YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2017, 0

Internasional

Marilou Danley, Pacar Pelaku Penembakan Di Las Vegas

Thursday, 05 October 2017 | View : 17

siarjustisia.com-LAS VEGAS.

Kekasih pelaku penembakan Las Vegas, Negara Bagian Nevada, Amerika Serikat (AS), Marilou Danley (62 tahun), akhirnya bersuara di hadapan publik untuk pertama kalinya sejak tragedi penembakan. Dia mengatakan tak tahu menahu soal pembantaian yang direncanakan pacarnya saat ia bertolak ke luar negeri untuk mengunjungi keluarganya.

"Tidak pernah terpikir oleh saya dengan cara apa pun bahwa dia merencanakan kekerasan terhadap siapa pun," kata Marilou Danley  dalam sebuah pernyataan yang dibacakan pengacaranya Matthew Lombard di luar kantor pusat FBI di Los Angeles, Negara Bagian California, Amerika Serikat (AS).

Marilou Danley baru saja kembali dari tanah kelahirannya di Filipina pada Selasa (3/10/2017) dan diinterogasi panjang lebar oleh agen-agen FBI keesokan harinya.

"Dia tidak pernah mengatakan apa pun kepada saya atau melakukan tindakan apa pun yang saya sadari dan mengerti dengan cara apa pun yang bisa menjadi peringatan bahwa sesuatu yang mengerikan seperti ini akan terjadi," ujarnya.

Marilou Danley yang disebut "orang yang menarik" oleh para penyelidik mengatakan awalnya dia senang saat Stephen Paddock mengiriminya uang di Filipina untuk membeli rumah bagi keluarganya tapi kemudian dia ketakutan jangan-jangan itu salah satu cara Stephen Paddock untuk putus darinya.

Stephen Paddock mengirim uang 100.000 dolar AS atau sekitar Rp1,3 miliar ke Filipina beberapa hari sebelum penembakan.

Marilou Danley yang merupakan seorang ibu sekaligus nenek itu mendarat di bandara internasional Los Angeles pada Selasa (3/10/2017) malam, dan langsung dicegat agen FBI yang ingin segera menginterogasinya soal pria yang sudah tinggal bersamanya selama empat tahun itu.

"Agen FBI tak tahu banyak soal siapa si kekasih ini dan mengapa dia pergi ke luar negeri seminggu sebelum penembakan," kata senator Nevada Dean Heller yang mendapat arahan dari otoritas.

Marilou Danley tiba di Filipina pada 15 September, kemudian pergi selama tiga hari dan kembali lagi pada 22 September sebelum akhirnya kembali ke Amerika Serikat (AS) Selasa (3/10/2017) lalu.

Sejauh ini, yang publik tahu berdasarkan saudara laki-laki Stephen Paddock, Eric, Marilou Danley bertemu Stephen Paddock saat dia bekerja sebagai hostes kasino di Atlantis in Reno, Nevada, AS.

Stephen Paddock sering berjudi di sana dan bisa menghabiskan 10.000 dolar AS lebih dalam sehari.

"Mereka berdua itu pasangan yang menggemaskan, yang laki-laki besar dan yang perempuan kecil. Paddock mencintainya. Dia sangat menyayanginya," kata Eric yang sering main judi bareng Stephen Paddock.

Marilou Danley asli Filipina tapi berkewarganegaraan Australia. Saudara perempuan Marilou Danley yang tinggal di Queensland mengatakan Marilou Danley adalah "orang baik" yang tak tahu menahu soal rencana Stephen Paddock.

Sementara seorang pelayan Starbucks di tempat Stephen Paddock dan Marilou Danley sering nongkrong mengatakan dia mengamati bahwa Stephen Paddock sering memarahi Marilou Danley.

Esperanza Mendoza, supervisor toko tersebut, mengatakan bahwa tindak kekerasan tersebut terjadi saat Marilou Danley meminta untuk menggunakan kartu kasinonya untuk melakukan pembelian. Kartu-kartu itu, bentuk mata uang yang umum di Las Vegas, memungkinkan penjudi untuk mengeluarkan kredit yang diperoleh dari mesin game elektronik.

Esperanza Mendoza berkata: "Dia akan memelototi dia dan berkata dengan sikap yang kejam." Kamu tidak memerlukan kartu kasino saya untuk ini. Aku yang membayari minumanmu, sama seperti aku membayarmu.

"Kemudian dia dengan lembut akan berkata, 'OK,' dan melangkah mundur di belakangnya. Dia sangat kasar padanya di depan kami."

Lima puluh sembilan orang terbunuh dan lebih dari 500 orang terluka Minggu (1/10/2017) malam saat Stephen Paddock memecahkan jendela kamar suite hotelnya di lantai 32 dan mulai menembakkan beberapa senapan semi otomatis ke kerumunan di sebuah konser musik country.

Banyak dari senapan tersebut telah dimodifikasi dengan perangkat bump stock yang memungkinkan senapan api menembak dengan kecepatan yang sama dengan senjata otomatis, theguardian.com. (theguardian)

See Also

Polisi LA Selidiki Tuduhan Pemerkosaan Terhadap Ed Westwick
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
PBB Anugerahi Surabaya Penghargaan Global Green City
Imigran Asal Uzbekistan Tersangka Pembunuh Delapan Orang Di New York
Delapan Orang Tewas Dalam Aksi Teror Di New York
Tiga Juta Masyarakat Kongo Terancam Kelaparan
Dua Tewas Dalam Penembakan Di Grambling State University
Panglima TNI Ditolak Masuk AS
Dubes AS Minta Maaf Ke Menlu Soal Penolakan Panglima TNI
Empat Kapal Perang India Tiba Di Jakarta
Korea Utara Mau Berunding Dengan Syarat
Arab Saudi Sambut Baik Rekonsiliasi Palestina
Enam Tentara Mesir Tewas Dalam Serangan Di Sinai
Konvoi Pertama Militer Turki Masuki Idlib
Indonesia Sambut Baik Rekonsiliasi Hamas-Fatah
Hamas Dan Fatah Bersatu
Amerika Serikat Menarik Diri Dari UNESCO
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Perdana Menteri Laos Di Istana Bogor
Bangladesh Hancurkan Kapal Pengangkut Pengungsi Rohingya
FBI Tegaskan Tak Ada Bukti Penembakan Las Vegas Terkait Terorisme
Wali Kota Surabaya Dinobatkan Sebagai Pemimpin Yang Menginspirasi
PBB Serukan Dukungan Lebih Banyak Buat Pengungsi Rohingya Dari Myanmar
Daftar Negara Yang Warganya Dilarang Masuk Ke Amerika Serikat
Kepala UNHCR Kunjungi Pengungsi Rohingya Di Tempat Penampungan Bangladesh
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.795.963 Since: 07.04.14 | 0.6378 sec