YouTube Facebook Twitter RSS
20 Jan 2018, 0

Internasional

Dubes AS Minta Maaf Ke Menlu Soal Penolakan Panglima TNI

Sunday, 22 October 2017 | View : 61

siarjustisia.com-JAKARTA.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mendapatkan informasi penolakan masuk AS itu saat sudah berada di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta/SHIA), Cengkareng, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Pemberitahuan disampaikan maskapai saat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo hendak check in.

Pada Senin (23/10/2017) besok Kemlu RI akan memanggil Kedubes AS untuk dimintai klarifikasi.

KBRI Washington D.C. juga mengirimkan surat diplomatik untuk mendapatkan klarifikasi AS mengenai penolakan terhadap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tersebut.

Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. telah berbicara via telepon dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Lestari Priansari Marsudi via telepon mengenai penolakan AS terhadap Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi sudah berbicara dengan Dubes AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. mengenai penolakan AS terhadap Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan KBRI Washington DC telah mengirim nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat untuk meminta klarifikasi soal penolakan AS atas Panglima TNI ke wilayahnya. Kementerian pun telah mengirimkan nota diplomatik ke Kedutaan AS di Jakarta. "Wakil Dubes AS juga telah dipanggil untuk ke Kemenlu besok guna memberikan keterangan," ujarnya.

Dirjen Amerika dan Eropa (Amerop) Kemlu Mohammad Anshor menyatakan penolakan disampaikan saat Gatot sudah berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Provinsi Banten.

Pihak AS menyebut ada persoalan internal.

"Katanya ada persoalan internal ya. Ada persoalan internal di mereka," beber Dirjen Amerika dan Eropa (Amerop) Kemlu Mohammad Anshor ketika dikofirmasi awak media, Minggu (22/10/2017).

Namun, apa yang dimaksud persoalan internal ini tidak dijelaskan lebih rinci oleh Kedubes AS.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Mohammad Anshor, pada Sabtu (21/10/2017) pagi, Kedubes AS telah memberitahukan mengenai adanya persoalan internal tersebut.

"Pesawat Pak Panglima ini Sabtu jam 13, sampai siang persoalan ini selesai. Hingga akhirnya disampaikan ke beliau," kata Mohammad Anshor.

Kedubes AS untuk Indonesia memberikan penjelasan mengenai penolakan terhadap Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan delegasi.

Dubes AS untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr. meminta maaf. "Dubes Joseph Donovan telah meminta maaf ke Menteri Luar Negeri Retno Marsudi atas ketidaknyamanan Jenderal Gatot," demikian pernyataan Kedubes AS untuk Indonesia, Minggu (22/10/2017).

Kedubes AS mengaku akan tetap memfasilitasi Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ke Negeri Paman Sam.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang sedianya bertolak ke AS rupanya guna memenuhi undangan sang sahabat, Jenderal Joseph F. Dufford.

Jenderal Joseph F. Dunford merupakan Kepala Staf Gabungan Militer AS. Ia resmi menjabat sebagai Kepala Staf Gabungan sejak 1 Oktober 2015 setelah sebelumnya dinominasikan Presiden ke-44 Barack Obama. Saat ini, Jenderal Joseph F. Dunford juga memegang jabatan Komandan Korps Marinir. Pada tanggal 1 Mei 2009, Pentagon mengumumkan Presiden AS Barack Obama menunjuk Jenderal Joseph F. Dunford untuk menjadi komandan Jenderal Angkatan Laut ekspedisi I dan Komando Pasukan Angkatan Laut. Pada tanggal 5 Juni 2014, Jenderal Joseph F. Dunford dinominasikan oleh Presiden AS Barack Obama untuk menjadi Komandan Korps Marinir ke-36.

"Joseph Dunford, pemimpin staf gabungan mengundang Panglima Jenderal Gatot Nurmantyo ke acara Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremism pada October 23-24 di Washington, D.C. Perjalanan Gatot tidak bisa dilakukan sebagaimana direncanakan," kata Kedubes AS dalam pernyataannya, Minggu (22/10/2017).

Staf Kedubes AS akan tetap berkomunikasi terus dengan staf Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Pihak Kedubes AS mengklaim akan tetap berupaya agar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bisa ke AS untuk menghadiri acara tersebut di atas.

"Kedubes AS telah dan akan tetap mempersiapkan perjalanan Jenderal ke Amerika Serikat. Kami tetap berkomitmen dengan kemitraan strategis dengan Indonesia," kata Kedubes AS.

Namun, Kedubes AS tidak menjelaskan secara rinci apa yang menyebabkan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke AS.

Ini penjelasan lengkap Kedubes AS pada Minggu (22/10/2017) sore:

Chairman of the Joint Chiefs of Staff General Joseph Dunford invited Commander of the Indonesian Armed Forces General Gatot Nurmantyo to attend a Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremism being held October 23-24 in Washington, D.C. General Gatot was unable to travel as planned. 

The Embassy was in touch with the General's staff about this matter throughout the weekend, working to facilitate his travel. U.S. Ambassador Joseph Donovan has apologized to Foreign Minister Retno Marsudi for any inconvenience to General Gatot.

The U.S. Embassy was, and remains, prepared to facilitate the General's travel to the United States. We remain committed to our Strategic Partnership with Indonesia as a way to deliver security and prosperity to both our nations and peoples.

See Also

2 WNI Yang Disandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
Amerika Serikat Akan Memulai Rencana Pemindahan Kedutaan Besarnya
Yordania Tolak Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Warga Korea Utara Gelar Perayaan Massal Uji Coba Rudal Hwasong 15
Mantan Penasihat Keamanan Presiden AS Didakwa Bohongi FBI Terkait Rusia
Militer Suriah Tembakkan Rudal Ke Jet Tempur Israel
Badai Hujan Dan Petir Berlanjut Di Melbourne
Warga AS Dipenjara Seumur Hidup Atas Pembunuhan Wanita Jepang
Kaisar Jepang Akihito Akan Turun Takhta 30 April 2019
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.221.427 Since: 07.04.14 | 0.4314 sec