YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2017, 0

Hukum

Isteri Tusuk Ketua DPRD Kolaka Utara Hingga Tewas Ditetapkan Sebagai Tersangka

Saturday, 21 October 2017 | View : 1381
siarjustisia.com-KOLAKA UTARA.
Ketua DPRD Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Musakkir Sarira tewas mengenaskan di dalam kamar mandi rumah dinasnya setelah perutnya sobek akibat tikaman benda tajam yang dilakukan oleh isterinya sendiri, Hajjah Andi Erni Astuti. Istri korban, Hajjah Andi Erni Astuti, sendiri adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Dinas Kesehatan setempat, Kolaka Utara dengan jabatan kepala bagian.
Hajjah Andi Erni Astuti, isteri dari Ketua DPRD Kolaka Utara, Mussakir Sarira yang tega membunuh suaminya menggunakan pisau dapur telah ditetapkan sebagai tersangka setelah melakukan tindakan nekat karena terbakar api cemburu pada suami.
Kapolres Kolaka Utara AKBP Bambang Satriawan mengatakan, pihaknya menetapkan isteri korban, AE, sebagai tersangka.
Pelaku kini telah diamankan pihak kepolisian setempat. Pelaku sudah ditahan setelah mengakui perbuatannya.
"Tersangka benar isteri sah korban. Dari fakta yang kita dapatkan, sedang kita dalami motifnya kenapa dia melakukan penganiayan yang menyebabkan korban meninggal," jelasnya.
"Sementara ini dia sudah mengaku kalau dia yang melakukan penganiayaan itu," beber AKBP Bambang Satriawan melalui saluran telepon, Kamis (19/10/2017).
Diketahui, pasangan suami isteri ini sudah dikaruniai tiga orang anak yaitu, Ratu (11 tahun), Lady (10 tahun), dan juga Quen (9 tahun).
“Kabarnya dipicu oleh kehadiran orang ketiga,” kata kerabat Musakkir Sarira, Rabu (18/10/2017) malam.
Pada awalnya keluarga korban mengaku luka tusuk pada perut korban tersebut diakibatkan oleh terjatuh di kamar mandi.
Namun, polisi tidak bisa memercayai hal tersebut begitu saja.
Setelah melakukan penyelidikan, Polres Kolaka pun menetapkan istri korban sebagai tersangka pembunuhan suaminya.
Sebelumnya, memang terjadi pertengkaran hebat antara korban dan isteri.
Saat kejadian, Musakkir Sarira ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar mandi rumah dinasnya. pada Selasa (17/10/2017).
Insiden penikaman itu sendiri terjadi pada Selasa (17/10/2017) sekitar pukul 23.00 WITA.
Dalam keadaan bersimbah darah, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang baru saja menunaikan ibadah haji bersama istrinya tersebut kemudian langsung dilarikan ke RSUD H. M. Djafar Harun, Tojabi, Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) saat itu juga.
Namun nahas, karena tidak ada Dokter Ahli Bedah saat itu, korban terpaksa harus dirujuk dan dilarikan ke RSUD Djafar Harun, Kolaka Utara yang jaraknya sekitar 150 kilometer.
Karena tidak ada dokter bedah, keesokan harinya sekitar pukul 08.00 WITA, almarhum dirujuk ke RSUD Kolaka untuk dioperasi.
Akibatnya, korban pun meninggal di dalam perjalanan karena kehabisan darah. Sebelum dilakukan operasi, korban mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 16.30 WITA.
Jenazah ketua DPRD Kolaka Utara Musakkir Sarira disemayamkan di rumah orangtuanya di Desa Moroko, Kecamatan Rante Angin, Kolaka Utara dan dikuburkan di belakang rumah sekitar pukul 16.00 WITA, Jumat (20/10/2017).
Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Dinas Kesehatan Kolaka Utara yang menjabat kepala bagian tersebut, Andi Erni Astuti sendiri mengaku melakukan perbuatan nekat tersebut karena dirasuki rasa cemburu pada suaminya yang dipicu oleh kehadiran orang ketiga.
Dikabarkan, diduga Andi Erni Astuti membabi buta menikam suaminya karena murka tidak sudi dipoligami.
Hal serupa diungkapkan oleh Sekretaris DPD I PDI-P Sultra, Litanto, mengaku bahwa mendapatkan keterangan dari keluarga jika korban dan isterinya sering cekcok. Sekretaris DPD I PDI-P Sultra, Litanto mengaku mendapat keterangan dari keluarga jika korban dan isterinya sering cekcok.
"Memang suka cemburu buta isterinya. Almarhum terima telpon selalu dicurigai dengan perempuan lain. Peristiwa ini sangat saya sesalkan," tuturnya dihubungi via telpon, Kamis (19/10/2017).
Bahkan sebelum berangkat haji dikatakan isterinya sempat meminta cerai, namun ditolak almarhum karena memikirkan anaknya.
Ia menyesalkan kenapa isteri korban harus melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan Ketua DPD II PDI-P tewas.
"Yang jelas, kami PDI-P Sultra sangat kehilangan kader terbaik. Saya sama-sama almarhum sudah 30 tahun berkarir di PDI-P dari bawah, jadi jelas saya sangat kehilangan sahabat yang penuh dedikasi," ungkapnya.
Litanto juga mengaku dirinya dan almarhum terakhir berkomunikasi dengan korban beberapa hari yang lalu.
Dalam obrolan tersebut mereka memiliki rencana pada hari Rabu (25/10/2017) depan mereka akan bertemu Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, S.H. di Jakarta.
"Sudah saya hubungi terkait kabar duka ke Pak Mendagri dan beliau sangat kaget," tuturnya.
"Padahal kami sudah janjian mau bertemu Pak Menteri. Tapi Tuhan lebih dulu memanggil beliau," ungkapnya saat menghadiri pemakaman Ketua DPRD Kolaka Utara.
Sementara itu, salah seorang kerabat almarhum yang meminta namanya dirahasiakan menuturkan, sebelum penikaman, pasangan suami isteri itu sempat cekcok.
"Pas Pak Ketua mau keluar dari kamar mandi, tiba-tiba isterinya datang menusukkan pisau di perutnya Pak Ketua," paparnya.
"Almarhum masih sadar dan isterinya bawa masuk dalam kamar dibaringkan di ranjangnya, dokter dari RSUD Djafar Harun dikontak untuk memeriksa dan disuruh bawa ke rumah sakit untuk ditangani medis," tuturnya.
Pertengkaran keduanya sering terjadi. Bahkan, sang isteri sering melakukan kekerasan terhadap suaminya.
Namun, almarhum tetap mempertahankan rumah tangganya karena memikirkan tiga anaknya yang masih kecil.
Ternyata, sikap cemburu istri Ketua DPRD Kolaka Utara Musakkir Sarira, Andi Erni Astuti, sudah diamati sejak beberapa bulan lalu oleh pihak keluarga. Malah, wanita yang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kesehatan Kolaka Utara itu pernah ditampar oleh keluarga Musakkir Sarira karena cemburunya dinilai keterlaluan dan di luar batas kewajaran.
"Saya pernah tampar mulutnya (Andi Erni Astuti) karena kok cuma SMS dan foto yang tidak jelas dia marah-marah sampai begitu hebat," ujar Lola, salah satu keluarga dekat Musakkir Sarira, Sabtu (21/10/2017).
Foto yang dimaksud Lola adalah ketika Musakkir Sarira berada di Jakarta. Saat itu, Musakkir Sarira difoto oleh rekannya pada salah satu tempat publik di Ibu Kota. Agak berjauhan di seberang meja Musakkir Sarira, ada seorang wanita yang juga duduk. Sekembalinya di Sulawesi Tenggara, foto wanita yang tidak jelas itu lalu dicurigai  Andi Erni Astuti sebagai simpanan suaminya.
"Itu cemburu seperti apa? Masa tidak jelas begitu dicemburui, hanya duduk berseberangan meja juga dicurigai," kisah Lola.
Lola juga menambahkan, jika isteri Musakkir Sarira mulai marah karena SMS dan foto di ponsel suaminya, sikapnya mudah meledak. Beberapa kali, ponsel Ketua DPRD Kolaka Utara dibanting hingga pecah.
"Saya banyak teman perempuan, rata-rata suka cemburu, tapi ini Andi Erni Astuti asli kelewatan," tambah Lola.
Malah, menurut keluarga Musakkir Sarira, almarhum pernah "dikeroyok" Andi Erni Astuti dan orangtuanya. Orangtua isterinya sering ikut campur masalah dalam rumah tangga.
"Dia (almarhum) pernah telepon kita, tapi kita mau apa. Selama dia tidak dipukul, ya kita tidak bisa campur masalah keluarga," pungkas Lola.

See Also

Berkas First Travel Dilimpahkan Ke Kejari Depok
Bareskrim Mabes Polri Bekuk Pembuat Dan Pengedar Uang Palsu
BNN Telusuri Keterlibatan Oknum Aparat Dalam Produksi PCC Di Sejumlah Daerah
BNN Sita 13 Juta Pil PCC Di Semarang
Operasi Pabrik PCC, BNN Endus Keterlibatan Oknum Aparat
KPK Terima Pengembalian Uang Suap APBD Jambi
KPK Geledah Kantor Gubernur Jambi Zumi Zola
Andi Narogong Berjanji Kembalikan Keuntungan Dari Korupsi E-KTP
Kejutan Pernyataan Andi Narogong Soal Proyek E-KTP
KPK Ajukan Kasasi Putusan Banding Terdakwa E-KTP Irman-Sugiharto
KPK Geledah Tiga Lokasi Kasus Suap Pengesahan RAPBD Jambi 2018
KPK Akan Limpahkan Berkas Setya Novanto Pekan Depan
Polrestro Jakarta Selatan Tetapkan Ahmad Dhani Sebagai Tersangka
OTT Anggota DPRD Dan Pejabat Pemprov Jambi Terkait APBD 2018
KPK Amankan 10 Orang Terkait OTT Anggota DPRD Jambi
KPK Tangkap Tangan Pejabat Dan Anggota DPRD Jambi
Dua Sketsa Wajah Ciri-Ciri Penyerang Novel Baswedan Dirilis Polda Metro Jaya
KPK Harap Identitas Penyerang Novel Baswedan Segera Diketahui
Setya Novanto Diperiksa Sebagai Saksi Untuk Tersangka Anang Sugiana Sudihardjo
Polda Metro Jaya Rilis Dua Sketsa Diduga Penyerang Novel Baswedan
Polda Metro Jaya Tunggu Hasil Tes Kejiwaan Dokter Ryan Helmi
KPK Akan Periksa Setya Novanto Sebagai Tersangka
Istri Setya Novanto Dicekal
Dugaan Korupsi Buku Perpustakaan SD Di Sampang Mulai Diproses Kejati Jatim
Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.008.193 Since: 07.04.14 | 0.7439 sec