YouTube Facebook Twitter RSS
21 Feb 2018, 0

Nusantara

Kapolri Minta Impor Senjata Jangan Jadi Polemik

Thursday, 12 October 2017 | View : 205

siarjustisia.com-JAKARTA.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. meminta persoalan importasi senjata api oleh polisi tidak dijadikan polemik kembali di kalangan masyarakat.

Pemerintah, terang mantan Kapolda Papua masa jabatan 21 September 2012-16 Juli 2014, juga sudah membentuk tim internal untuk mengentaskan hal itu yang dikoordinasikan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (MenkoPolhukam), Wiranto. Biarkan tim ini bekerja dan hasilnya nanti dipaparkan ke publik.

"Oleh karena itu, saya berpikir bahwa polemik mengenai senjata api termasuk yang di Brimob tidak menjadi polemik yang berkelanjutan," jelas mantan Kadensus 88/AT Bareskrim Polri (2009-2010), Jend. Pol. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jenderal Gatot Subroto, RT01/RW03, Gelora Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017).

Mantan Kepala Polda (Kapolda) Metro Jaya itu juga menegaskan hubungan TNI dan polisi baik-baik saja. Penghembusan polemik importasi senjata itu memberi impresi ada konflik di antara TNI dan polisi, padahal tidak benar.

Pada 2018 akan digelar ratusan Pilkada di seluruh nusantara, sementara pada 2019 akan dilaksanakan Pemilu nasional untuk memilih presiden-wakil presiden periode 2019-2024.

"Panglima TNI sepakat dengan kami saat apel lalu, sudah menyampaikan tegas dengan Kepolisian Indonesia bahwa hubungan Kepolisian Indonesia dengan TNI di semua lini harus solid. Saya sudah perintahkan jajaran jangan terpengaruh dengan isu-isu ini," pungkas mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) masa jabatan 16 Maret 2016-13 Juli 2016.

Belakangan ini, "bongkar-membongkar" isi dokumen importasi senjata dan amunisi marak terjadi di media sosial. Yang paling fenomenal adalah kehadiran 280 unit peluncur granat mandiri (stand-alone grenade launcher) buatan pabrikan Arsenal, Bulgaria, dengan kaliber 40x46 milimeter, plus 5.932 amunisi fragmented-nya. (ant)

See Also

Babinsa Gendong Mbah Darkum Saat Evakuasi Bencana Banjir
Upacara 17-an Dilanjutkan Acara Wisuda Purna Tugas
Prof. Fathur Sebut Menara Tetenger Strategi Dakwah Sunan Kudus Yang Sejuk
Racikan Masakan Danramil 11/Sayung Menangkal Lapar Korban Banjir
Babinsa Koramil 11/Sayung Bersama Guru Selamatkan Buku Pelajaran Dari Banjir
Sinergitas TNI Polri Memberikan Rasa Aman Pada Perayaan Imlek
Danramil 11/Sayung Dampingi Bupati Demak Tinjau Langsung Lokasi Banjir
Sungguh Mulia! Tentara Koramil 11/Sayung Bantu Gendong Anak Sekolah Korban Banjir
7 Rumah Korban Angin Puting Beliung Langsung Direspon Forkopimcam Mranggen
Danramil 02/Bonang Beserta Anggota Laksanakan Salat Subuh Berjamaah Bersama Dengan Kapolres Demak
Babinsa Koramil 04/Dempet Bina Pemuda Yang Mau Masuk Prajurit TNI AD
Kodim 0716/Demak Peringati HUT Ke-64 Dengan Kesederhanaan Dan Penuh Doa
Kepemimpinan Bertumbuh Ala Prof. Fathur Rokhman
Meminimalisir Pelanggaran Lalin, Unit Sub Denpom Pati Laksanakan Gaktib
Tim Gabungan Analisis Penyebab Kecelakaan Maut Di Tanjakan Emen
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut Di Tanjakan Emen Subang
Korban Kecelakaan Maut Tanjakan Emen Subang Diambil Keluarga Di RSUD Subang
Penyelidikan Awal Penyebab Kecelakaan Di Tanjakan Emen Subang
Dosen Dan Peneliti Ikuti Pelatihan HKI
Banyak Korban Tewas Kecelakaan Bus Di Tanjakan Emen Subang
Kecelakaan Bus Di Tanjakan Emen Subang
TNI-Polri Bersinergi Untuk Keamanan Pilkada Di Demak
Tim Sergab Kodim 0716/Demak Siap Turun Lapangan
Kecamatan Bonang Galakkan Jumat Bersih
Dandim 0716/Demak Tegaskan Netralitas Dalam Rakor Peningkatan Partisipasi Masyarakat PilGub Jateng
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.395.709 Since: 07.04.14 | 0.7359 sec