YouTube Facebook Twitter RSS
21 Jan 2018, 0

Internasional

Bangladesh Hancurkan Kapal Pengangkut Pengungsi Rohingya

Thursday, 05 October 2017 | View : 48

siarjustisia.com-SHAH PORIR DWIP.

Pihak berwenang Bangladesh menghancurkan sekitar 20 kapal pengangkut pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar, menuduh penyelundup memanfaatkan arus besar pengungsi untuk membawa methamphetamine masuk ke negara itu.

Para pengungsi mengatakan bahwa penjaga perbatasan juga memukul dan menangkap penumpang serta awak kapal ketika mereka berlabuh di Shah Porir Dwip, ujung Selatan Bangladesh pada Selasa (3/10/2017), sebelum akhirnya menghancurkan kapal-kapal tersebut.

Komandan Pasukan Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB), Letnan Kolonel Ariful Islam, membantah ada peristiwa pemukulan, dan mengatakan hal tersebut dilakukan sebagai tindakan keras terhadap perdagangan manusia dan penyelundupan methamphetamine, obat yang dikenal warga setempat sebagai ya ba.

"Kapal mencoba mengangkut penumpang tanpa izin," katanya.

Dia menuduh penyelenggara perjalanan kapal memanfaatkan warga Rohingya yang malang dengan meminta sejumlah uang untuk mengirim mereka melakukan perjalanan singkat menuju Bangladesh. Beberapa penumpang mengatakan bahwa mereka telah membayar 10.000 taka Bangladesh atau sekitar 1,6 juta Rupiah masing-masing untuk perjalanan tersebut, meski ada beberapa yang mengatakan bahwa ia menumpang tanpa dipungut biaya.

Lebih dari setengah juta warga Muslim Rohingya tiba di Bangladesh dari Myanmar, yang penduduknya kebanyakan beragama Buddha, sejak militer melancarkan aksi balasan menanggapi serangan gerilyawan pada 25 Agustus, sebuah aksi balasan yang digambarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai upaya "pembersihan suku".

Sementara itu, empat penumpang lainnya mengatakan bahwa mereka tidak melihat adanya obat terlarang yang diangkut di kapal tersebut. Namun, Letnan Kolonel Ariful Islam mengatakan bahwa pasukan penjaga perbatasan telah menemukan obat terlarang dengan jumlah besar di perairan sekitar kapal pada Selasa (3/10/2017). (ant)

See Also

Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
Amerika Serikat Akan Memulai Rencana Pemindahan Kedutaan Besarnya
Yordania Tolak Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Warga Korea Utara Gelar Perayaan Massal Uji Coba Rudal Hwasong 15
Mantan Penasihat Keamanan Presiden AS Didakwa Bohongi FBI Terkait Rusia
Militer Suriah Tembakkan Rudal Ke Jet Tempur Israel
Badai Hujan Dan Petir Berlanjut Di Melbourne
Warga AS Dipenjara Seumur Hidup Atas Pembunuhan Wanita Jepang
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.223.714 Since: 07.04.14 | 0.4095 sec