YouTube Facebook Twitter RSS
27 Jun 2019, 0

Hukum

Polrestabes Medan Tembak Mati Begal

Tuesday, 10 October 2017 | View : 207

siarjustisia.com-MEDAN.

Personel Sat Reskrim Polrestabes Medan bekerja sama dengan Polsek Medan Barat menembak mati pelaku begal yang merampok seorang wanita, Wita Astuti (31 tahun), di depan kantor Samsat, Jalan Putri Hijau, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Seorang karyawati bernama Wita Astuti (31 tahun), warga Jalan Budi Utomo Medan Tembung, kritis setelah dijambret dua orang pria mengendarai sepeda motor, Senin (1/10/2017) sekira pukul 23.00 WIB.

Selain mengalami luka parah akibat jatuh dari Honda Vario BK 6014 SAA yang dikendarainya, korban juga kehilangan tas warna hitam kotak-kotak berisi uang tunai Rp 1 juta, telepon genggam, dan surat berharga lainnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Febriansyah dalam paparannya di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Jl. K. H. Wahid Hasyim No.1, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Senin (9/10/2017), mengatakan bahwa tersangka yang ditembak mati berinisial AR (25 tahun), warga Jalan Satria Barat, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Perjuangan.

Saat akan ditangkap, menurut dia, tersangka mencoba melawan petugas dan akhirnya ditembak hingga ia tewas.

"Dalam kasus perampokan itu, tersangka AR yang merampas tas korban, mengakibatkan Astuti jatuh dari keretanya dan kritis terseret aspal jalan," ujar AKBP Febrianyah.

Ia menyebutkan, tersangka lainnya yakni ZS (29 tahun), warga Jalan Sentosa Lama, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan, yang berperan sebagai joki juga ditembak pada bagian kakinya.

Selain menyergap dua pelaku utama itu, polisi juga mengamankan dua tersangka lainnya yang turut membantu dan sebagai penadah barang hasil rampasan.

Keduanya, yakni berinisial JAP (25 tahun), warga Jalan Cokroaminoto, Kelurahan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan.

"Sedangkan seorang lagi berinisial DMP (22 tahun) warga Jalan Lubuk Kuda Medan," ucapnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Febriansyah menjelaskan tersangka JAP berperan menjual telepon genggam korban. Seorang lagi wanita berinisial DMP berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan.

Kasus tersebut terungkap setelah polisi mendapat petunjuk dari rekaman CCTV di sekitar Tempat Kejadian Perkara/TKP (depan Samsat) serta penyelidikan yang dilakukan.

"Pelaku kita ringkus dan pengungkapan kasus tersebut berkat CCTV. Dalam waktu 3 x 24 jam, gabungan dari Polsek Medan Barat dan Polrestabes Medan, dapat meringkus para pelaku sebanyak 3 orang beserta 1 orang penadah," katanya.

Ia mengatakan setelah diinterogasi, ternyata pelaku ini sudah lebih 11 kali beraksi dan merupakan seorang residivis. Pelaku eksekutor dan jokinya juga positif pengguna narkoba.

Bahkan masih ada kelompok lainnya dan tetap dilakukan penyidikan yang mendalam untuk menangkap komplotan pelaku lainnya.

Saat ini, Polrestabes Medan tetap mengantisipasi tindak kejahatan jalanan yang kian marak di ibukota Sumatera Utara itu dan mengupayakan keamanan pada masyarakat.

"Hal itu dilakukan jajaran Polrestabes Medan sesuai atensi Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw untuk membentuk tim anti begal sebagai antisipasi para pelaku kejahatan jalanan," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Febriansyah.

Kepolisian Resor Kota Medan sebaiknya memberlakukan jam malam untuk memberantas aksi begal yang marak sampai meminta korban jiwa pengemudi angkutan online, kata seorang pengamat.

"Jam malam tersebut untuk menertibkan perampokan yang selama ini sangat meresahkan masyarakat," kata Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Budiman Ginting di Medan, Selasa (10/10/2017).

Razia malam akan membuat pembegalan terhadap sopir, pengendara sepeda motor dan masyarakat berkurang yang akhir-akhir ini kian menjadi-jadi dan tidak merasa takut sedikit pun, ujar Budiman Ginting.

"Masyarakat jangan sampai merasa takut untuk ke luar rumah, dan polisi harus dapat melindungi mereka dari berbagai ancaman, gangguan dan lain sebagainya," kata Budiman Ginting.

Ruang gerak bekal juga bisa dipersempit dengan mengaktifkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) di seluruh Kota Medan, yang bisa membersihkan begal yang selama ini membuat takut warga kota Medan.

"Polrestabes Medan harus melaksanakan perintah Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw yang membentuk tim anti begal sebagai antisipasi para pelaku kejahatan jalanan," kata Guru Besar Fakultas Hukum USU itu.

Sopir Grab Car David Juhler Simanjuntak meninggal dunia Minggu pada tanggal 24 September 2017 dini hari, dengan puluhan luka tusuk di dalam parit di sebuah jalan di Medan. Mobil Toyota Avanza putih BK 1381 BP milik korban dibawa kabur begal. (ant)

See Also

Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.020.389 Since: 07.04.14 | 0.5513 sec