YouTube Facebook Twitter RSS
21 Nov 2017, 0

Nusantara

Mantan Wali Kota Palembang Romi Herton Wafat

Thursday, 28 September 2017 | View : 53

siarjustisia.com-BOGOR.

Mantan Wali Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. Romi Herton, S.H., M.H. meninggal dunia di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

H. Romi Herton, S.H., M.H. merupakan salah satu terpidana kasus suap terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

"Betul Pak Romi Herton meninggal dunia sekitar pukul 01.00 WIB tadi pagi di Lapas Gunung Sindur," kata pengacara Romi Herton, Sirra Prayuna saat dihubungi di Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Menurut Sirra Prayuna, Romi Herton diduga mengalami serangan jantung.

"Sementara sebab meninggal dikonfirmasi adalah karena sakit jantung tapi saya belum lihat jenazahnya, namun tadi infonya Pak Romi turun tangga kemudian terjatuh," tambah Sirra Prayuna.

Rencananya jenazah Romi Herton akan dibawa ke Palembang.

"Saat ini sedang diurus penerbangan ke Palembang mungkin akan sampai di sana sekitar pukul 13.00 atau 14.00 WIB," ungkap Sirra Prayuna.

Jenazah Romi Herton pun sudah dibawa dari Lapas Gunung Sindur ke Jakarta.

"Sekarang juga saya sedang mengurus izin keluar untuk Bu Masyito agar dapat keluar lapas mendampingi ke Palembang," tambah Sirra Prayuna.

H. Romi Herton, S.H., M.H. bersama istrinya Masyitoh Romi adalah terpidana pemberi suap kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar sebesar Rp 14,145 miliar dan 316.700 dolar AS atau sekitar total Rp 17,9 miliar untuk mempengaruhi putusan perkara permohonan keberatan hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Palembang yang sedang ditangani oleh Akil Mochtar. Romi Herton dan Masyitoh Romi secara bersama-sama memberikan uang Rp14,145 miliar dan 316.700 dolar AS atau sekitar total Rp17,9 miliar kepada mantan Akil Mochtar melalui tangan kanan Akil Mochtar bernama Muhtar Ependy untuk mempengaruhi putusan perkara permohonan keberatan hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) kota Palembang yang sedang ditangani oleh Akil Mochtar.

Pada pengadilan tingkat pertama Romi Herton divonis enam tahun penjara sedangkan istrinya Masyitoh Romi divonis empat tahun penjara ditambah denda masing-masing Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Wali Kota Palembang Romi Herton dan isterinya Masyitoh Romi karena putusan keduanya sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).

Romi Herton mengenakan kemeja bercorak hijau tua tampak keluar dari rumah tahanan KPK di Gedung KPK pukul 10.10 WIB dengan menenteng bantal kecil dan rompi tahanannya sedangkan isterinya Masyitoh Romi yang mengenakan rompi tahanan KPK menyusul menggandeng suaminya.

Keduanya hanya memberikan sedikit senyum kepada wartawan dan langsung masuk ke mobil tahanan KPK tanpa berkomentar apapun mengenai eksekusi tersebut.

Romi Herton dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan Sukamiskin Bandung sedangkan Masyitoh Romi dipindahkan ke LP Perempuan Bandung karena masa tahanan mereka sudah habis per hari ini.

Namun, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta memperberat hukuman keduanya sehingga Romi Herton dijatuhi pidana tujuh tahun dan Masyitoh Romi divonis lima tahun penjara ditambah denda masing-masing sebesar Rp 200 juta subsidair dua bulan kurungan. Pada 18 Juni 2015 Majelis Hakim yang diketuai Hakim Elang Prakoso Wibowo di Pengadilan Tinggi Jakarta memperberat hukuman keduanya sehingga dijatuhi pidana 7 tahun untuk Romi Herton dan 5 tahun untuk Masyitoh Romi dan denda masing-masing sebesar Rp 200 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Putusan PT Jakarta itu lebih berat dibanding pengadilan tingkat pertama yang menjatuhkan vonis 6 tahun penjara untuk Romi Herton dan 4 tahun penjara untuk Masyitoh Romi ditambah denda masing-masing Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan karena dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi pemberian uang kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dan perbuatan memberikan keterangan yang tidak benar.

PT DKI Jakarta juga meluluskan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang meminta pidana tambahan yaitu pencabutan hak memilih dan dipilih bagi Romi Herton.

"Ditambah hukuman tambahan berupa pencabutan hak dipilih dan memilih selama 5 tahun," kata humas PT Jakarta M. Hatta.

Pada putusan di tingkat pertama, Hakim menilai Romi Herton dan Masyitoh Romi terbukti melakukan perbuatan sesuai dengan dakwaan kesatu pertama yang berasal dari Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 jo Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Awalnya Romi Herton ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung sedangkan Masyitoh Romi dipindahkan ke LP Perempuan Bandung pada Juli 2015, namun karena ia diduga keluar lapas tanpa izin maka pada Februari 2017 ia dipindahkan ke Lapas Kelas III Gunung Sindur dengan pengamanan maksimal.

See Also

Koramil 08/Karanganyar Baksos Dalam Rangka Hari Juang Kartika
Upacara Minggu Militer Dan Wisuda Purna Tugas
Babinsa Kodim 0716/Demak Pantau Jalannya Unjuk Rasa
Bupati Kudus Nilai Penting Gelaran Ekspo Kreativitas Dan Inovasi
Kuasa Bahasa Dikupas Dalam Kuliah Umum Prodi PBSI UMK
Kevin Liliana Miss Internasional 2017
Pasi Ops Kodim 0716/Demak Menggelar Materi Wasbang Di Depan Kades Terpilih Se Kabupaten Demak
Rapat Koordinasi Digelar Demi Kelancaran Pelaksanaan Garjas
Percepat Masa Tanam Dengan Traktor
Sekda Kudus Buka Pekan Ekspo Kreativitas Dan Inovasi UMK
Veteran Demak Nostalgia Akan Sejarah Dengan Nobar
Warga Kodim 0716/Demak Turut Dalam Car Free Day
Mahapasti Gelar Konservasi Mangrove Dan Bersih Pantai
Ibu Persit Kodim 0716/Demak Menyabet 2 Penghargaan
Kodim 0716/Demak Kedatangan Tim Wasrik ItDam IV/Diponegoro
Rektor UMK Sebut Tiga Syarat Menjadi Pemimpin
Polisi Gelar Operasi Zebra Mulai 1-14 November 2017 Di Seluruh Indonesia
Pemkot Bukittinggi Siapkan Penampungan Sementara Pascakebakaran Pasar Atas
800 Kios Di Pasar Atas Bukittinggi Habis Terbakar
Bukittinggi Siapkan Pasar Banto Lokasi Penampungan Korban Kebakaran Pasar Atas
Menpora Sebutkan Teladani Tokoh Pemuda Yang Lahirkan Sumpah Pemuda
Partai Golkar Dukung Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien Syafiuddin Di Pilgub Jabar
Wakil Presiden Jusuf Kalla Tegaskan Tak Akan Ikut Pilpres 2019
Kemenag Batalkan Pernikahan Pria Dengan Dua Gadis Sekaligus
UMK Gelar Pelatihan TOT Penyusunan Proposal PKM
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.824.507 Since: 07.04.14 | 0.6368 sec