YouTube Facebook Twitter RSS
23 Jul 2018, 0

Hukum

Isteri Tusuk Ketua DPRD Kolaka Utara Hingga Tewas Ditetapkan Sebagai Tersangka

Saturday, 21 October 2017 | View : 2319
siarjustisia.com-KOLAKA UTARA.
Ketua DPRD Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Musakkir Sarira tewas mengenaskan di dalam kamar mandi rumah dinasnya setelah perutnya sobek akibat tikaman benda tajam yang dilakukan oleh isterinya sendiri, Hajjah Andi Erni Astuti. Istri korban, Hajjah Andi Erni Astuti, sendiri adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Dinas Kesehatan setempat, Kolaka Utara dengan jabatan kepala bagian.
Hajjah Andi Erni Astuti, isteri dari Ketua DPRD Kolaka Utara, Mussakir Sarira yang tega membunuh suaminya menggunakan pisau dapur telah ditetapkan sebagai tersangka setelah melakukan tindakan nekat karena terbakar api cemburu pada suami.
Kapolres Kolaka Utara AKBP Bambang Satriawan mengatakan, pihaknya menetapkan isteri korban, AE, sebagai tersangka.
Pelaku kini telah diamankan pihak kepolisian setempat. Pelaku sudah ditahan setelah mengakui perbuatannya.
"Tersangka benar isteri sah korban. Dari fakta yang kita dapatkan, sedang kita dalami motifnya kenapa dia melakukan penganiayan yang menyebabkan korban meninggal," jelasnya.
"Sementara ini dia sudah mengaku kalau dia yang melakukan penganiayaan itu," beber AKBP Bambang Satriawan melalui saluran telepon, Kamis (19/10/2017).
Diketahui, pasangan suami isteri ini sudah dikaruniai tiga orang anak yaitu, Ratu (11 tahun), Lady (10 tahun), dan juga Quen (9 tahun).
“Kabarnya dipicu oleh kehadiran orang ketiga,” kata kerabat Musakkir Sarira, Rabu (18/10/2017) malam.
Pada awalnya keluarga korban mengaku luka tusuk pada perut korban tersebut diakibatkan oleh terjatuh di kamar mandi.
Namun, polisi tidak bisa memercayai hal tersebut begitu saja.
Setelah melakukan penyelidikan, Polres Kolaka pun menetapkan istri korban sebagai tersangka pembunuhan suaminya.
Sebelumnya, memang terjadi pertengkaran hebat antara korban dan isteri.
Saat kejadian, Musakkir Sarira ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar mandi rumah dinasnya. pada Selasa (17/10/2017).
Insiden penikaman itu sendiri terjadi pada Selasa (17/10/2017) sekitar pukul 23.00 WITA.
Dalam keadaan bersimbah darah, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang baru saja menunaikan ibadah haji bersama istrinya tersebut kemudian langsung dilarikan ke RSUD H. M. Djafar Harun, Tojabi, Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) saat itu juga.
Namun nahas, karena tidak ada Dokter Ahli Bedah saat itu, korban terpaksa harus dirujuk dan dilarikan ke RSUD Djafar Harun, Kolaka Utara yang jaraknya sekitar 150 kilometer.
Karena tidak ada dokter bedah, keesokan harinya sekitar pukul 08.00 WITA, almarhum dirujuk ke RSUD Kolaka untuk dioperasi.
Akibatnya, korban pun meninggal di dalam perjalanan karena kehabisan darah. Sebelum dilakukan operasi, korban mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 16.30 WITA.
Jenazah ketua DPRD Kolaka Utara Musakkir Sarira disemayamkan di rumah orangtuanya di Desa Moroko, Kecamatan Rante Angin, Kolaka Utara dan dikuburkan di belakang rumah sekitar pukul 16.00 WITA, Jumat (20/10/2017).
Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Dinas Kesehatan Kolaka Utara yang menjabat kepala bagian tersebut, Andi Erni Astuti sendiri mengaku melakukan perbuatan nekat tersebut karena dirasuki rasa cemburu pada suaminya yang dipicu oleh kehadiran orang ketiga.
Dikabarkan, diduga Andi Erni Astuti membabi buta menikam suaminya karena murka tidak sudi dipoligami.
Hal serupa diungkapkan oleh Sekretaris DPD I PDI-P Sultra, Litanto, mengaku bahwa mendapatkan keterangan dari keluarga jika korban dan isterinya sering cekcok. Sekretaris DPD I PDI-P Sultra, Litanto mengaku mendapat keterangan dari keluarga jika korban dan isterinya sering cekcok.
"Memang suka cemburu buta isterinya. Almarhum terima telpon selalu dicurigai dengan perempuan lain. Peristiwa ini sangat saya sesalkan," tuturnya dihubungi via telpon, Kamis (19/10/2017).
Bahkan sebelum berangkat haji dikatakan isterinya sempat meminta cerai, namun ditolak almarhum karena memikirkan anaknya.
Ia menyesalkan kenapa isteri korban harus melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan Ketua DPD II PDI-P tewas.
"Yang jelas, kami PDI-P Sultra sangat kehilangan kader terbaik. Saya sama-sama almarhum sudah 30 tahun berkarir di PDI-P dari bawah, jadi jelas saya sangat kehilangan sahabat yang penuh dedikasi," ungkapnya.
Litanto juga mengaku dirinya dan almarhum terakhir berkomunikasi dengan korban beberapa hari yang lalu.
Dalam obrolan tersebut mereka memiliki rencana pada hari Rabu (25/10/2017) depan mereka akan bertemu Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, S.H. di Jakarta.
"Sudah saya hubungi terkait kabar duka ke Pak Mendagri dan beliau sangat kaget," tuturnya.
"Padahal kami sudah janjian mau bertemu Pak Menteri. Tapi Tuhan lebih dulu memanggil beliau," ungkapnya saat menghadiri pemakaman Ketua DPRD Kolaka Utara.
Sementara itu, salah seorang kerabat almarhum yang meminta namanya dirahasiakan menuturkan, sebelum penikaman, pasangan suami isteri itu sempat cekcok.
"Pas Pak Ketua mau keluar dari kamar mandi, tiba-tiba isterinya datang menusukkan pisau di perutnya Pak Ketua," paparnya.
"Almarhum masih sadar dan isterinya bawa masuk dalam kamar dibaringkan di ranjangnya, dokter dari RSUD Djafar Harun dikontak untuk memeriksa dan disuruh bawa ke rumah sakit untuk ditangani medis," tuturnya.
Pertengkaran keduanya sering terjadi. Bahkan, sang isteri sering melakukan kekerasan terhadap suaminya.
Namun, almarhum tetap mempertahankan rumah tangganya karena memikirkan tiga anaknya yang masih kecil.
Ternyata, sikap cemburu istri Ketua DPRD Kolaka Utara Musakkir Sarira, Andi Erni Astuti, sudah diamati sejak beberapa bulan lalu oleh pihak keluarga. Malah, wanita yang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kesehatan Kolaka Utara itu pernah ditampar oleh keluarga Musakkir Sarira karena cemburunya dinilai keterlaluan dan di luar batas kewajaran.
"Saya pernah tampar mulutnya (Andi Erni Astuti) karena kok cuma SMS dan foto yang tidak jelas dia marah-marah sampai begitu hebat," ujar Lola, salah satu keluarga dekat Musakkir Sarira, Sabtu (21/10/2017).
Foto yang dimaksud Lola adalah ketika Musakkir Sarira berada di Jakarta. Saat itu, Musakkir Sarira difoto oleh rekannya pada salah satu tempat publik di Ibu Kota. Agak berjauhan di seberang meja Musakkir Sarira, ada seorang wanita yang juga duduk. Sekembalinya di Sulawesi Tenggara, foto wanita yang tidak jelas itu lalu dicurigai  Andi Erni Astuti sebagai simpanan suaminya.
"Itu cemburu seperti apa? Masa tidak jelas begitu dicemburui, hanya duduk berseberangan meja juga dicurigai," kisah Lola.
Lola juga menambahkan, jika isteri Musakkir Sarira mulai marah karena SMS dan foto di ponsel suaminya, sikapnya mudah meledak. Beberapa kali, ponsel Ketua DPRD Kolaka Utara dibanting hingga pecah.
"Saya banyak teman perempuan, rata-rata suka cemburu, tapi ini Andi Erni Astuti asli kelewatan," tambah Lola.
Malah, menurut keluarga Musakkir Sarira, almarhum pernah "dikeroyok" Andi Erni Astuti dan orangtuanya. Orangtua isterinya sering ikut campur masalah dalam rumah tangga.
"Dia (almarhum) pernah telepon kita, tapi kita mau apa. Selama dia tidak dipukul, ya kita tidak bisa campur masalah keluarga," pungkas Lola.

See Also

Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.311.428 Since: 07.04.14 | 0.6969 sec