YouTube Facebook Twitter RSS
24 Feb 2018, 0

Nusantara

Sri Sultan Hamengkubuwana X Sebut Pancasila Pemersatu Bangsa Yang Majemuk

Sunday, 01 October 2017 | View : 119
Tags : Yogyakarta

siarjustisia.com-SLEMAN.

Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak tahun 1998, Sri Sultan Hamengkubuwono X atau Bendara Raden Mas Herjuno Darpito atau Sri Sultan Hamengkubuwana X menyatakan Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia, sebagai falsafah, ideologi, dan alat pemersatu bangsa Indonesia.

"Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.Si. pada Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Pemerintah Daerah (Pemda) Sleman, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (1/10/2017).

Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebutkan, dalam perjalanan sejarah dan kompleksitas bangsa Indonesia seperti keragaman suku, dan agama, harus dipersatukan melalui nilai dasar Pancasila. "Dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017 DIY kali ini, maka kita dapat menggali kembali sejarah perkembangan bangsa yaitu bahwa tepat pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno telah mengusulkan dasar," jelas Sri Sultan Hamengku Bowono X.

Dalam upacara yang dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sleman Hari Sugiharto, Komandan Kodim (Dandim) 0732/Sleman Letkol Arm. Djoko Sudjarwo, WaKapolres Sleman Kompol Heru Muslimin, PNS, TNI/Polri, dan siswa-siswi Kabupaten Sleman tersebut, Sri Sultan Hamengku Bawono Kasepuluh ini menjelaskan falsafah Negara Indonesia, yang istilahnya diperoleh dari ahli bahasa Mr Muhamad Yamin sebagai "Pancasila". "Selama itu pula Pancasila telah dipandang sebagai sistem filsafat, etika moral, politik, dan ideologi nasional. Namun, kemudian pada 30 September 1965, muncul Gerakan 30 September atau G-30-S PKI. Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah Pancasila menjadi ideologi komunis," papar mantan Pemimpin Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama).

Ia mengatakan, pada hari tersebut, ada enam Jenderal dan beberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat kesadaran mempertahankan Pancasila, maka upaya tersebut mengalami kegagalan.

"Selanjutnya pada 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk memperingati bahwa dasar Negara Indonesia adalah Pancasila, yang sakti dan tak tergantikan. Selanjutnya pada 10 November 1986 Pancasila pertama kali diperkenalkan sebagai ideologi terbuka, di mana Pancasila dituntut untuk menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman yang senantiasa dinamis dengan tanpa mengesampingkan nilai-nilai dasarnya yang tetap," terang alumnus Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Raja Kasultanan Yogyakarta sejak tahun 1989 ini menambahkan bahwa Tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini yaitu "Kerja Bersama Berlandaskan Pancasila Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur". (ant)

See Also

Tim BBWS Pemali Juana Dan Babinsa Desa Batu Survei Tanggul Pasca Jebol
Donor Darah Di UMK Terbuka Untuk Umum
Babinsa Kedunguter Datangi TKP Korban Tenggelam
Jabatan Danramil 12/Mranggen Diserahkan Kepada Dandim 0716/Demak
Dampak Kependudukan Pada Ketahanan NKRI Serta Peran Babinsa Dalam Program KKBPK
Babinsa Gendong Mbah Darkum Saat Evakuasi Bencana Banjir
Upacara 17-an Dilanjutkan Acara Wisuda Purna Tugas
Prof. Fathur Sebut Menara Tetenger Strategi Dakwah Sunan Kudus Yang Sejuk
Racikan Masakan Danramil 11/Sayung Menangkal Lapar Korban Banjir
Sejumlah Titik Di Kelapa Gading Dilanda Banjir
Babinsa Koramil 11/Sayung Bersama Guru Selamatkan Buku Pelajaran Dari Banjir
Sinergitas TNI Polri Memberikan Rasa Aman Pada Perayaan Imlek
Danramil 11/Sayung Dampingi Bupati Demak Tinjau Langsung Lokasi Banjir
Sungguh Mulia! Tentara Koramil 11/Sayung Bantu Gendong Anak Sekolah Korban Banjir
7 Rumah Korban Angin Puting Beliung Langsung Direspon Forkopimcam Mranggen
Danramil 02/Bonang Beserta Anggota Laksanakan Salat Subuh Berjamaah Bersama Dengan Kapolres Demak
Babinsa Koramil 04/Dempet Bina Pemuda Yang Mau Masuk Prajurit TNI AD
Kodim 0716/Demak Peringati HUT Ke-64 Dengan Kesederhanaan Dan Penuh Doa
Kepemimpinan Bertumbuh Ala Prof. Fathur Rokhman
Meminimalisir Pelanggaran Lalin, Unit Sub Denpom Pati Laksanakan Gaktib
Tim Gabungan Analisis Penyebab Kecelakaan Maut Di Tanjakan Emen
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut Di Tanjakan Emen Subang
Korban Kecelakaan Maut Tanjakan Emen Subang Diambil Keluarga Di RSUD Subang
Penyelidikan Awal Penyebab Kecelakaan Di Tanjakan Emen Subang
Dosen Dan Peneliti Ikuti Pelatihan HKI
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.408.740 Since: 07.04.14 | 0.8166 sec