YouTube Facebook Twitter RSS
14 Aug 2018, 0

Nusantara

Sri Sultan Hamengkubuwana X Sebut Pancasila Pemersatu Bangsa Yang Majemuk

Sunday, 01 October 2017 | View : 217
Tags : Yogyakarta

siarjustisia.com-SLEMAN.

Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak tahun 1998, Sri Sultan Hamengkubuwono X atau Bendara Raden Mas Herjuno Darpito atau Sri Sultan Hamengkubuwana X menyatakan Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia, sebagai falsafah, ideologi, dan alat pemersatu bangsa Indonesia.

"Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.Si. pada Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Pemerintah Daerah (Pemda) Sleman, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (1/10/2017).

Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebutkan, dalam perjalanan sejarah dan kompleksitas bangsa Indonesia seperti keragaman suku, dan agama, harus dipersatukan melalui nilai dasar Pancasila. "Dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017 DIY kali ini, maka kita dapat menggali kembali sejarah perkembangan bangsa yaitu bahwa tepat pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno telah mengusulkan dasar," jelas Sri Sultan Hamengku Bowono X.

Dalam upacara yang dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sleman Hari Sugiharto, Komandan Kodim (Dandim) 0732/Sleman Letkol Arm. Djoko Sudjarwo, WaKapolres Sleman Kompol Heru Muslimin, PNS, TNI/Polri, dan siswa-siswi Kabupaten Sleman tersebut, Sri Sultan Hamengku Bawono Kasepuluh ini menjelaskan falsafah Negara Indonesia, yang istilahnya diperoleh dari ahli bahasa Mr Muhamad Yamin sebagai "Pancasila". "Selama itu pula Pancasila telah dipandang sebagai sistem filsafat, etika moral, politik, dan ideologi nasional. Namun, kemudian pada 30 September 1965, muncul Gerakan 30 September atau G-30-S PKI. Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah Pancasila menjadi ideologi komunis," papar mantan Pemimpin Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama).

Ia mengatakan, pada hari tersebut, ada enam Jenderal dan beberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat kesadaran mempertahankan Pancasila, maka upaya tersebut mengalami kegagalan.

"Selanjutnya pada 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk memperingati bahwa dasar Negara Indonesia adalah Pancasila, yang sakti dan tak tergantikan. Selanjutnya pada 10 November 1986 Pancasila pertama kali diperkenalkan sebagai ideologi terbuka, di mana Pancasila dituntut untuk menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman yang senantiasa dinamis dengan tanpa mengesampingkan nilai-nilai dasarnya yang tetap," terang alumnus Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Raja Kasultanan Yogyakarta sejak tahun 1989 ini menambahkan bahwa Tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini yaitu "Kerja Bersama Berlandaskan Pancasila Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur". (ant)

See Also

Lombok Diguncang Gempa Lagi 6,2 Skala Richter
Peduli Gempa Lombok, Siswa MA NU TBS Gelar Istighasah
TNI-Polri Kirim Bantuan Ke Daerah Gempa Di Lombok
Gempa Susulan Kembali Terjadi Di Lombok
PT. PLN (Persero) Upayakan Listrik Menyala Di Kepulauan Gili Lombok
Dandim 0716/Demak Tutup TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2018
Bhabinkamtibmas Dan Babinsa 03/Wonosalam Bersinergi Amankan Apitan
Terasa Kompak, Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Mijen Ramaikan Lomba 17-An
Dialog Interaktif Dandim 0716/Demak Bersama Forkopimda Menyambut HUT RI Ke-73
Babinsa 06/Wedung Rela Bagikan Air Bersih Dari Rumah Ke Rumah
Mahasiswa UMK Ikuti Agri-Relationship ASEAN Universities Network
Partai Hanura Ajukan Sengketa Pendaftaran Bacaleg Ke Bawaslu
Guna Matangkan Penutupan TMMD Kodim 0716/Demak Gelar Rakor
Jelang HUT RI Ke-73, Babinsa Latih Paskibraka
Acungan Tangan Mungil Rizki Ajukan Pertanyaan Bagaimana Cara Menjadi TNI Pak Babinsa?
Babinsa Kodim 0716/Demak Bersama Bhabinkamtibmas Turut Serta Pelatihan Ketrampilan
Untuk Pecahkan Rekor MURI, Kodim 0716/Demak Latihan Senam Gemu Famire
UMK Didorong Buka Korean Corner
Al-Jalsah Ula Ma Had Aly TBS
Peran Aktif Babinsa 06/Wedung Terhadap Generasi Penerus
Dandim 0716/Demak Hadiri Pembukaan Manasik Haji II Dan Pelepasan Calon Jemaah Haji Demak
30 Peserta Diklat Pim IV Dapat Materi Wasbang
Kunjungan Tim Wasev Sterad Bidang Komsos Ke Kodim 0716/Demak
Sosok Anak Pedagang Gorengan Yang Ingin Jadi Jenderal
Babinsa Koramil 09/Karangtengah Seleksi Calon Paskibra
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.425.584 Since: 07.04.14 | 0.6126 sec