YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jun 2019, 0

Nusantara

Mantan Wali Kota Palembang Romi Herton Wafat

Thursday, 28 September 2017 | View : 334

siarjustisia.com-BOGOR.

Mantan Wali Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. Romi Herton, S.H., M.H. meninggal dunia di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

H. Romi Herton, S.H., M.H. merupakan salah satu terpidana kasus suap terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

"Betul Pak Romi Herton meninggal dunia sekitar pukul 01.00 WIB tadi pagi di Lapas Gunung Sindur," kata pengacara Romi Herton, Sirra Prayuna saat dihubungi di Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Menurut Sirra Prayuna, Romi Herton diduga mengalami serangan jantung.

"Sementara sebab meninggal dikonfirmasi adalah karena sakit jantung tapi saya belum lihat jenazahnya, namun tadi infonya Pak Romi turun tangga kemudian terjatuh," tambah Sirra Prayuna.

Rencananya jenazah Romi Herton akan dibawa ke Palembang.

"Saat ini sedang diurus penerbangan ke Palembang mungkin akan sampai di sana sekitar pukul 13.00 atau 14.00 WIB," ungkap Sirra Prayuna.

Jenazah Romi Herton pun sudah dibawa dari Lapas Gunung Sindur ke Jakarta.

"Sekarang juga saya sedang mengurus izin keluar untuk Bu Masyito agar dapat keluar lapas mendampingi ke Palembang," tambah Sirra Prayuna.

H. Romi Herton, S.H., M.H. bersama istrinya Masyitoh Romi adalah terpidana pemberi suap kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar sebesar Rp 14,145 miliar dan 316.700 dolar AS atau sekitar total Rp 17,9 miliar untuk mempengaruhi putusan perkara permohonan keberatan hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Palembang yang sedang ditangani oleh Akil Mochtar. Romi Herton dan Masyitoh Romi secara bersama-sama memberikan uang Rp14,145 miliar dan 316.700 dolar AS atau sekitar total Rp17,9 miliar kepada mantan Akil Mochtar melalui tangan kanan Akil Mochtar bernama Muhtar Ependy untuk mempengaruhi putusan perkara permohonan keberatan hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) kota Palembang yang sedang ditangani oleh Akil Mochtar.

Pada pengadilan tingkat pertama Romi Herton divonis enam tahun penjara sedangkan istrinya Masyitoh Romi divonis empat tahun penjara ditambah denda masing-masing Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Wali Kota Palembang Romi Herton dan isterinya Masyitoh Romi karena putusan keduanya sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).

Romi Herton mengenakan kemeja bercorak hijau tua tampak keluar dari rumah tahanan KPK di Gedung KPK pukul 10.10 WIB dengan menenteng bantal kecil dan rompi tahanannya sedangkan isterinya Masyitoh Romi yang mengenakan rompi tahanan KPK menyusul menggandeng suaminya.

Keduanya hanya memberikan sedikit senyum kepada wartawan dan langsung masuk ke mobil tahanan KPK tanpa berkomentar apapun mengenai eksekusi tersebut.

Romi Herton dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan Sukamiskin Bandung sedangkan Masyitoh Romi dipindahkan ke LP Perempuan Bandung karena masa tahanan mereka sudah habis per hari ini.

Namun, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta memperberat hukuman keduanya sehingga Romi Herton dijatuhi pidana tujuh tahun dan Masyitoh Romi divonis lima tahun penjara ditambah denda masing-masing sebesar Rp 200 juta subsidair dua bulan kurungan. Pada 18 Juni 2015 Majelis Hakim yang diketuai Hakim Elang Prakoso Wibowo di Pengadilan Tinggi Jakarta memperberat hukuman keduanya sehingga dijatuhi pidana 7 tahun untuk Romi Herton dan 5 tahun untuk Masyitoh Romi dan denda masing-masing sebesar Rp 200 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Putusan PT Jakarta itu lebih berat dibanding pengadilan tingkat pertama yang menjatuhkan vonis 6 tahun penjara untuk Romi Herton dan 4 tahun penjara untuk Masyitoh Romi ditambah denda masing-masing Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan karena dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi pemberian uang kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dan perbuatan memberikan keterangan yang tidak benar.

PT DKI Jakarta juga meluluskan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang meminta pidana tambahan yaitu pencabutan hak memilih dan dipilih bagi Romi Herton.

"Ditambah hukuman tambahan berupa pencabutan hak dipilih dan memilih selama 5 tahun," kata humas PT Jakarta M. Hatta.

Pada putusan di tingkat pertama, Hakim menilai Romi Herton dan Masyitoh Romi terbukti melakukan perbuatan sesuai dengan dakwaan kesatu pertama yang berasal dari Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 jo Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Awalnya Romi Herton ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung sedangkan Masyitoh Romi dipindahkan ke LP Perempuan Bandung pada Juli 2015, namun karena ia diduga keluar lapas tanpa izin maka pada Februari 2017 ia dipindahkan ke Lapas Kelas III Gunung Sindur dengan pengamanan maksimal.

See Also

Cegah Gangguan Hama Burung, Babinsa Brumbung Bantu Petani Pasang Jaring
Jalin Silaturahmi, Babinsa Pundenarum Sholat Tarwih Bersama Warga Di Desa Binaan
Danramil 09/Karangtengah Hadiri Pembukaan Pasar Murah
Dandim 0716/Demak Hadiri Buka Puasa Dan Silaturahmi Bersama Ulama Umaro
Berikan Kultum, Dandim 0716/Demak Ajak Masyarakat Tetap Jaga Tali Silaturahmi
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional
Cuaca Buruk, 7 Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat Di Lanud Sultan Iskandar Muda
Pekalongan Siapkan Rekayasa Lalin Antisipasi Kemacetan
Momen Kebersamaan Kodim 0716/Demak Dan Polres Demak Berbagi Takjil Di Bulan Puasa
Diduga Konsleting Listrik, Rumah Terbakar Di Demak
Babinsa Koramil 06/Wedung Rujuk Pasien Gangguan Jiwa Ke Semarang
Wiranto Menyesal Tunjuk OSO Jadi Ketua Umum Partai Hanura
Jumlah Petugas KPPS Wafat Bertambah Jadi 318
Ombudsman Sebut Wafatnya Petugas KPPS, Kesalahan Kolektif
22 Polri Gugur Saat Pengamanan Pilpres & Pileg 2019
72 Orang Panwaslu Wafat Di Pilpres & Pileg 2019
Ratusan Santri MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah Ikuti Pembekalan
KPU Sebut Petugas KPPS Yang Meninggal Bertambah Jadi 119 Orang
Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.990.330 Since: 07.04.14 | 0.5868 sec