YouTube Facebook Twitter RSS
21 Nov 2017, 0

Nusantara

Sri Sultan Hamengkubuwana X Sebut Pancasila Pemersatu Bangsa Yang Majemuk

Sunday, 01 October 2017 | View : 66
Tags : Yogyakarta

siarjustisia.com-SLEMAN.

Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak tahun 1998, Sri Sultan Hamengkubuwono X atau Bendara Raden Mas Herjuno Darpito atau Sri Sultan Hamengkubuwana X menyatakan Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia, sebagai falsafah, ideologi, dan alat pemersatu bangsa Indonesia.

"Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.Si. pada Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Pemerintah Daerah (Pemda) Sleman, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (1/10/2017).

Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebutkan, dalam perjalanan sejarah dan kompleksitas bangsa Indonesia seperti keragaman suku, dan agama, harus dipersatukan melalui nilai dasar Pancasila. "Dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017 DIY kali ini, maka kita dapat menggali kembali sejarah perkembangan bangsa yaitu bahwa tepat pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno telah mengusulkan dasar," jelas Sri Sultan Hamengku Bowono X.

Dalam upacara yang dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sleman Hari Sugiharto, Komandan Kodim (Dandim) 0732/Sleman Letkol Arm. Djoko Sudjarwo, WaKapolres Sleman Kompol Heru Muslimin, PNS, TNI/Polri, dan siswa-siswi Kabupaten Sleman tersebut, Sri Sultan Hamengku Bawono Kasepuluh ini menjelaskan falsafah Negara Indonesia, yang istilahnya diperoleh dari ahli bahasa Mr Muhamad Yamin sebagai "Pancasila". "Selama itu pula Pancasila telah dipandang sebagai sistem filsafat, etika moral, politik, dan ideologi nasional. Namun, kemudian pada 30 September 1965, muncul Gerakan 30 September atau G-30-S PKI. Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah Pancasila menjadi ideologi komunis," papar mantan Pemimpin Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama).

Ia mengatakan, pada hari tersebut, ada enam Jenderal dan beberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat kesadaran mempertahankan Pancasila, maka upaya tersebut mengalami kegagalan.

"Selanjutnya pada 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk memperingati bahwa dasar Negara Indonesia adalah Pancasila, yang sakti dan tak tergantikan. Selanjutnya pada 10 November 1986 Pancasila pertama kali diperkenalkan sebagai ideologi terbuka, di mana Pancasila dituntut untuk menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman yang senantiasa dinamis dengan tanpa mengesampingkan nilai-nilai dasarnya yang tetap," terang alumnus Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Raja Kasultanan Yogyakarta sejak tahun 1989 ini menambahkan bahwa Tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini yaitu "Kerja Bersama Berlandaskan Pancasila Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur". (ant)

See Also

Koramil 08/Karanganyar Baksos Dalam Rangka Hari Juang Kartika
Upacara Minggu Militer Dan Wisuda Purna Tugas
Babinsa Kodim 0716/Demak Pantau Jalannya Unjuk Rasa
Bupati Kudus Nilai Penting Gelaran Ekspo Kreativitas Dan Inovasi
Kuasa Bahasa Dikupas Dalam Kuliah Umum Prodi PBSI UMK
Kevin Liliana Miss Internasional 2017
Pasi Ops Kodim 0716/Demak Menggelar Materi Wasbang Di Depan Kades Terpilih Se Kabupaten Demak
Rapat Koordinasi Digelar Demi Kelancaran Pelaksanaan Garjas
Percepat Masa Tanam Dengan Traktor
Sekda Kudus Buka Pekan Ekspo Kreativitas Dan Inovasi UMK
Veteran Demak Nostalgia Akan Sejarah Dengan Nobar
Warga Kodim 0716/Demak Turut Dalam Car Free Day
Mahapasti Gelar Konservasi Mangrove Dan Bersih Pantai
Ibu Persit Kodim 0716/Demak Menyabet 2 Penghargaan
Kodim 0716/Demak Kedatangan Tim Wasrik ItDam IV/Diponegoro
Rektor UMK Sebut Tiga Syarat Menjadi Pemimpin
Polisi Gelar Operasi Zebra Mulai 1-14 November 2017 Di Seluruh Indonesia
Pemkot Bukittinggi Siapkan Penampungan Sementara Pascakebakaran Pasar Atas
800 Kios Di Pasar Atas Bukittinggi Habis Terbakar
Bukittinggi Siapkan Pasar Banto Lokasi Penampungan Korban Kebakaran Pasar Atas
Menpora Sebutkan Teladani Tokoh Pemuda Yang Lahirkan Sumpah Pemuda
Partai Golkar Dukung Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien Syafiuddin Di Pilgub Jabar
Wakil Presiden Jusuf Kalla Tegaskan Tak Akan Ikut Pilpres 2019
Kemenag Batalkan Pernikahan Pria Dengan Dua Gadis Sekaligus
UMK Gelar Pelatihan TOT Penyusunan Proposal PKM
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.824.641 Since: 07.04.14 | 0.6586 sec