YouTube Facebook Twitter RSS
21 Apr 2018, 0

Internasional

Marilou Danley, Pacar Pelaku Penembakan Di Las Vegas

Thursday, 05 October 2017 | View : 78

siarjustisia.com-LAS VEGAS.

Kekasih pelaku penembakan Las Vegas, Negara Bagian Nevada, Amerika Serikat (AS), Marilou Danley (62 tahun), akhirnya bersuara di hadapan publik untuk pertama kalinya sejak tragedi penembakan. Dia mengatakan tak tahu menahu soal pembantaian yang direncanakan pacarnya saat ia bertolak ke luar negeri untuk mengunjungi keluarganya.

"Tidak pernah terpikir oleh saya dengan cara apa pun bahwa dia merencanakan kekerasan terhadap siapa pun," kata Marilou Danley  dalam sebuah pernyataan yang dibacakan pengacaranya Matthew Lombard di luar kantor pusat FBI di Los Angeles, Negara Bagian California, Amerika Serikat (AS).

Marilou Danley baru saja kembali dari tanah kelahirannya di Filipina pada Selasa (3/10/2017) dan diinterogasi panjang lebar oleh agen-agen FBI keesokan harinya.

"Dia tidak pernah mengatakan apa pun kepada saya atau melakukan tindakan apa pun yang saya sadari dan mengerti dengan cara apa pun yang bisa menjadi peringatan bahwa sesuatu yang mengerikan seperti ini akan terjadi," ujarnya.

Marilou Danley yang disebut "orang yang menarik" oleh para penyelidik mengatakan awalnya dia senang saat Stephen Paddock mengiriminya uang di Filipina untuk membeli rumah bagi keluarganya tapi kemudian dia ketakutan jangan-jangan itu salah satu cara Stephen Paddock untuk putus darinya.

Stephen Paddock mengirim uang 100.000 dolar AS atau sekitar Rp1,3 miliar ke Filipina beberapa hari sebelum penembakan.

Marilou Danley yang merupakan seorang ibu sekaligus nenek itu mendarat di bandara internasional Los Angeles pada Selasa (3/10/2017) malam, dan langsung dicegat agen FBI yang ingin segera menginterogasinya soal pria yang sudah tinggal bersamanya selama empat tahun itu.

"Agen FBI tak tahu banyak soal siapa si kekasih ini dan mengapa dia pergi ke luar negeri seminggu sebelum penembakan," kata senator Nevada Dean Heller yang mendapat arahan dari otoritas.

Marilou Danley tiba di Filipina pada 15 September, kemudian pergi selama tiga hari dan kembali lagi pada 22 September sebelum akhirnya kembali ke Amerika Serikat (AS) Selasa (3/10/2017) lalu.

Sejauh ini, yang publik tahu berdasarkan saudara laki-laki Stephen Paddock, Eric, Marilou Danley bertemu Stephen Paddock saat dia bekerja sebagai hostes kasino di Atlantis in Reno, Nevada, AS.

Stephen Paddock sering berjudi di sana dan bisa menghabiskan 10.000 dolar AS lebih dalam sehari.

"Mereka berdua itu pasangan yang menggemaskan, yang laki-laki besar dan yang perempuan kecil. Paddock mencintainya. Dia sangat menyayanginya," kata Eric yang sering main judi bareng Stephen Paddock.

Marilou Danley asli Filipina tapi berkewarganegaraan Australia. Saudara perempuan Marilou Danley yang tinggal di Queensland mengatakan Marilou Danley adalah "orang baik" yang tak tahu menahu soal rencana Stephen Paddock.

Sementara seorang pelayan Starbucks di tempat Stephen Paddock dan Marilou Danley sering nongkrong mengatakan dia mengamati bahwa Stephen Paddock sering memarahi Marilou Danley.

Esperanza Mendoza, supervisor toko tersebut, mengatakan bahwa tindak kekerasan tersebut terjadi saat Marilou Danley meminta untuk menggunakan kartu kasinonya untuk melakukan pembelian. Kartu-kartu itu, bentuk mata uang yang umum di Las Vegas, memungkinkan penjudi untuk mengeluarkan kredit yang diperoleh dari mesin game elektronik.

Esperanza Mendoza berkata: "Dia akan memelototi dia dan berkata dengan sikap yang kejam." Kamu tidak memerlukan kartu kasino saya untuk ini. Aku yang membayari minumanmu, sama seperti aku membayarmu.

"Kemudian dia dengan lembut akan berkata, 'OK,' dan melangkah mundur di belakangnya. Dia sangat kasar padanya di depan kami."

Lima puluh sembilan orang terbunuh dan lebih dari 500 orang terluka Minggu (1/10/2017) malam saat Stephen Paddock memecahkan jendela kamar suite hotelnya di lantai 32 dan mulai menembakkan beberapa senapan semi otomatis ke kerumunan di sebuah konser musik country.

Banyak dari senapan tersebut telah dimodifikasi dengan perangkat bump stock yang memungkinkan senapan api menembak dengan kecepatan yang sama dengan senjata otomatis, theguardian.com. (theguardian)

See Also

Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
jQuery Slider

Comments

  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.753.675 Since: 07.04.14 | 0.6261 sec