YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2017, 0

Internasional

Indonesia Sambut Baik Rekonsiliasi Hamas-Fatah

Friday, 13 October 2017 | View : 21

siarjustisia.com-JAKARTA.

Pemerintah Indonesia menyambut baik pencapaian kesepakatan rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah, dua kelompok di Palestina yang selama satu dasawarsa terakhir berseteru.

"Kami menyambut baik rekonsiliasi ini karena sebenarnya posisi kami sudah sejak lama mendorong terjadinya rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas," kata Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri di Jl. Taman Pejambon No.6, Jakarta Pusat, Jumat (13/10/2017).

Rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas, ia mengatakan, merupakan langkah baik bagi upaya Palestina menjadi bangsa dan negara yang merdeka.

"Karena dengan rekonsiliasi itu bisa jadi pembuka jalan yang luas bagi perjuangan yang selama ini masih dilakukan Palestina," katanya.

Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh pada Kamis (12/10/2017) mengatakan bahwa Hamas dan Fatah telah mencapai kesepakatan rekonsiliasi, namun tidak merinci isi kesepakatan yang diperantarai Mesir itu.

Fatah, yang didukung Barat, kehilangan kendali atas Gaza, yang kemudian dikendalikan oleh Hamas, yang dianggap teroris oleh Barat dan Israel, dalam pertempuran 2007.

Bulan lalu, Hamas setuju menyerahkan kekuasaannya di Gaza kepada pemerintahan Presiden Mahmoud Abbas yang didukung Fatah.

Ketua delegasi Fatah Azzam Al-Ahmed di Kairo, Mesir mengatakan berdasarkan kesepakatan itu pemerintahan persatuan akan mengendalikan semua lembaga tanpa kecuali, termasuk semua penyeberangan perbatasan dengan Israel dan Rafah, yang merupakan satu-satunya akses Gaza ke Mesir.

Kesepakatan itu juga menyebutkan bahwa pasukan kepresidenan Mahmoud Abbas akan bertanggung jawab menjaga penyeberangan Rafah pada 1 November dan penyerahan kendali Gaza sepenuhnya kepada pemerintah persatuan akan dilakukan pada 1 Desember menurut siaran kantor berita Reuters.

Kesepakatan Hamas untuk mengalihkan kendali kekuasaan di Gaza kepada Fatah telah menandai pembalikan besar-besaran dalam Hamas yang khawatir diisolasi bantuan keuangan dan politik oleh Arab Saudi cs sebagai tindak lanjut dari aksi isolasi Arab Saudi cs kepada Qatar. Arab Saudi cs menuduh Qatar menyokong militan-militan Islamis, termasuk Hamas. (reuters)

See Also

Polisi LA Selidiki Tuduhan Pemerkosaan Terhadap Ed Westwick
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
PBB Anugerahi Surabaya Penghargaan Global Green City
Imigran Asal Uzbekistan Tersangka Pembunuh Delapan Orang Di New York
Delapan Orang Tewas Dalam Aksi Teror Di New York
Tiga Juta Masyarakat Kongo Terancam Kelaparan
Dua Tewas Dalam Penembakan Di Grambling State University
Panglima TNI Ditolak Masuk AS
Dubes AS Minta Maaf Ke Menlu Soal Penolakan Panglima TNI
Empat Kapal Perang India Tiba Di Jakarta
Korea Utara Mau Berunding Dengan Syarat
Arab Saudi Sambut Baik Rekonsiliasi Palestina
Enam Tentara Mesir Tewas Dalam Serangan Di Sinai
Konvoi Pertama Militer Turki Masuki Idlib
Hamas Dan Fatah Bersatu
Amerika Serikat Menarik Diri Dari UNESCO
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Perdana Menteri Laos Di Istana Bogor
Bangladesh Hancurkan Kapal Pengangkut Pengungsi Rohingya
FBI Tegaskan Tak Ada Bukti Penembakan Las Vegas Terkait Terorisme
Marilou Danley, Pacar Pelaku Penembakan Di Las Vegas
Wali Kota Surabaya Dinobatkan Sebagai Pemimpin Yang Menginspirasi
PBB Serukan Dukungan Lebih Banyak Buat Pengungsi Rohingya Dari Myanmar
Daftar Negara Yang Warganya Dilarang Masuk Ke Amerika Serikat
Kepala UNHCR Kunjungi Pengungsi Rohingya Di Tempat Penampungan Bangladesh
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.795.976 Since: 07.04.14 | 0.6928 sec