YouTube Facebook Twitter RSS
24 Feb 2018, 0

Hukum

Press Release Mantan Karyawan Melawan PT. Bank Permata Tbk.

Monday, 02 October 2017 | View : 320

PRESS RELEASE

MANTAN KARYAWAN MELAWAN PT BANK PERMATA Tbk

Saya Koto Sitorus, S.H., M.H. dkk. Advokat dan selaku Kuasa Hukum

sdri. Juliani Dwi Utami (MANTAN KARYAWAN PT. BANK PERMATA TBK.):

  1. Bahwa saat ini sdri. Juliani Dwi Utami mengajukan Gugatan Perselisihan Hubungan Industrial di Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan Negeri Serang dengan Nomor perkara 87/PHI/Pdt-Sus/PN SRG.
  2. Bahwa PT. Bank Permata Tbk. memberikan KOMPENSASI kepada karyawannya yang telah bekerja selama 27 tahun DENGAN TIDAK MENGGUNAKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA YANG BERLAKU antara karyawan dan pengusaha melainkan MENGGUNAKAN KEBIJAKAN-KEBIJAKAN DILUAR DARI UNDANG-UNDANG KETENAGAKERJAAN DAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA.
  3. Bahwa pada persidangan lanjutan PHI Provinsi Banten yang diselenggarakan pada Rabu, 27 September 2017 pukul 11.00 WIB pada Pengadilan Negeri Serang, PT. BANK PERMATA TBK.  menghadirkan 2 orang saksi: Pertama SALAH SATU MANTAN SEKJEND SERIKAT PEKERJA BANK PERMATA YANG MENGUNDURKAN DIRI SEBELUM MASA KEPENGURUSAN BERAKHIR. Dan Kedua KARYAWAN BANK PERMATA BAGIAN HR.
  4. Bahwa BANK PERMATA MENGHADIRKAN SAKSI MANTAN SEKJEND SERIKAT PEKERJA BANK PERMATA YANG MENGUNDURKAN DIRI SEBELUM MASA KEPENGURUSAN BERAKHIR terdapat Benturan Kepentingan (Conflict of Interest) dalam diri saksi antara sebagai MANAGEMENT DAN SERIKAT PEKERJA BANK PERMATA, Bahwa saksi menyatakan hingga saat ini saksi masih menjadi anggota SERIKAT PEKERJA BANK PERMATA, dan dalam kesaksiannya yang berupa asumsi/pendapat yang bukan berdasarkan keluar dari SERIKAT PEKERJA BANK PERMATA. Bahwa hal dimaksud seakan-akan PERNYATAAN/keterangannya yang diucapkan di persidangan merupakan pernyataan yang keluar dari SERIKAT PEKERJA BANK PERMATA.

Bahwa pernyataan saksi merupakan pernyataan sepihak dan saksi bukanlah seorang ahli di bidangnya sehingga tidak bisa berpendapat untuk menafsirkan suatu pasal pada  PERATURAN KERJA BERSAMA, DAN DALAM HAL INI MEMBERIKAN KETERANGAN SEBAGAI SAKSI DI PENGADILAN DENGAN MENGGUNAKAN ASUMSINYA SENDIRI, ALHASIL KAMI MENGANGGAP SAKSI MEMBELA MANA YANG LEBIH MENGUNTUNGKAN BAGI DIRINYA.

Bahwa pada dasarnya saksi Kedua KARYAWAN BANK PERMATA BAGIAN HR. mengetahui bahwa hak penggugat itu sebenarnya dilanggar oleh tergugat dengan cara menggunakan DPLK menjadi faktor pengurang hal ini didasarkan pada keterangan saksi yang menyatakan IBU JULI MERASA PEMBAYARAN UANG PESANGONNYA HARUS DIBAYARKAN FULL.  Bahwa dikarenakan desakan oleh pimpinan/Head Department HR tergugat yang ikut hadir didalam persidangan maka dengan keterpaksaan saksi  membela tergugat untuk diambil kesaksiannya.

  1. Bahwa mencermati perkembangan persidangan dari minggu ke minggu disini SAYA BERPENDAPAT BAHWA PERBUATAN YANG DILAKUKAN PENGUSAHA KEPADA PENGGUGAT MERUPAKAN PERBUATAN YANG ZALIM ATAU PERBUATAN YANG MELAMPAUI BATAS KEMANUSIAAN, MELANGGAR KETENTUAN, DAN MENENTANG ATAU MENYIMPANG DARI KETENTUAN-KETENTUAN YANG TELAH DITETAPKAN. BAHWA DALAM HAL INI SDRI JULIANI DWI UTAMI (PENGGUGAT) MENCARI KEADILAN ATAS DIRINYA  BUKAN MENCARI KEUNTUNGAN ATAU MENIKMATI DOUBLE BAYAR SEPERTI YANG DIKATAKAN PENGUSAHA.
  2. Bahwa saya selaku Advokat dan Kuasa Hukum sdri. Juliani Dwi Utami mengajukan GUGATAN kepada PT. BANK PERMATA TBK. untuk memenuhi 8 (delapan) komponen hak pekerja. Komponen itu antara lain: upah bulan Agustus 2016, bonus tahun berjalan, manfaat dana pensiun, sisa hak cuti diuangkan, uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, dan tambahan atas masa kerja. Jumlah kedelapan komponen itu mencapai Rp. 826.514.637.
  3. Bahwa kejadian ini BUKAN HANYA TERJADI PADA PENGGUGAT SAJA NAMUN TERJADI PULA PADA SELURUH KARYAWAN PT. BANK PERMATA TBK. YANG BERADA DI SELURUH INDONESIA YANG AKAN MEMASUKI USIA PENSIUN, hal ini dikemukakan oleh Serikat Pekerja Bank Permata.
  4. ATAS KETIDAKADILAN YANG MENIMPA PADA DIRI PENGGUGAT, maka sudah seharusnya PEMERINTAH MEMBERIKAN ATENSI TERHADAP KASUS INI dikarenakan kasus ini berkaitan dengan pekerja PT. BANK PERMATA TBK. DI SELURUH INDONESIA yang akan masuk usia pensiun. Maka seluruh lapisan pekerja PT. BANK PERMATA TBK. agar mendukung dan bersama-sama mengawal sidang lanjutan PHI Provinsi Banten yang akan diselenggarakan pada Rabu, 4 OKTOBER  2017 pukul 09.00 WIB. PHI Banten beralamat di Jl. Raya Serang Pandeglang Km.6 Serang 42126.

Salam

Jakarta 2 OKTOBER 2017

N. KOTO SITORUS, S.H., M.H.

See Also

Gubernur DKI Jakarta Dipolisikan Terkait Penutupan Jalan Jatibaru Tanah Abang
KPK Cermati Ocehan Muhammad Nazaruddin Di Persidangan
Putri Elvy Sukaesih, Dhawiya Saida Akui Gunakan Narkoba
Polda Metro Jaya Telusuri Jaringan Pemasok Narkotika Dhawiya Saida
KPK Masih Dalami Keterlibatan I Wayan Koster
PSI Berencana Ajukan Uji Materi UU MD3 Ke MK
Menghindari Proses E-Katalog LKPP, Pembelian Komputer Sekolah Berpotensi Terjadi Korupsi
Kodim 0716/Demak Dukung Pemerintah Perangi Narkoba
KPK OTT Di Subang
Gunakan Narkoba, Fachri Albar Dicokok Polres Metro Jakarta Selatan
Penyuluhan Hukum Dari Kumdam IV/Diponegoro
Bupati Halmahera Timur Bantah Terima Suap
KPK Tahan Pengusaha Pemberi Suap Bupati Ngada
Sopir Bus Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Di Tanjakan Emen
KPK Tahan Bupati Halmahera Timur
KPK Tetapkan Bupati Halmahera Timur Sebagai Tersangka Suap
Dokter Bimanesh Sutarjo Diperiksa KPK
Polri Sebut Penyelidikan Ambruknya Selasar Tower II BEI Selesai
Polri Optimistis Pilkada Serentak 2018 Aman
39 Calon Kepala Daerah Tak Laporkan Hartanya Ke KPK
Satgas Nusantara Polri Dinginkan Pilkada Serentak 2018
Polisi Dalami Kasus Ambruknya Selasar BEI
Kapolres Karawang Instruksikan Tembak Mati Penjahat Jalanan
Kronologi Ambruknya Balkon Gedung Bursa Efek Indonesia Versi Polisi
Polres Metro Jakarta Barat Bentuk Satgasus Usut Kasus Mandek Di Tahun 2017
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.408.714 Since: 07.04.14 | 1.0567 sec