YouTube Facebook Twitter RSS
17 Jul 2019, 0

Hukum

Kejaksaan Agung Tetapkan 3 Dirut Sebagai Tersangka Baru Korupsi Transjakarta

Saturday, 16 August 2014 | View : 451

siarjustisia.com-JAKARTA.

Usai menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan bus transjakarta tahun anggaran 2013, kini Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan tiga tersangka lain.

Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung kembali menetapkan tersangka terkait kasus dugaan korupsi pengadaan armada bus transjakarta di Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2013.

Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tiga orang dari pihak swasta sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi pengadaan dan peremajaan Bus transjakarta tahun 2013.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung), Tony Tri Spontana, mengungkapkan, ketiga para tersangka baru tersebut yakni rekanan penyedia barang dalam pengadaan bus transjakarta single dan bus articulated. Status mereka naik dari saksi menjadi tersangka pada hari Rabu 13 Agustus 2014.

Ketiga tersangka baru tersebut adalah Direktur Utama (Dirut) PT. Ifani Dewi, Agus Sudiarso, Dirut PT. Korindo Motors, CCK (Chen Chong Kyeong), dan Dirut PT. New Armada/PT. Mobilindo Armada Cemerlang, Budi Susanto.

"BS adalah Direktur Utama PT. New Armada atau PT. Mobilindo Armana Cemerlang, kemudian AS adalah Direktur Utama PT. Ifani Dewi, serta CCK yang merupakan Direktur Utama PT, Korindo Motors," ungkap Tony Tri Spontana saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (15/8/2014).

“Mereka ditetapkan sebagai tersangka, sejak Rabu (13/8/2014),” beber Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony Tri Spontana di Jakarta, Jumat (15/8/2014).

Lebih lanjut dia mengatakan, meski menetapkan tiga tersangka baru, Kejagung masih membuka peluang adanya penambahan jumlah tersangka baru dalam perkara korupsi proyek senilai Rp 1,5 triliun tersebut.

Dengan ditetapkannya tiga Dirut dari perusahaan yang berbeda sebagai tersangka, maka jumlah tersangka dalam kasus transjakarta menjadi tujuh orang.

Dikabarkan sebelumnya, Kejagung telah menetapkan empat tersangka, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Udar Pristono, beserta dua mantan anak buahnya, yakni Drajat Adhyaksa dan  Setyo Tuhu. Kemudian, selaku Direktur di BPPT, Prawoto.

Dari seluruh tersangka hanya Drajat Adhyaksa dan Setyo Tuhu yang ditahan.

Drajat Adhyaksa merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengadaan bus peremajaan angkutan umum reguler dan kegiatan pengadaan armada bus transjakarta tahun 2013, sedangkan Setyo Tuhu adalah Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Diketahui, berkas keduanya telah dilimpahkan tim penyidik ke penuntutan dan tinggal menunggu waktu untuk diadili.

Tony Tri Spontana menjelaskan, penetapan menjadi tersangka kepada ketiganya berdasarkan keterangan dari 60 orang saksi termasuk keterangan saksi ahli. Tidak hanya itu, penyidik juga mengorek keterangan dari empat tersangka sebelumnya yaitu Udar Pristono, Prawoto, Drajat Adhyaksa dan Setyo Tuhu.

Untuk menambah alat bukti, kejaksaan menyertakan hasil pemeriksaan spesifikasi teknis terhadap 125 bus.

Penyidik, sambung dia, juga melakukan pemeriksaan secara fisik pada 125 bus, dan berdasarkan hasil penelitian terhadap alat bukti dokumen, surat, dan barang bukti lain yang telah disita.

"Mereka sebagai rekanan yang menyediakan barang. Bus tersebut memang setelah pengecekan, tidak masuk dalam spesifikasi," terang Tony Tri Spontana kepada awak media, Jumat (15/8/2014).

"Dengan adanya rekanan yang dijadikan tersangka, maka klop siapa yang harus bertanggungjawab dalam kasus ini," papar Tony Tri Spontana.

Di samping itu, penyidik juga telah menerima hasil penghitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP), yang telah ditetapkan yaitu sebesar Rp 54.389.065.200.

Penyidikan kasus ini sampai ke China untuk pembuktian. Kejaksaan dalam laporannya menemukan, ada dugaan perusahaan bodong. (sp/jos)

See Also

Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.097.477 Since: 07.04.14 | 0.5549 sec