YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2018, 0

Hukum

Kapolda Jatim Perintahkan Usut Akun FB Penghina Kiai Dan NU

Thursday, 12 October 2017 | View : 387

siarjustisia.com-SURABAYA.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) kelahiran Ketintang, Gayungan, Kota Surabaya yakni Irjen Pol. Drs. Machfud Arifin, S.H. telah memerintahkan anggota mengusut pelaku penghina Kiai dan pelecehan logo Nahdlatul Ulama (NU) di media sosial (medsos).

"Kita nggak main-main. Sudah saya perintahkan ke anggota saya. Sekarang ditangani Ditreskrimsus (Direktorat Reserse Kriminal Khusus)," tegas mantan Kapolda Kalsel pada masa jabatan 9 September 2013-5 Juni 2015, Irjen Pol. Drs. Machfud Arifin, S.H. di sela meninjau kesiapan lapangan Kapolda Cup Tenis Meja di Gedung DBL Arena Surabaya, Jalan Frontage Ahmad Yani Siwalankerto No.88, Ketintang, Gayungan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim) Kamis (12/10/2017).

Mantan Kasat Serse Polres Belitung Polda Sumsel pada tahun 1987 ini mengatakan, pihaknya akan memproses laporan dugaan penghinaan terhadap Kiai dan NU melalui medsos.

"Memenuhi aturan persyaratan hukumnya ya kita kejar, tindak," tandas mantan Kapolda Maluku Utara (Malut) pada masa jabatan 25 Maret 2013-9 September 2013.

Kapolda asal Kota Surabaya yang lahir pada tanggal 6 September 1960 ini mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan kabar di media sosial (medsos) tersebut.

"Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing kabar di media sosial itu dan tetap menjaga kondusifitas Jawa Timur. Serahkan kepada petugas polisi, dan mohon waktunya, semoga anggota saya dapat menangkap. Kalau tertangkap lebih cepat, saya lebih senang," tutur mantan Kapolres Deli Serdang Polda Sumut pada tahun 2002.

Sebelumnya, Gerakan Pemuda (GP) Ansor mendatangi Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim. GP Ansor melaporkan beberapa akun di media sosial (medsos) yakni Facebook yang diduga melakukan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap para Kiai, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor K. H. Yaqut Cholil Qoumas hingga lambang lembaga Nahdlatul Ulama (NU), pada Kamis (12/10/2017).

GP Ansor melaporkan kasus tersebut setelah beberapa upaya penyelesaian secara kekeluargaan tak dihiraukan oleh pemilik akun di media sosial (medsos) tersebut. (det/jos)

See Also

KPK Tetapkan Mantan Pejabat Kemendagri Tersangka Korupsi 2 Gedung IPDN
KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.115.167 Since: 07.04.14 | 0.6157 sec