YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2017, 0

Internasional

Korea Utara Mau Berunding Dengan Syarat

Tuesday, 17 October 2017 | View : 30

siarjustisia.com-PYONGYANG.

Korea Utara (Korut) pada Senin (16/10/2017) mengatakan kepada PBB bahwa mereka tidak akan pernah merundingkan perlucutan senjata kecuali Amerika Serikat (AS) membalikkan kebijakan "bermusuhan mereka".

Wakil Duta Besar Korea Utara untuk PBB Kim In Ryong mengatakan kepada komite Majelis Umum mengenai perlucutan senjata bahwa situasi di semenanjung Korea "telah mencapai titik ketidakpastian dan perang nuklir dapat terjadi kapan saja."

"Kecuali kebijakan bermusuhan dan ancaman nuklir AS benar-benar ditiadakan sepenuhnya, kami tidak akan pernah menegosiasikan senjata nuklir dan roket balistik kami dalam situasi apa pun," katanya.

Menyusul serangkaian peluncuran rudal dan uji nuklir keenam, Kim In Ryong mengatakan negaranya "telah melewati gerbang terakhir" menuju kekuatan nuklir penuh dengan perlengkapan-perlengkapan untuk serangan nuklir.

"Seluruh daratan AS dalam jangkauan tembak dan kalau AS berani menyerbu wilayah suci kami, bahkan satu inchi saja, mereka tidak akan lepas dari hukuman berat kami di bagian dunia mana pun," kata diplomat Korea Utara itu.

Presiden AS ke-45, Donald John Trump telah terlibat perang kata dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, menghujat dan mengancam untuk "menghancurkan total" Korea Utara bila mengancam AS.

Namun, Menteri Luar Negeri AS Rex Wayne Tillerson mengatakan pada Minggu (15/10/2017) bahwa Donald Trump ingin menghindari perang, meski presiden itu di Twitter mengatakan  Rex Tillerson "membuang-buang waktunya" dengan upaya diplomasi.

"Dia (Trump) tidak ingin berperang," kata Rex Wayne Tillerson kepada CNN, menambahkan upaya diplomasi tersebut akan "berlanjut sampai bom pertama dijatuhkan."

AS dan Korea Selatan (Korsel) pada Senin (16/10/2017) memulai latihan Angkatan Laut Gabungan 10 hari dalam aksi unjuk kekuatan terkini pada Korea Utara (Korut).

Kim In Ryong mengatakan Korea Utara tidak akan menyasar negara yang tidak bergabung dengan kampanye militer AS.

"Selama satu negara tidak ambil bagian dalam aksi militer AS terhadap DPRK, kami tidak punya niat untuk menggunakan atau mengancam menggunakan senjata nuklir pada negara yang lain," katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

AS telah memimpin upaya di Dewan Keamanan PBB untuk menerapkan dua set sanksi keras baru terhadap Korea Utara terkait uji rudal balistik antar-benuanya.  (afp/cnn)

See Also

Polisi LA Selidiki Tuduhan Pemerkosaan Terhadap Ed Westwick
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
PBB Anugerahi Surabaya Penghargaan Global Green City
Imigran Asal Uzbekistan Tersangka Pembunuh Delapan Orang Di New York
Delapan Orang Tewas Dalam Aksi Teror Di New York
Tiga Juta Masyarakat Kongo Terancam Kelaparan
Dua Tewas Dalam Penembakan Di Grambling State University
Panglima TNI Ditolak Masuk AS
Dubes AS Minta Maaf Ke Menlu Soal Penolakan Panglima TNI
Empat Kapal Perang India Tiba Di Jakarta
Arab Saudi Sambut Baik Rekonsiliasi Palestina
Enam Tentara Mesir Tewas Dalam Serangan Di Sinai
Konvoi Pertama Militer Turki Masuki Idlib
Indonesia Sambut Baik Rekonsiliasi Hamas-Fatah
Hamas Dan Fatah Bersatu
Amerika Serikat Menarik Diri Dari UNESCO
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Perdana Menteri Laos Di Istana Bogor
Bangladesh Hancurkan Kapal Pengangkut Pengungsi Rohingya
FBI Tegaskan Tak Ada Bukti Penembakan Las Vegas Terkait Terorisme
Marilou Danley, Pacar Pelaku Penembakan Di Las Vegas
Wali Kota Surabaya Dinobatkan Sebagai Pemimpin Yang Menginspirasi
PBB Serukan Dukungan Lebih Banyak Buat Pengungsi Rohingya Dari Myanmar
Daftar Negara Yang Warganya Dilarang Masuk Ke Amerika Serikat
Kepala UNHCR Kunjungi Pengungsi Rohingya Di Tempat Penampungan Bangladesh
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.795.984 Since: 07.04.14 | 0.6771 sec