YouTube Facebook Twitter RSS
22 Sep 2018, 0

Hukum

Kapolda Jatim Perintahkan Usut Akun FB Penghina Kiai Dan NU

Thursday, 12 October 2017 | View : 351

siarjustisia.com-SURABAYA.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) kelahiran Ketintang, Gayungan, Kota Surabaya yakni Irjen Pol. Drs. Machfud Arifin, S.H. telah memerintahkan anggota mengusut pelaku penghina Kiai dan pelecehan logo Nahdlatul Ulama (NU) di media sosial (medsos).

"Kita nggak main-main. Sudah saya perintahkan ke anggota saya. Sekarang ditangani Ditreskrimsus (Direktorat Reserse Kriminal Khusus)," tegas mantan Kapolda Kalsel pada masa jabatan 9 September 2013-5 Juni 2015, Irjen Pol. Drs. Machfud Arifin, S.H. di sela meninjau kesiapan lapangan Kapolda Cup Tenis Meja di Gedung DBL Arena Surabaya, Jalan Frontage Ahmad Yani Siwalankerto No.88, Ketintang, Gayungan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim) Kamis (12/10/2017).

Mantan Kasat Serse Polres Belitung Polda Sumsel pada tahun 1987 ini mengatakan, pihaknya akan memproses laporan dugaan penghinaan terhadap Kiai dan NU melalui medsos.

"Memenuhi aturan persyaratan hukumnya ya kita kejar, tindak," tandas mantan Kapolda Maluku Utara (Malut) pada masa jabatan 25 Maret 2013-9 September 2013.

Kapolda asal Kota Surabaya yang lahir pada tanggal 6 September 1960 ini mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan kabar di media sosial (medsos) tersebut.

"Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing kabar di media sosial itu dan tetap menjaga kondusifitas Jawa Timur. Serahkan kepada petugas polisi, dan mohon waktunya, semoga anggota saya dapat menangkap. Kalau tertangkap lebih cepat, saya lebih senang," tutur mantan Kapolres Deli Serdang Polda Sumut pada tahun 2002.

Sebelumnya, Gerakan Pemuda (GP) Ansor mendatangi Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim. GP Ansor melaporkan beberapa akun di media sosial (medsos) yakni Facebook yang diduga melakukan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap para Kiai, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor K. H. Yaqut Cholil Qoumas hingga lambang lembaga Nahdlatul Ulama (NU), pada Kamis (12/10/2017).

GP Ansor melaporkan kasus tersebut setelah beberapa upaya penyelesaian secara kekeluargaan tak dihiraukan oleh pemilik akun di media sosial (medsos) tersebut. (det/jos)

See Also

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.624.135 Since: 07.04.14 | 0.6058 sec