YouTube Facebook Twitter RSS
19 Nov 2017, 0

Ekonomi

Presiden Joko Widodo Sebut Indonesia-Laos Perkuat Kerja Sama

Thursday, 12 October 2017 | View : 27

siarjustisia.com-BOGOR.

Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dirinya dan Perdana Menteri (PM) Republik Demokratik Rakyat Laos Thongloun Sisoulith fokus untuk memperkuat kerja sama dan memproritaskan di bidang investasi, pertahanan keamanan, dan sosial budaya.

"Saya menyambut baik kerja sama bisnis yang menyertai kunjungan PM Laos. Saya yakin pertemuan bisnis akan membantu upaya meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi," kata Presiden Jokowi yang didampingi PM Thongloun, usai pertemuan bilateral dan penandatanganan nota kesepahaman di Istana Kepresidenan Bogor, Jalan Ir. H. Juanda No.1, Kelurahan Paledang, Kecamatan Kota Bogor Tengah, Kotamadya Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kamis (12/10/2017).

Presiden Jokowi juga mengungkapkan PM Laos ke Indonesia juga telah mengunjungi "Trade Expo Indonesia 2017" yang diadakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

"Merupakan hal istimewa bagi PM Thongloun juga telah mengunjungi 'Trade Expo Indonesia 2017'. Sektor perdagangan dan investasi yang dapat terus didorong, antara lain di bidang energi, pertambangan, pertanian," jelas Kepala Negara.

Presiden Jokowi mengatakan investor Indonesia sangat tertarik menamkan modal di bidang pupuk dan pertambangan ke Laos, dan dirinya mengharapkan kiranya rencana ini dapat segera direalisasikan.

Selain itu, menurut Presiden, industri statis Indonesia siap menyediakan berbagai produk berkualitas, seperti pesawat dan alat utama sistem senjata (alutsista) sesuai dengan yang diperlukan Laos.

Menteri Perdagangan Drs. Enggartiasto Lukita mengatakan pihak Laos tertarik untuk membeli industri alat utama sistem pertahanan (alutsista) dan pupuk dari Indonesia.

"Laos tertarik alutsista, kemudian juga dengan pupuk," beber mantan Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar periode 1998-2004, usai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos Thongloun Sisoulith di Istana Bogor, Jalan Ir. H. Juanda No.1, Kelurahan Paledang, Kecamatan Kota Bogor Tengah, Kotamadya Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kamis (12/10/2017).

Mantan Wakil Ketua BPD HIPMI Jakarta periode 1988-1993, Enggar juga mengungkapkan bahwa Laos juga tertarik industri furniture dari Indoesia ketika mengunjungi "Trade Expo Indonesia 2017" yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

"Tapi, mereka minta kita investasi di sana. Nanti barangnya modal dari sini, produksi ke sana," jelas mantan Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) periode 1992-1995.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini mengungkapkan bahwa nilai perdagangan Indonesia dan Laos mencapai 10,071 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau meningkat dibanding 8,55 juta dolar AS pada 2015.

"Sekarang perdagangan 10 juta dolar AS. Akan kita tingkatkan sebesar mungkin," ungkap mantan anggota DPR RI dari Partai Golongan Karya (Golkar) periode 1997-1999 dan 2004-2009.

Sebelumnya,Kementerian Pertahanan Laos menyampaikan ketertarikan mereka untuk kembali membeli produk-produk senjata PT. Pindad (Persero), kata Wakil Presiden Expor PT. Pindad (Persero) Ridi Djajakusuma.

"Kami melakukan presentasi di depan Kementerian Pertahanan Laos untuk kembali memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk Pindad. Mereka sangat tertarik untuk kembali membeli produk senjata Pindad. Yang sangat mereka incar itu short riffle dan amunisi," katanya di Vientiane, Laos, Minggu (24/9/2017).

PT. Pindad (Persero) merupakan salah satu perusahaan Indonesia yang berpartisipasi dalam Trade and Tourism Fair 2017 yang diselenggarakan KBRI di Vientiane, Laos, guna memperingati 60 tahun hubungan bilateral Indonesia-Laos.

Menurut Ridi Djajakusuma, hubungan kerja sama militer antara Indonesia dan Laos memang cukup erat.

Kementerian Pertahanan Laos sejak 2014 sudah membeli produk-produk senjata PT. Pindad (Persero), meliputi 60 pistol G2 Combat, 35 SS1 V2, 35 SS1 V4, serta amunisi.

"Pada pertemuan dengan Kementerian Pertahanan Laos tanggal 21 September kemarin mereka menyatakan tertarik membeli Pistol G2 Elite dan senjata Sniper buatan Pindad SPR 2 dan amunisi," ungkap Ridi Djajakusuma.

Perdana Menteri Laos pada Oktober tahun ini akan berkunjung ke Indonesia dan bertandang ke PT. Pindad (Persero).

Sebanyak 27 tentara Laos saat ini sedang mengikuti pelatihan di Indonesia. Mereka mendapat pelatihan dari Grup 1 Kopassus untuk persiapan "The ASEAN Armies Rifle Meet" (AARM) 2017 di Singapura.

"Mereka senang produk Pindad karena sejak membeli dan menggunakan produk Pindad mereka pernah jadi juara ke-3 di ARRM di Thailand," tutur Ridi Djajakusuma.

Presiden Jokowi juga mengatakan keinginan Indonesia untuk bekerja sama dalam menanggulangi penyalahgunaan obat-obatan dan perdagangan narkotika secara ilegal.

"Saya harap MoU pengawasan dan obat dapat segera ditindaklanjuti," ujar mantan Wali Kota Surakarta tersebut.

Berkaitan dengan kerja sama sosial budaya, Presiden meyakinkan PM Thongloun Sisoulith bahwa Indonesia senantiasa mendukung Laos dalam program peningkatan kapasitasnya.

"Saya menyambut baik pelajar dari Laos yang akan menempuh pendidikan di Indonesia," kata Presiden Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menegaskan bahwa PM Thongloun Sisoulith dan dirinya percaya bahwa hubungan bilateral sangat baik di antara kedua negara selama 60 tahun dan masa akan datang harus dapat dinikmati rakyat kedua negara.

"Karena itu, kita akan terus meningkatkan kerja sama demi untuk kemakmuran masyarakat kedua negara," kata Presiden Jokowi.

Pada tahun ini hubungan Indonesia-Laos merayakan 60 tahun hubungan bilateral. Presiden mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan tahun bahagia bagi Indonesia-Laos karena telah merayakan 60 tahun hubungan diplomatik.

"Banyak yang telah kita capai dalam 60 kerja sama ini," demikian Presiden Joko Widodo.

PM Thongloun Sisoulith mengatakan Laos setuju untuk menyepakati beberapa isu penting pada pembahasan dalam pertemuan bilateral yang menjadi kepentingan dari kedua negara.

"Saya yakin bahwa Laos dan Indonesia akan terus memperkuat kerjasama di bidang keamanan, perdagangan, perekonomian, investasi dan juga ke depan kerjasama kita di berbagai tingkat baik di regional maupun internasional," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa sebagai sesama anggota ASEAN akan terus berusaha brkontribusi pada peningkatan peran di level regional dan internasional.

"Atas nama pemerintah dan rakyat Laos kami menyampaikan terimakasih yang sangat tulus kepada pemerintah Indonesia atas dukungannya di berbagai bidang kepada kami dan berkontribusi juga pada peningkatan sosial ekonomi di Laos," katanya. (ant)

See Also

Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Era Global Buka Peluang Usaha Baru
Presiden Joko Widodo Resmikan Megaproyek PLTU Bernilai 5,87 Miliar Dolar
Pemerintah Akan Resmikan BBM Satu Harga Di Seram
Presiden Joko Widodo Ngopi Sore Bersama Pelaku Industri Kopi Indonesia
Presiden Joko Widodo Dorong Pengusaha Kopi Promosikan Sektor Hulu
Industri Kreatif Tas Potensial Dikembangkan
Bupati Kudus Sebut Tiga Tantangan Pembangunan Pertanian
Indeks CAC-40 Prancis Menguat
Yuan China Menguat Terhadap Dolar AS
Babinsa Koramil 05/Cepu Turun Sawah Pendampingan Petani
Pasi Ter Kodim 0721/Blora Monitoring Rastra
Opel Automobile GmbH Kembali Merugi
PLTU Jawa 4 Telan Investasi 4,2 Miliar Dolar AS
Pedagang Beras Menjual Di Atas HET Dicabut Ijin
Kodim 0721/Blora Gelar Rakor Pengendalian Harga Pangan
Peduli Warga, Babinsa Koramil 03/Banjarejo Bantu Panen Jagung
Dolar AS Melemah
Petani Wilayah Kodim 0721/Blora Makmur
Babinsa Berikan Motivasi Petani
Wall Street Berakhir Jatuh
Indeks Nikkei-225 Melemah Ketika Yen Menguat
Harga Emas Berbalik Naik
Indeks Straits Times Turun Tipis
Penguatan Data Ekonomi AS Tekan Harga Emas Turun
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.803.313 Since: 07.04.14 | 0.6912 sec