YouTube Facebook Twitter RSS
24 Jun 2018, 0

Nusantara

Kapolri Minta Impor Senjata Jangan Jadi Polemik

Thursday, 12 October 2017 | View : 271

siarjustisia.com-JAKARTA.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. meminta persoalan importasi senjata api oleh polisi tidak dijadikan polemik kembali di kalangan masyarakat.

Pemerintah, terang mantan Kapolda Papua masa jabatan 21 September 2012-16 Juli 2014, juga sudah membentuk tim internal untuk mengentaskan hal itu yang dikoordinasikan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (MenkoPolhukam), Wiranto. Biarkan tim ini bekerja dan hasilnya nanti dipaparkan ke publik.

"Oleh karena itu, saya berpikir bahwa polemik mengenai senjata api termasuk yang di Brimob tidak menjadi polemik yang berkelanjutan," jelas mantan Kadensus 88/AT Bareskrim Polri (2009-2010), Jend. Pol. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jenderal Gatot Subroto, RT01/RW03, Gelora Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017).

Mantan Kepala Polda (Kapolda) Metro Jaya itu juga menegaskan hubungan TNI dan polisi baik-baik saja. Penghembusan polemik importasi senjata itu memberi impresi ada konflik di antara TNI dan polisi, padahal tidak benar.

Pada 2018 akan digelar ratusan Pilkada di seluruh nusantara, sementara pada 2019 akan dilaksanakan Pemilu nasional untuk memilih presiden-wakil presiden periode 2019-2024.

"Panglima TNI sepakat dengan kami saat apel lalu, sudah menyampaikan tegas dengan Kepolisian Indonesia bahwa hubungan Kepolisian Indonesia dengan TNI di semua lini harus solid. Saya sudah perintahkan jajaran jangan terpengaruh dengan isu-isu ini," pungkas mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) masa jabatan 16 Maret 2016-13 Juli 2016.

Belakangan ini, "bongkar-membongkar" isi dokumen importasi senjata dan amunisi marak terjadi di media sosial. Yang paling fenomenal adalah kehadiran 280 unit peluncur granat mandiri (stand-alone grenade launcher) buatan pabrikan Arsenal, Bulgaria, dengan kaliber 40x46 milimeter, plus 5.932 amunisi fragmented-nya. (ant)

See Also

Basarnas Telah Mengetahui Lokasi Tenggelamnya KM Sinar Bangun
Radius Pencarian Korban KM Sinar Bangun Diperluas
Kementerian Sosial Sediakan Logistik Untuk Pencarian Korban KM Sinar Bangun
Kecelakaan Tragis Mobil Menabrak Baja Pembatas Jalan
Mendagri Lantik Penjabat Gubernur Sumatera Utara
Nahkoda KM Sinar Bangun Diamankan
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Dandim 0716/Demak Tekankan Netralitas Dalam Apel Pengecekan Personel Jelang Pilkada
Pencarian Korban KM Sinar Bangun Terkendala Kedalaman Danau Toba
Kodim 0716/Demak Gelar Apel Pengecekan Usai Cuti Lebaran
Arus Balik Di Jalan Arteri Karawang Padat Merayap
Daftar Korban Hilang KM Sinar Bangun
Mendagri Lantik Plt Gubernur Jawa Barat
Jasad Seorang Wanita Ditemukan Dalam Perut Ular Sanca
Perempuan Ditelan Ular Sanca
Kronologi Perempuan Tewas Dimakan Ular
Truk Sampah Dinas LH DKI Hampir Jatuh Dari Jalan Tol Layang
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Ringankan Beban Warga Kurang Mampu, Koramil 01/Demak Buat Jamban Sehat
Babinsa Koramil 02/Bonang Bantu Bagikan Sembako Saat Jelang Lebaran
Koramil 02/Bonang Bersama FKU Dan Umaroh Bersinergi Ciptakan Kebaikan Dan Kedamaian
Prajurit Kodim 0716/Demak Tes Urine Secara Acak
Babinsa Terus Dampingi Petani Saat Pengubinan
Tausiyah Gus Ghofur Dalam Peringatan Nuzulul Quran Di UMK
Danramil 05/Mijen Tekankan Pentingnya Membaca Dan Mengamalkan Al-Quran Dalam Kehidupan Sehari-hari
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.171.746 Since: 07.04.14 | 0.5913 sec