Wisata atau First Travel. Syahrini menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas dugaan penipuan yang dilakukan biro perjalanan umrah PT. First Anugerah Karya Wisata (First Travel) di Bareskrim Polri, Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gedung Mina Bahari II Lantai Dasar, Jl. Medan Merdeka Timur No.16, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017).

Pelantun Lagu Sesuatu itu tiba di Kantor Bareskrim Polri, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Rabu (27/9/2017), sekitar pukul 11.50 WIB menaiki mobil Toyota Alphard warna putih dengan didampingi manajernya, Rani.

"Nanti ya," ujar Syahrini kepada para awak media, sambil masuk ke Gedung Bareskrim.

Penyanyi Fatimah Syahrini Jaelani yang lebih dikenal dengan nama sebagai Syahrini membeberkan kerja sama profesional yang dijalinnya dengan biro perjalanan umrah PT. First Anugerah Karya Wisata (First Travel) yang belakangan terbelit masalah.

Syahrini mengaku mendapatkan potongan harga 50 persen biaya umrah dengan syarat harus mengunggah foto kegiatannya selama umrah di akun media sosial miliknya.

"Bentuk kerja samanya saya mendapat diskon, saya harus memposting satu kali setiap hari. Ketika saya di Mekkah, Madinah, dan Istanbul," beber Syahrini usai diperiksa sebagai saksi di Kantor Bareskrim Polri, Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gedung Mina Bahari II Lantai Dasar, Jl. Medan Merdeka Timur No.16, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017).

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si. menjelaskan, penyidik membutuhkan keterangan Syahrini sebagai bukti tambahan atas modus penipuan yang dilakukan oleh para tersangka.

"Tujuan (memeriksa Syahrini) untuk membuktikan modus-modus penipuan yang dilakukan tersangka First Travel ini. Jadi pemeriksaan Syahrini ini untuk melengkapi berkas perkara," ujar Brigjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si.  di Kantor Bareskrim Polri, Gedung KKP, Jakarta, Rabu (27/9/2017) sore.

Penyidik pun mendapatkan keterangan bahwa pemilik First Travel menjadikan Syahrini beserta beberapa artis sebagai endorser atau membantu promosi untuk menarik minat calon jemaah.

Syahrini diketahui berangkat umrah melalui First Travel dari foto-foto umrah yang dia unggah di akun instagramnya.

Pada Maret 2017, ia pergi umrah bersama 12 anggota keluarganya. Namun Syahrini berkilah bahwa hanya dia yang mendapat potongan harga umrah. Sementara keluarganya membayar penuh keberangkatan umrah.

Tugas Syahrini dan sejumlah artis misalnya menjadi talent dalam video soal kelebihan pelayanan First Travel di Tanah Suci.

"Di sana (Tanah Suci), mereka bertanya kepada jemaah promo bagaimana pelayanannya, kemudian dijawab. Itulah yang menjadi bahan promosi di sini (Indonesia). Ini untuk melengkapi bahwa modus operandi seperti itu dilakukan oleh First Travel," tutur Brigjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si.

Meski demikian, Brigjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si. enggan menyebutkan apakah penyidik sudah mendapatkan keterangan yang dibutuhkan dari Syahrini.

Brigjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si. hanya menyebut bahwa Syahrini menjawab beberapa pertanyaan dan meminta izin untuk diperiksa kembali pekan depan. Ini disebabkan sudah ada kegiatan yang berkaitan dengan kontraknya.

Oleh sebab itu, penyidik pun mengagendakan pemeriksaan Syahrini pada Senin (2/10/2017) atau Selasa (3/10/2017) pekan depan.

Dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana pembayaran puluhan ribu calon peserta umrah PT. First Anugerah Karya Wisata atau First Travel ini, penyidik telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Direktur Utama First Travel Andika Surachman, istri Andika Surachman, Anniesa Desvitasari Hasibuan selaku Direktur serta adik Anniesa Desvitasari Hasibuan bernama Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki Hasibuan selaku Direktur Keuangan sekaligus Komisaris Utama First Travel. Andika Surachman diketahui merupakan pelaku utama penipuan, penggelapan, dan pencucian uang dalam kasus ini. Sementara itu, Anniesa Desvitasari Hasibuan dan adiknya, Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki Hasibuan berperan ikut membantu tindak pidana yang dilakukan Andika Surachman.

Tindak pidana yang mereka lakukan adalah penipuan dengan modus promo pemberangkatan ke Tanah Suci.

Perusahaan yang aktif beroperasi sejak 2016 itu menerima banyak jemaah namun hanya memberangkatkan sebagian kecil dari mereka. Hingga batas waktu, para calon jemaah tidak kunjung menerima jadwal keberangkatan.

Bahkan, calon jemaah malah diminta menyerahkan biaya tambahan agar bisa terbang ke Tanah Suci.

Penyidik memperkirakan total jumlah peserta yang mendaftar paket promo umrah yang ditawarkan First Travel sejak Desember 2016 hingga Mei 2017 mencapai 72.682 orang.

Dalam kurun waktu tersebut, jumlah peserta yang sudah diberangkatkan 14 ribu orang. Jumlah yang belum berangkat sebanyak 58.682 ribu orang.

Sementara perkiraan jumlah kerugian yang diderita jamaah atas kasus ini sebesar Rp 848,7 miliar yang terdiri atas biaya setor paket promo umrah dengan total Rp 839 miliar dan biaya carter pesawat dengan total Rp 9,5 miliar.

Sementara tersangka Andika Surachman juga tercatat memiliki utang kepada penyedia tiket sebesar Rp 85 miliar, utang kepada penyedia visa Rp 9,7 miliar, dan utang kepada sejumlah hotel di Arab Saudi sebesar Rp 24 miliar. (tri/jos/ant)

See Also

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.767.067 Since: 07.04.14 | 0.6722 sec