YouTube Facebook Twitter RSS
23 Nov 2017, 0

Opini

Berdiri Di Dua Kaki

Author : Albertus SM SKom SH | Tuesday, 03 October 2017 | View : 101

siarjustisia.com

Umumnya bayi yang normal dilahirkan dengan kedua kaki yang utuh, sehingga perlahan demi perlahan masa pertumbuhannya, sang bayi ketika menginjak usia satu tahun akan mulai berdiri dan berjalan dengan kedua kakinya. Kedua kaki digunakan untuk berdiri supaya menjaga keseimbangan tubuhnya. Hal ini, tentu untuk menopang supaya tubuhnya tidak mudah jatuh dan kuat berdiri selama mungkin hingga tumbuh menjadi besar.

Kemampuan kedua kaki untuk berdiri bagi tubuh sendiri memang sangat baik. Bagi para pesilat atau olahragawan bela diri membutuhkan kedua kakinya untuk bergerak kesana kemari guna memperagakan jurus-jurus silatnya. Begitu pula para penari dan balet yang membutuhkan kedua kakinya untuk menari dan memperagakan tarian baletnya sehingga sungguh-sungguh kedua kaki itu digunakan untuk berdiri menopang tubuhnya.

Semua hal diatas memang mempunyai pengaruh yang positif terhadap kedua kaki bagi tubuh si pemiliknya. Namun, hal ini jangan disamakan artinya ketika kedua kaki itu berdiri tetapi yang satu berpijak pada satu sisi dan satu kaki lainnya berpijak pada sisi yang lainnya. Pengertian ini lebih diartikan sebagai kiasan saja. Bahwa dapat dicontohkan bila pribadi seseorang mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan si A namun disaat itu juga berkomunikasi dengan serius pada si B yang antara A dan B mempunyai hubungan yang kurang harmonis dan cenderung sering mengalami konflik.

Ini terjadi pada salah satu persidangan PHI di Pengadilan Negeri Serang yang belum lama ini berlangsung. Persidangan dalam gugatan antara mantan Pekerja melalui dukungan dari Serikat Pekerja-nya melawan Perusahan tempat sang mantan Pekerja pernah bekerja. Dalam persidangan dengan menghadirkan salah seorang saksi dari tergugat dalam hal ini Perusahaan, sulit memposisikan saksi tersebut bersaksi untuk memberikan keterangan dari pihak mana.

Di satu sisi, saksi menyatakan bahwa saksi adalah mantan Pengurus Serikat Pekerja tetapi disisi lain saksi dengan sangat terang dan jelas menyatakan bahwa saksi bekerja pada Unit Human Resources (HR) dimana Unit ini yang menentukan kebijakan tentang kepegawaian pada perusahaan. Keberadaan saksi dalam memberikan keterangannya ini menjadi membingungkan sehingga sulit menentukan posisi saksi dalam kondisi netral.

Sangat jelas bahwa saksi berada pada kedua posisi yaitu sebagai mantan Pengurus Serikat Pekerja dan sebagai pekerja dari Unit HR. Namun, semua keterangan yang diberikan dalam persidangan lebih menguntungkan pihak tergugat dibandingkan saksi sebagai mantan Pengurus Serikat Pekerja yang seharusnya menguntungkan pihak penggugat dalam hal ini sebagai anggota Serikat Pekerja.

Jadi memang sangat jelas bahwa saksi ini “BERDIRI DI DUA KAKI”  kaki yang satu berpijak kepada Serikat Pekerja dengan sangat ringan, akan tetapi kaki lainnya berpijak pada Perusahaan dengan sangat berat. Dengan demikian keterangan-keterangan yang diberikan dalam persidangan tidak obyektif selaku mantan Pengurus yang mengundurkan diri sebelum masa kepengurusan berakhir karena mutasi ke Unit HR. (asm)

See Also

Double L, Narkoba, Dan Anak Dari Keluarga Penghasilan Rendah
Pernyataan Sikap Komunitas Bulutangkis Indonesia
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Bahagia Bertemu Ibu Irawati Durban Ardjo
Radio Mercury Dan Never Ending War Against Cancer
Dari Perjalanan Ke Diri: Merekonstruksi Pola Perilaku
Agus Yudhoyono Antara Tanggung Jawab Individu Dan Keluarga
Pertempuran Sultan Agung Dan Musium Kota Jakarta
Kesehatan Masyarakat Dan Pendidikan Kesehatan
Musium Wayang Dan Pembentukan Karakter
Kebijakan Publik Perlu Proses Dan Konsensus Banyak Pihak
Berjuang Dan Bertarung Untuk Yang Benar Dan Adil
Pintu Tertutup Maka Akan Ada Pintu Lagi
Yang Penting Adalah Menemukan Tempat Yang Tepat
Perempuan Perkasa Dalam Diri Seniman
Hasil Dikusi Buku Moemie: Karakter Baik Dan Identitas
Latar Belakang Sebelum Membaca Novel Moemie
Cerita Tentang Pengarang Novel Moemie Sebelum Menulis
Ringkasan Cerita Novel Moemie
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Gus Mus, Guru Bangsa Kita
Presiden Bisa Usir Kedubes Myanmar Dari Indonesia
Gagal Melindungi Rohingya, ASEAN Bubarkan Saja
Melalui Resolusi DK PBB Pemerintah Myanmar Dapat Diseret Ke Mahkamah Pidana Internasional
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.834.408 Since: 07.04.14 | 0.3998 sec