YouTube Facebook Twitter RSS
23 Nov 2017, 0

Nusantara

Kapolri Minta Impor Senjata Jangan Jadi Polemik

Thursday, 12 October 2017 | View : 121

siarjustisia.com-JAKARTA.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. meminta persoalan importasi senjata api oleh polisi tidak dijadikan polemik kembali di kalangan masyarakat.

Pemerintah, terang mantan Kapolda Papua masa jabatan 21 September 2012-16 Juli 2014, juga sudah membentuk tim internal untuk mengentaskan hal itu yang dikoordinasikan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (MenkoPolhukam), Wiranto. Biarkan tim ini bekerja dan hasilnya nanti dipaparkan ke publik.

"Oleh karena itu, saya berpikir bahwa polemik mengenai senjata api termasuk yang di Brimob tidak menjadi polemik yang berkelanjutan," jelas mantan Kadensus 88/AT Bareskrim Polri (2009-2010), Jend. Pol. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jenderal Gatot Subroto, RT01/RW03, Gelora Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017).

Mantan Kepala Polda (Kapolda) Metro Jaya itu juga menegaskan hubungan TNI dan polisi baik-baik saja. Penghembusan polemik importasi senjata itu memberi impresi ada konflik di antara TNI dan polisi, padahal tidak benar.

Pada 2018 akan digelar ratusan Pilkada di seluruh nusantara, sementara pada 2019 akan dilaksanakan Pemilu nasional untuk memilih presiden-wakil presiden periode 2019-2024.

"Panglima TNI sepakat dengan kami saat apel lalu, sudah menyampaikan tegas dengan Kepolisian Indonesia bahwa hubungan Kepolisian Indonesia dengan TNI di semua lini harus solid. Saya sudah perintahkan jajaran jangan terpengaruh dengan isu-isu ini," pungkas mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) masa jabatan 16 Maret 2016-13 Juli 2016.

Belakangan ini, "bongkar-membongkar" isi dokumen importasi senjata dan amunisi marak terjadi di media sosial. Yang paling fenomenal adalah kehadiran 280 unit peluncur granat mandiri (stand-alone grenade launcher) buatan pabrikan Arsenal, Bulgaria, dengan kaliber 40x46 milimeter, plus 5.932 amunisi fragmented-nya. (ant)

See Also

Kodim 0716/Demak Berantas Penderita Katarak Warganya
HUT KORPRI Ke-46 ASN Ziarah Ke TMP
Koramil 08/Karanganyar Baksos Dalam Rangka Hari Juang Kartika
Danramil 13/Karangawen Sebut Setetes Darah Bisa Menyelamatkan Nyawa Seseorang
Upacara Minggu Militer Dan Wisuda Purna Tugas
Babinsa Kodim 0716/Demak Pantau Jalannya Unjuk Rasa
Bupati Kudus Nilai Penting Gelaran Ekspo Kreativitas Dan Inovasi
Kuasa Bahasa Dikupas Dalam Kuliah Umum Prodi PBSI UMK
Kevin Liliana Miss Internasional 2017
Pasi Ops Kodim 0716/Demak Menggelar Materi Wasbang Di Depan Kades Terpilih Se Kabupaten Demak
Rapat Koordinasi Digelar Demi Kelancaran Pelaksanaan Garjas
Percepat Masa Tanam Dengan Traktor
Sekda Kudus Buka Pekan Ekspo Kreativitas Dan Inovasi UMK
Veteran Demak Nostalgia Akan Sejarah Dengan Nobar
Warga Kodim 0716/Demak Turut Dalam Car Free Day
Mahapasti Gelar Konservasi Mangrove Dan Bersih Pantai
Ibu Persit Kodim 0716/Demak Menyabet 2 Penghargaan
Kodim 0716/Demak Kedatangan Tim Wasrik ItDam IV/Diponegoro
Rektor UMK Sebut Tiga Syarat Menjadi Pemimpin
Polisi Gelar Operasi Zebra Mulai 1-14 November 2017 Di Seluruh Indonesia
Pemkot Bukittinggi Siapkan Penampungan Sementara Pascakebakaran Pasar Atas
800 Kios Di Pasar Atas Bukittinggi Habis Terbakar
Bukittinggi Siapkan Pasar Banto Lokasi Penampungan Korban Kebakaran Pasar Atas
Menpora Sebutkan Teladani Tokoh Pemuda Yang Lahirkan Sumpah Pemuda
Partai Golkar Dukung Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien Syafiuddin Di Pilgub Jabar
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.834.486 Since: 07.04.14 | 0.8605 sec