YouTube Facebook Twitter RSS
21 Nov 2017, 0

Hot News

Siaran Pers Setkab: Peringatan Hari Batik Nasional, Batik Jadi Perekat Sekaligus Simbol Persatuan

Monday, 02 October 2017 | View : 19

siarjustisia.com-JAKARTA.

Batik merupakan perekat bangsa sekaligus menjadi simbol persatuan. Dengan berbatik, tidak ada lagi strata sosial, kaya maupun miskin, karena batik menunjukkan kolektivitas dan kebersamaan. Hal ini disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M. menanggapi makna yang bisa dipetik dari Peringatan Hari Batik Nasional, pada 2 Oktober 2017.

“Sekarang orang pakai batik hampir sama aja. Kalau dulu kan begitu orang memakai pakaian, pejabat dengan masyarakat itu kan beda. Kalau sekarang masyarakat ya pakai batik, pejabat pakai batik. Sehingga ini bagus untuk bangsa ini,” kata Seskab Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M. di ruang kerjanya Lantai 2 Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Minggu (1/10/2017) kemarin.

Disebutkan Seskab yang hampir setiap hari mengenakan baju batik ini, saat ini hampir semua pejabat tinggi negara dari atas hingga bawah semua mengenakan batik, tidak lagi bersafari. Masyarakat pun, lanjut Seskab, mengenakan batik tidak lagi semata-mata karena tanggal 2 Oktober menjadi Hari Batik Nasional tetapi karena batik sudah menjadi kebanggaan, dan memakai batik itu sudah seperti orang barat memakai jas dengan dasi.

Dengan demikian, menurut Seskab, batik juga sudah menunjukkan identitas bangsa Indonesia, yaitu bangsa yang sedang tumbuh menjadi bangsa yang besar dan tidak lagi terjebak sebagai bangsa kelas menengah.

Bahkan, lanjut Seskab, saat ini, para kepala negara dalam forum-forum internasional, bukan hanya di Indonesia namun di luar negeri pun, seringkali memakai batik dengan corak yang dibuat sendiri. Para tamu dari negara lain yang datang ke kantor Seskab pun,seperti halnya Duta Besar, menurut Seskab, banyak yang mengenakan batik. Dengan semakin mendunianya batik, Seskab tidak khawatir jika negara lain ikut menggunakan batik.

“Bagaimanapun kita sudah menjadi leader di dalam batik. Dan itu sudah diakui dunia bahwa batik milik kita. Kalau kemudian negara-negara lain menggunakan batik, ya bagus bagus aja,” ujar Seskab.

Soal penetapan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional, Seskab Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M. mengatakan, warisan inilah yang kemudian harusnya dirawat bersama-sama. (Humas Setkab-Humas Kemensetneg)

See Also

Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar Meninggal Dunia
Perdana Menteri Jepang Bubarkan Majelis Rendah Parlemen
Press Release MESANIH Pelayanan Jasa Online Berbasis Budaya Lokal
Kodim 0721/Blora Gelar Doa Bersama 171717
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Doa Bersama 171717 Demi Keutuhan NKRI
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Rektor UMK Tegaskan Tolak Narkoba Dan Paham Radikal
Dandim 0716/Demak Tangkal Radikalisme Lewat Mujahadah
Rotasi Sejumlah Perwira Tinggi Dan Perwira Menengah Di Tubuh Polri
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Kodim 0716/Demak Kehilangan Putra Terbaik Bangsa
Julia Perez Meninggal
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Kapolri Beri Penghargaan Ke 5 Kapolres Terbaik
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Marie Muhammad Berpulang
Rakerda KAI DPD DKI Jakarta: Equality Before The Law, Jangan Ada Lagi Suap Dan Pungli
38 Juta Orang Di Dunia Hidup Dengan HIV/AIDS
Penyebab Kanker
Sutan Bhatoegana Meninggal Dunia
MUI Tolak Kapolda Baru Banten
Yudi Latif Tegaskan Pancasila Harus Jadi Lifestyle
Partai Gerindra-PKS Resmi Usung Anies Baswedan-Sandiaga Uno
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.819.604 Since: 07.04.14 | 0.6615 sec