YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Internasional

Konvoi Pertama Militer Turki Masuki Idlib

Friday, 13 October 2017 | View : 395
Tags : Suriah, Turki

siarjustisia.com-BEIRUT.

Konvoi pertama militer Turki memasuki wilayah Provinsi Idlib di Suriah pada Kamis (12/10/2017) menurut dua pemberontak dan seorang saksi mata.

Konvoi meliputi sekitar 30 kendaraan militer menurut Abu Khairo, seorang komandan kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Suriah (FSA) yang bermarkas di daerah itu.

Rombongan kendaraan militer itu memasuki wilayah Suriah di dekat persimpangan Bab al-Hawa menurut seorang warga sipil yang menyaksikannya.

Mereka menuju ke Sheikh Barakat, daerah puncak bukit yang menghadap ke bagian luas wilayah Suriah Barat Laut yang dikuasai oleh pemberontak serta daerah Afrin yang dikuasai oleh milisi YPG Kurdi.

Konvoi tersebut dikawal oleh petempur dari Tahrir al Sham, aliansi kelompok yang meliputi kelompok bekas afiliasi al-Qaida yang sebelumnya dikenal sebagai Front Nusra, kata Abu Khairo sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

"Rombongan tentara Turki masuk di bawah perlindungan Tahrir al-Sham untuk mengambil posisi di garis depan dengan YPG," kata petempur FSA lain di daerah tersebut.

Kendaraan militer Turki, ambulans dan pengangkut bahan bakar terlihat dalam foto-foto yang diterbitkan oleh kantor berita Turki, Anadolu, Kamis (12/10/2017), ketika rombongan berada di sebuah desa dekat perbatasan Turki yang berseberangan dengan Bab al-Hawa.

Turki pada Sabtu (7/10/2017) menyatakan akan melakukan sebuah operasi militer di Idlib dan sekitarnya sebagai bagian dari kesepakatan yang dicapai dengan Rusia dan Iran bulan lalu untuk menerapkan satu zona "de-eskalasi" di Suriah Barat Laut.

Zona tersebut merupakan salah satu dari beberapa wilayah yang disiapkan di sekitar Suriah untuk mengurangi peperangan antar pemberontak, termasuk kelompok yang didukung oleh Turki, dan pasukan pemerintah yang didukung Rusia dan Iran.

Tahrir al-Sham menentang kesepakatan de-eskalasi dengan pemerintah itu, namun perannya dalam mengawal regu pengintai Turki pada Minggu (8/10/2017) menunjukkan bahwa tidak mungkin terjadi perselisihan militer langsung antara para petempur pemberontak dan Turki.

Operasi militer Turki di Idlib juga akan melibatkan kelompok pemberontak Suriah yang ikut ambil bagian dalam operasi Perisai Efrat, yang dilancarkan oleh Ankara di Suriah pada tahun lalu, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (7/10/2017).

Keputusan Turki untuk meluncurkan operasi Perisai Efrat tahun lalu sebagian ditujukan untuk mengusir kelompok ISIS dari wilayah perbatasannya, selain untuk menghentikan kelompok YPG Kurdi mendapatkan lebih banyak kendali.

Berkat dukungan Amerika Serikat dalam perang melawan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS), YPG telah merebut sebagian besar wilayah Suriah timur laut dan berusaha menghubungkan wilayah-wilayah itu dengan wilayah pusat kendalinya di Afrin.

Turki menganggap YPG sebagai perpanjangan tangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang memberontak di wilayah Tenggara negaranya.

Sebelumnya, satu tim kecil tentara pengintai Turki melintasi perbatasan menuju provinsi Idlib, Suriah pada Minggu (8/10/2017), kata seorang anggota pemberontak senior Suriah, menjelang rencana pengerahan pemberontak yang didukung Turki di wilayah itu.

Sejumlah kendaraan perang Turki yang masuk ke daerah itu diawasi kelompok pemberontak saingan, kelompok garis keras Tahrir al-Sham, mereka melawan rencana operasi itu, kata sumber setempat.

Sebelumnya, para pegaris keras itu dan militer Turki terlibat baku tembak di daerah dekat perbatasan, menggarisbawahi ketegangan di saat pasukan Turki dan kelompok pemberontak dukungannya tengah bersiap untuk memasuki Idlib.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Sabtu, mengatakan, pemberontak Suriah yang didukung pasukan Turki akan melakukan operasi di Provinsi Idlib dan memperingatkan bahwa Turki tidak akan membiarkan "koridor teroris" di dekat perbatasannya.

Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, menekankan penting membuat zona penurunan ketegangan di dekat perbatasan.

"Kami akan memastikan keamanan di Idlib, dan akan bekerja sama dengan Rusia," kata Binali Yildirim.

Operasi tersebut terjadi menyusul terciptanya kesepakatan antara Turki dan Sekutu Presiden Bashar al-Assad, Rusia dan Iran untuk menetapkan zona "penurunan ketegangan" di daerah Idlib dan sekitarnya guna mengurangi peperangan di kawasan tersebut, namun kesepakatan itu tidak membahas Tahrir al-Sham.

Seorang penduduk setempat dan pemberontak lokal lainnya mengatakan bahwa mereka telah melihat kendaraan militer Turki memasuki Idlib dan kemudian melakukan perjalanan di bawah pengawasan Tahrir al-Sham di sepanjang jalan.

Seorang pemberontak senior Suriah mengatakan tim pengintai itu menuju ke Sheikh Barakat, sebuah lokasi yang dapat memantau daerah pemberontak di Provinsi Aleppo, bersebelahan dengan Idlib, dan daerah yang dikuasai Kurdi di Afrin. (reuters)

See Also

Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.972.221 Since: 07.04.14 | 0.6545 sec