YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Hukum

Kejaksaan Agung Tetapkan 3 Dirut Sebagai Tersangka Baru Korupsi Transjakarta

Saturday, 16 August 2014 | View : 364

siarjustisia.com-JAKARTA.

Usai menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan bus transjakarta tahun anggaran 2013, kini Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan tiga tersangka lain.

Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung kembali menetapkan tersangka terkait kasus dugaan korupsi pengadaan armada bus transjakarta di Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2013.

Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tiga orang dari pihak swasta sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi pengadaan dan peremajaan Bus transjakarta tahun 2013.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung), Tony Tri Spontana, mengungkapkan, ketiga para tersangka baru tersebut yakni rekanan penyedia barang dalam pengadaan bus transjakarta single dan bus articulated. Status mereka naik dari saksi menjadi tersangka pada hari Rabu 13 Agustus 2014.

Ketiga tersangka baru tersebut adalah Direktur Utama (Dirut) PT. Ifani Dewi, Agus Sudiarso, Dirut PT. Korindo Motors, CCK (Chen Chong Kyeong), dan Dirut PT. New Armada/PT. Mobilindo Armada Cemerlang, Budi Susanto.

"BS adalah Direktur Utama PT. New Armada atau PT. Mobilindo Armana Cemerlang, kemudian AS adalah Direktur Utama PT. Ifani Dewi, serta CCK yang merupakan Direktur Utama PT, Korindo Motors," ungkap Tony Tri Spontana saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (15/8/2014).

“Mereka ditetapkan sebagai tersangka, sejak Rabu (13/8/2014),” beber Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony Tri Spontana di Jakarta, Jumat (15/8/2014).

Lebih lanjut dia mengatakan, meski menetapkan tiga tersangka baru, Kejagung masih membuka peluang adanya penambahan jumlah tersangka baru dalam perkara korupsi proyek senilai Rp 1,5 triliun tersebut.

Dengan ditetapkannya tiga Dirut dari perusahaan yang berbeda sebagai tersangka, maka jumlah tersangka dalam kasus transjakarta menjadi tujuh orang.

Dikabarkan sebelumnya, Kejagung telah menetapkan empat tersangka, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Udar Pristono, beserta dua mantan anak buahnya, yakni Drajat Adhyaksa dan  Setyo Tuhu. Kemudian, selaku Direktur di BPPT, Prawoto.

Dari seluruh tersangka hanya Drajat Adhyaksa dan Setyo Tuhu yang ditahan.

Drajat Adhyaksa merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengadaan bus peremajaan angkutan umum reguler dan kegiatan pengadaan armada bus transjakarta tahun 2013, sedangkan Setyo Tuhu adalah Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Diketahui, berkas keduanya telah dilimpahkan tim penyidik ke penuntutan dan tinggal menunggu waktu untuk diadili.

Tony Tri Spontana menjelaskan, penetapan menjadi tersangka kepada ketiganya berdasarkan keterangan dari 60 orang saksi termasuk keterangan saksi ahli. Tidak hanya itu, penyidik juga mengorek keterangan dari empat tersangka sebelumnya yaitu Udar Pristono, Prawoto, Drajat Adhyaksa dan Setyo Tuhu.

Untuk menambah alat bukti, kejaksaan menyertakan hasil pemeriksaan spesifikasi teknis terhadap 125 bus.

Penyidik, sambung dia, juga melakukan pemeriksaan secara fisik pada 125 bus, dan berdasarkan hasil penelitian terhadap alat bukti dokumen, surat, dan barang bukti lain yang telah disita.

"Mereka sebagai rekanan yang menyediakan barang. Bus tersebut memang setelah pengecekan, tidak masuk dalam spesifikasi," terang Tony Tri Spontana kepada awak media, Jumat (15/8/2014).

"Dengan adanya rekanan yang dijadikan tersangka, maka klop siapa yang harus bertanggungjawab dalam kasus ini," papar Tony Tri Spontana.

Di samping itu, penyidik juga telah menerima hasil penghitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP), yang telah ditetapkan yaitu sebesar Rp 54.389.065.200.

Penyidikan kasus ini sampai ke China untuk pembuktian. Kejaksaan dalam laporannya menemukan, ada dugaan perusahaan bodong. (sp/jos)

See Also

KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.971.341 Since: 07.04.14 | 0.5967 sec