YouTube Facebook Twitter RSS
19 Nov 2017, 0

Ekonomi

Presiden Joko Widodo Resmikan Megaproyek PLTU Bernilai 5,87 Miliar Dolar

Thursday, 05 October 2017 | View : 21

siarjustisia.com-JAKARTA.

Presiden Republik Indonesia (RI) ke-7, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa "Jokowi" didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Provinsi Banten, Kamis (5/10/2017), meresmikan megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas total 4.660 MW dengan nilai investasi keseluruhan 5,87 miliar dolar AS.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dalam keterangannya di Jakarta, mengatakan bahwa pada kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meninjau progres pembangunan terminal batubara berkapasitas 20 juta ton di Banten senilai 145 juta dolar AS.

"Kalau ditotal, keempat proyek ini bernilai 6,015 miliar dolar AS," katanya.

Menurut dia, peresmian ketiga PLTU tersebut terdiri atas peletakan batu pertama (groundbreaking) dua proyek yakni PLTU Jawa 7 berkapasitas 2x1.000 MW dan PLTU 9&10 juga 2x1.000 MW, serta satu peresmian pengoperasian secara komersial (commercial on date/COD) PLTU IPP Banten 660 MW.

Ketiga proyek PLTU itu, lanjutnya, masuk program 35.000 MW.

"Sementara terminal batubara 20 juta ton akan memperkuat dan mengefektifkan rantai pasok batubara PLTU di wilayah Jawa bagian Barat," ujarnya.

Dadan Kusdiana merinci proyek PLTU Jawa 7 bernilai investasi 1,88 miliar dolar dengan rencana COD untuk unit 1 pada April 2020 dan unit 2 pada Oktober 2020.

Harga jual listrik ke PT. PLN (Persero) disepakati 4,21 sen dolar/kWh.

Proyek, yang menggunakan skema bisnis "build, own, operate, and transfer" (BOOT) selama 25 tahun itu berteknologi "ultra supercritical boiler" dengan bahan bakar batubara kalori rendah antara 4.000-4.600 kkal/kg "ash received".

"Jenis pembangkit ini dipilih karena memiliki efisiensi yang tinggi dan lebih ramah lingkungan," jelas Dadan Kusdiana.

Selanjutnya, menurut dia, PLTU Jawa 9&10 dengan skema listrik swasta (IPP) dibangun disebelah PLTU Suralaya 1-8, Banten dengan nilai investasi 3 miliar dolar.

PLTU itu dibangun dengan skema penugasan PLN kepada anak perusahaan, PT. Indonesia Power, sesuai Perpres Nomor 19 Tahun 2017.

Proyek BOOT itu juga menggunakan teknologi "ultra supercritical".

"Diperkirakan COD PLTU 9&10 pada 2022 dengan kontrak 25 tahun dan Biaya Pokok Produksi (BPP) 5,1 sen dolar/kWh," terangnya.

Untuk PLTU Banten 660 MW, tambah Dadan Kusdiana, merupakan proyek IPP dengan pengembang PT. Lestari Banten Energi.

Proyek BOOT selama 25 tahun itu menggunakan teknologi "supercritical" dan telah berproduksi sejak Maret 2017.

"Harga jual ke PLN disepakati 5,99 sen dolar/kWh dengan investasi 990 juta dolar," sambungnya.

Terakhir, Dadan Kusdiana mengatakan, proyek terminal batubara, yang ditinjau Presiden Joko Widodo, dibangun anak perusahaan PLN, PT. PLN Batubara, bersama Gama Corp.

"Lokasi terminal ini bersebelahan dengan PLTU Jawa 7 dan ditargetkan COD bersamaan dengan PLTU," katanya.

Terminal batubara itu, menurut dia, juga berfungsi sebagai stok darurat PLTU di luar Jawa bagian Barat, menjaga keamanan pasokan batubara saat cuaca buruk karena penggunaan kapal (vessel), pengurangan biaya pembangunan terminal di masing-masing PLTU, dan efisiensi biaya transportasi batubara dari perubahan barge ke vessel.

"Terminal batubara ini memerlukan lahan sekitar 20 hektare dengan nilai investasi 145 juta dolar," paparnya.

Dadan Kusdiana menambahkan proyek-proyek tersebut akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan mengefisienkan biaya pembangkitan listrik, sehingga harga listrik lebih terjangkau masyarakat.

Untuk mempercepat proyek 35.000 MW, pemerintah telah menerbitkan Perpres Nomor 14 Tahun 2017, yang merupakan Perubahan Perpres Nomor 4 Tahun 2016, tentang Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan.

"Perpres ini memberikan jaminan kepada dunia usaha bahwa pemerintah terus berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berupa penjaminan, percepatan perizinan dan nonperizinan, penyediaan energi primer, tata ruang, penyediaan tanah, dan penyelesaian hambatan dan permasalahan lainnya," katanya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, status program 35.000 MW hingga 15 September 2017 adalah tahap COD/komisioning 773 MW, konstruksi 15.266 MW, PPA belum konstruksi 10.255 MW, pengadaan 4.563 MW, dan tahap perencanaan 6.970 MW.

"Sampai 2019, diharapkan semua proyek 35.000 MW sudah terkontrak dan juga ada tambahan 17.000 MW dibandingkan akhir 2014," kata Dadan Kusdiana.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai meninjau pembangunan Waduk Karian di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengatakan bahwa bendungan di Karian itu bisa menghasilkan listrik 1,8 Megawatt.

"Ini bisa tampung 314 juta kubik air yang dibendung dari Sungai Ciujung, Sungai Ciherang yang kita harapkan nanti dengan waduk ini bisa mengairi lahan kurang lebih 22 ribu hektare di Provinsi Banten dan yang kedua bisa jadi air baku bagi Provinsi Banten dan Jakarta. Serta yang ketiga juga ada PLTA di sini nantinya," kata Kepala Negara Jokowi pada Rabu (4/10/2017).

Mantan Wali Kota Surakarta ini menjelaskan target pembangunan waduk tersebut maju dari rencana awal tahun 2020 menjadi Juli 2019.

Waduk Karian yang pembangunannya sudah direncanakan sejak 1980-an, mulai digarap oleh Kabinet Kerja sejak tiga tahun lalu dan telah tercapai 47,14 persen.

"Waduk ini adalah waduk terbesar ketiga setelah Jatiluhur dan Jatigede, kemudian Waduk Karian," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu yang menambahkan waduk lain juga tengah dibangun di Provinsi Banten, yaitu Waduk Sindang Hela.

Selain itu, sejumlah pejabat yang turut mendampingi Presiden dalam kunjungannya, yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D. dan Kepala Staf Presiden Drs. Teten Masduki.

Bendungan Karian akan mengairi Daerah Irigasi Ciujung yang memiliki luas 22.000 hektare.

Pembangunan waduk tersebut merupakan salah satu Program Nawa Cita untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan ketahanan air.

Waduk akan memasok air untuk kebutuhan rumah-tangga, perkotaan dan industri di 7 kota/kabupaten yaitu Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang dan wilayah DKI Jakarta sebesar 9,1 m3/detik melalui Karian-Serpong Conveyance System (KSCS).

Aliran airnya juga diharapkan memenuhi kebutuhan air baku Kota Cilegon dan Kabupaten Serang sebesar 5,5 m3/detik. (ant/jos)

See Also

Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Era Global Buka Peluang Usaha Baru
Presiden Joko Widodo Sebut Indonesia-Laos Perkuat Kerja Sama
Pemerintah Akan Resmikan BBM Satu Harga Di Seram
Presiden Joko Widodo Ngopi Sore Bersama Pelaku Industri Kopi Indonesia
Presiden Joko Widodo Dorong Pengusaha Kopi Promosikan Sektor Hulu
Industri Kreatif Tas Potensial Dikembangkan
Bupati Kudus Sebut Tiga Tantangan Pembangunan Pertanian
Indeks CAC-40 Prancis Menguat
Yuan China Menguat Terhadap Dolar AS
Babinsa Koramil 05/Cepu Turun Sawah Pendampingan Petani
Pasi Ter Kodim 0721/Blora Monitoring Rastra
Opel Automobile GmbH Kembali Merugi
PLTU Jawa 4 Telan Investasi 4,2 Miliar Dolar AS
Pedagang Beras Menjual Di Atas HET Dicabut Ijin
Kodim 0721/Blora Gelar Rakor Pengendalian Harga Pangan
Peduli Warga, Babinsa Koramil 03/Banjarejo Bantu Panen Jagung
Dolar AS Melemah
Petani Wilayah Kodim 0721/Blora Makmur
Babinsa Berikan Motivasi Petani
Wall Street Berakhir Jatuh
Indeks Nikkei-225 Melemah Ketika Yen Menguat
Harga Emas Berbalik Naik
Indeks Straits Times Turun Tipis
Penguatan Data Ekonomi AS Tekan Harga Emas Turun
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.803.314 Since: 07.04.14 | 0.4297 sec