YouTube Facebook Twitter RSS
28 May 2018, 0

Nusantara

Mantan Wali Kota Palembang Romi Herton Wafat

Thursday, 28 September 2017 | View : 187

siarjustisia.com-BOGOR.

Mantan Wali Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. Romi Herton, S.H., M.H. meninggal dunia di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

H. Romi Herton, S.H., M.H. merupakan salah satu terpidana kasus suap terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

"Betul Pak Romi Herton meninggal dunia sekitar pukul 01.00 WIB tadi pagi di Lapas Gunung Sindur," kata pengacara Romi Herton, Sirra Prayuna saat dihubungi di Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Menurut Sirra Prayuna, Romi Herton diduga mengalami serangan jantung.

"Sementara sebab meninggal dikonfirmasi adalah karena sakit jantung tapi saya belum lihat jenazahnya, namun tadi infonya Pak Romi turun tangga kemudian terjatuh," tambah Sirra Prayuna.

Rencananya jenazah Romi Herton akan dibawa ke Palembang.

"Saat ini sedang diurus penerbangan ke Palembang mungkin akan sampai di sana sekitar pukul 13.00 atau 14.00 WIB," ungkap Sirra Prayuna.

Jenazah Romi Herton pun sudah dibawa dari Lapas Gunung Sindur ke Jakarta.

"Sekarang juga saya sedang mengurus izin keluar untuk Bu Masyito agar dapat keluar lapas mendampingi ke Palembang," tambah Sirra Prayuna.

H. Romi Herton, S.H., M.H. bersama istrinya Masyitoh Romi adalah terpidana pemberi suap kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar sebesar Rp 14,145 miliar dan 316.700 dolar AS atau sekitar total Rp 17,9 miliar untuk mempengaruhi putusan perkara permohonan keberatan hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Palembang yang sedang ditangani oleh Akil Mochtar. Romi Herton dan Masyitoh Romi secara bersama-sama memberikan uang Rp14,145 miliar dan 316.700 dolar AS atau sekitar total Rp17,9 miliar kepada mantan Akil Mochtar melalui tangan kanan Akil Mochtar bernama Muhtar Ependy untuk mempengaruhi putusan perkara permohonan keberatan hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) kota Palembang yang sedang ditangani oleh Akil Mochtar.

Pada pengadilan tingkat pertama Romi Herton divonis enam tahun penjara sedangkan istrinya Masyitoh Romi divonis empat tahun penjara ditambah denda masing-masing Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Wali Kota Palembang Romi Herton dan isterinya Masyitoh Romi karena putusan keduanya sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).

Romi Herton mengenakan kemeja bercorak hijau tua tampak keluar dari rumah tahanan KPK di Gedung KPK pukul 10.10 WIB dengan menenteng bantal kecil dan rompi tahanannya sedangkan isterinya Masyitoh Romi yang mengenakan rompi tahanan KPK menyusul menggandeng suaminya.

Keduanya hanya memberikan sedikit senyum kepada wartawan dan langsung masuk ke mobil tahanan KPK tanpa berkomentar apapun mengenai eksekusi tersebut.

Romi Herton dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan Sukamiskin Bandung sedangkan Masyitoh Romi dipindahkan ke LP Perempuan Bandung karena masa tahanan mereka sudah habis per hari ini.

Namun, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta memperberat hukuman keduanya sehingga Romi Herton dijatuhi pidana tujuh tahun dan Masyitoh Romi divonis lima tahun penjara ditambah denda masing-masing sebesar Rp 200 juta subsidair dua bulan kurungan. Pada 18 Juni 2015 Majelis Hakim yang diketuai Hakim Elang Prakoso Wibowo di Pengadilan Tinggi Jakarta memperberat hukuman keduanya sehingga dijatuhi pidana 7 tahun untuk Romi Herton dan 5 tahun untuk Masyitoh Romi dan denda masing-masing sebesar Rp 200 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Putusan PT Jakarta itu lebih berat dibanding pengadilan tingkat pertama yang menjatuhkan vonis 6 tahun penjara untuk Romi Herton dan 4 tahun penjara untuk Masyitoh Romi ditambah denda masing-masing Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan karena dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi pemberian uang kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dan perbuatan memberikan keterangan yang tidak benar.

PT DKI Jakarta juga meluluskan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang meminta pidana tambahan yaitu pencabutan hak memilih dan dipilih bagi Romi Herton.

"Ditambah hukuman tambahan berupa pencabutan hak dipilih dan memilih selama 5 tahun," kata humas PT Jakarta M. Hatta.

Pada putusan di tingkat pertama, Hakim menilai Romi Herton dan Masyitoh Romi terbukti melakukan perbuatan sesuai dengan dakwaan kesatu pertama yang berasal dari Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 jo Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Awalnya Romi Herton ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung sedangkan Masyitoh Romi dipindahkan ke LP Perempuan Bandung pada Juli 2015, namun karena ia diduga keluar lapas tanpa izin maka pada Februari 2017 ia dipindahkan ke Lapas Kelas III Gunung Sindur dengan pengamanan maksimal.

See Also

Danramil 11/Sayung Hadiri Gebyar Pasar Murah
Warga Brakas Dapat Kado Jamban Dari Koramil 04/Dempet
Dosen Dimotivasi Untuk Giat Penelitian Dan Pengabdian
Kodim 0716/Demak Gelar Upacara Bendera Peringati Hari Kebangkitan Nasional Ke-110
Dandim 0716/Demak Berikan Motivasi Lewat Jam Komandan
Kepedulian Para Babinsa Dengan Kebersihan Di Lingkungan Sekolah
Babinsa 12/Mranggen Dan Warga Berjibaku Bersihkan Pohon Timpa Rumah Warga
Babinsa Desa Jali Masih Sempat Luangkan Waktu Dan Tenaga Di Sela-sela Kesibukannya
Jadikan Generasi Penerus Bangsa Yang Berwawasan Nusantara
Babinsa 11/Sayung Bangun Jembatan Menuju Makam Jelang Puasa Ramadhan
Dandim 0716/Demak Hadiri Haul Akbar Demak Ke-20
Jurnal Di Semua Prodi Ditargetkan Terakreditasi
Penandatanganan Kerja Sama UMKSTTR
Koramil 09/Karang Tengah Tanamkan Jiwa Cinta Tanah Air Lewat Kirab
Serah Terima Jabatan Danramil Dan Perwira Kodim 0716/Demak
Persit Kodim 0716/Demak Selenggarakan Ceramah Narkoba Dan Parenting PAUD
SEMAI Kaji Linguistik Forensik
Prodi PBI UMK Raih Akreditasi A BAN-PT
Dandim 0716/Demak Bersama Seluruh Jajaran Melaksanakan Peringatan Isra Mi Raj 1439/2018 M
Rapat Koordinasi Digelar Guna Kelancaran Pelaksanaan Garjas Periodik
Presiden Joko Widodo Terima Driver Ojek Online Di Istana
Babinsa 06/Wedung Dampingi Pembagian Kartu Penerima PKH
Patroli Bersama Babinsa Dan Babinkamtibmas Wonosalam Ciptakan Kondusifitas Wilayah
Peran Babinsa Dalam Menyambut Asa Menerangi Penglihatan Para Penderita Katarak
Apartemen Wesling Kedoya Terbakar
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.039.540 Since: 07.04.14 | 0.6093 sec