YouTube Facebook Twitter RSS
25 Jun 2018, 0

Hukum

Kapolda Jatim Perintahkan Usut Akun FB Penghina Kiai Dan NU

Thursday, 12 October 2017 | View : 298

siarjustisia.com-SURABAYA.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) kelahiran Ketintang, Gayungan, Kota Surabaya yakni Irjen Pol. Drs. Machfud Arifin, S.H. telah memerintahkan anggota mengusut pelaku penghina Kiai dan pelecehan logo Nahdlatul Ulama (NU) di media sosial (medsos).

"Kita nggak main-main. Sudah saya perintahkan ke anggota saya. Sekarang ditangani Ditreskrimsus (Direktorat Reserse Kriminal Khusus)," tegas mantan Kapolda Kalsel pada masa jabatan 9 September 2013-5 Juni 2015, Irjen Pol. Drs. Machfud Arifin, S.H. di sela meninjau kesiapan lapangan Kapolda Cup Tenis Meja di Gedung DBL Arena Surabaya, Jalan Frontage Ahmad Yani Siwalankerto No.88, Ketintang, Gayungan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim) Kamis (12/10/2017).

Mantan Kasat Serse Polres Belitung Polda Sumsel pada tahun 1987 ini mengatakan, pihaknya akan memproses laporan dugaan penghinaan terhadap Kiai dan NU melalui medsos.

"Memenuhi aturan persyaratan hukumnya ya kita kejar, tindak," tandas mantan Kapolda Maluku Utara (Malut) pada masa jabatan 25 Maret 2013-9 September 2013.

Kapolda asal Kota Surabaya yang lahir pada tanggal 6 September 1960 ini mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan kabar di media sosial (medsos) tersebut.

"Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing kabar di media sosial itu dan tetap menjaga kondusifitas Jawa Timur. Serahkan kepada petugas polisi, dan mohon waktunya, semoga anggota saya dapat menangkap. Kalau tertangkap lebih cepat, saya lebih senang," tutur mantan Kapolres Deli Serdang Polda Sumut pada tahun 2002.

Sebelumnya, Gerakan Pemuda (GP) Ansor mendatangi Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim. GP Ansor melaporkan beberapa akun di media sosial (medsos) yakni Facebook yang diduga melakukan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap para Kiai, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor K. H. Yaqut Cholil Qoumas hingga lambang lembaga Nahdlatul Ulama (NU), pada Kamis (12/10/2017).

GP Ansor melaporkan kasus tersebut setelah beberapa upaya penyelesaian secara kekeluargaan tak dihiraukan oleh pemilik akun di media sosial (medsos) tersebut. (det/jos)

See Also

Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.175.575 Since: 07.04.14 | 0.6053 sec