YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jan 2019, 0

Hukum

Kejaksaan Agung Tetapkan 3 Dirut Sebagai Tersangka Baru Korupsi Transjakarta

Saturday, 16 August 2014 | View : 385

siarjustisia.com-JAKARTA.

Usai menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan bus transjakarta tahun anggaran 2013, kini Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan tiga tersangka lain.

Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung kembali menetapkan tersangka terkait kasus dugaan korupsi pengadaan armada bus transjakarta di Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2013.

Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tiga orang dari pihak swasta sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi pengadaan dan peremajaan Bus transjakarta tahun 2013.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung), Tony Tri Spontana, mengungkapkan, ketiga para tersangka baru tersebut yakni rekanan penyedia barang dalam pengadaan bus transjakarta single dan bus articulated. Status mereka naik dari saksi menjadi tersangka pada hari Rabu 13 Agustus 2014.

Ketiga tersangka baru tersebut adalah Direktur Utama (Dirut) PT. Ifani Dewi, Agus Sudiarso, Dirut PT. Korindo Motors, CCK (Chen Chong Kyeong), dan Dirut PT. New Armada/PT. Mobilindo Armada Cemerlang, Budi Susanto.

"BS adalah Direktur Utama PT. New Armada atau PT. Mobilindo Armana Cemerlang, kemudian AS adalah Direktur Utama PT. Ifani Dewi, serta CCK yang merupakan Direktur Utama PT, Korindo Motors," ungkap Tony Tri Spontana saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (15/8/2014).

“Mereka ditetapkan sebagai tersangka, sejak Rabu (13/8/2014),” beber Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony Tri Spontana di Jakarta, Jumat (15/8/2014).

Lebih lanjut dia mengatakan, meski menetapkan tiga tersangka baru, Kejagung masih membuka peluang adanya penambahan jumlah tersangka baru dalam perkara korupsi proyek senilai Rp 1,5 triliun tersebut.

Dengan ditetapkannya tiga Dirut dari perusahaan yang berbeda sebagai tersangka, maka jumlah tersangka dalam kasus transjakarta menjadi tujuh orang.

Dikabarkan sebelumnya, Kejagung telah menetapkan empat tersangka, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Udar Pristono, beserta dua mantan anak buahnya, yakni Drajat Adhyaksa dan  Setyo Tuhu. Kemudian, selaku Direktur di BPPT, Prawoto.

Dari seluruh tersangka hanya Drajat Adhyaksa dan Setyo Tuhu yang ditahan.

Drajat Adhyaksa merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengadaan bus peremajaan angkutan umum reguler dan kegiatan pengadaan armada bus transjakarta tahun 2013, sedangkan Setyo Tuhu adalah Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Diketahui, berkas keduanya telah dilimpahkan tim penyidik ke penuntutan dan tinggal menunggu waktu untuk diadili.

Tony Tri Spontana menjelaskan, penetapan menjadi tersangka kepada ketiganya berdasarkan keterangan dari 60 orang saksi termasuk keterangan saksi ahli. Tidak hanya itu, penyidik juga mengorek keterangan dari empat tersangka sebelumnya yaitu Udar Pristono, Prawoto, Drajat Adhyaksa dan Setyo Tuhu.

Untuk menambah alat bukti, kejaksaan menyertakan hasil pemeriksaan spesifikasi teknis terhadap 125 bus.

Penyidik, sambung dia, juga melakukan pemeriksaan secara fisik pada 125 bus, dan berdasarkan hasil penelitian terhadap alat bukti dokumen, surat, dan barang bukti lain yang telah disita.

"Mereka sebagai rekanan yang menyediakan barang. Bus tersebut memang setelah pengecekan, tidak masuk dalam spesifikasi," terang Tony Tri Spontana kepada awak media, Jumat (15/8/2014).

"Dengan adanya rekanan yang dijadikan tersangka, maka klop siapa yang harus bertanggungjawab dalam kasus ini," papar Tony Tri Spontana.

Di samping itu, penyidik juga telah menerima hasil penghitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP), yang telah ditetapkan yaitu sebesar Rp 54.389.065.200.

Penyidikan kasus ini sampai ke China untuk pembuktian. Kejaksaan dalam laporannya menemukan, ada dugaan perusahaan bodong. (sp/jos)

See Also

Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Artis Kembali Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Polres Metro Jakarta Selatan Gali Motif Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Polres Metro Jakarta Selatan Tangkap Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.247.801 Since: 07.04.14 | 0.6736 sec