YouTube Facebook Twitter RSS
25 May 2019, 0

Internasional

Panglima TNI Ditolak Masuk AS

Sunday, 22 October 2017 | View : 307

siarjustisia.com-JAKARTA.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ditolak masuk Amerika Serikat (AS). Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dilarang memasuki wilayah Washington DC, Amerika Serikat (AS) saat hendak menghadiri memenuhi undangan kemiliteran. Panglima TNI dilarang masuk oleh US and Border Protection. Jenderal Gatot ditolak masuk ke AS oleh US Custom and Border Protection.

"Panglima TNI siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates, namun beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS oleh US Custom and Border Protection," kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto dalam jumpa pers di Kantor Panglima TNI, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (22/10/2017).

Acara yang akan dihadiri itu adalah Chiefs of Defence conference on country violent Extremist organizations ( VEOs) yang akan dilaksanakan tanggal 23-24 Oktober 2017 di Washington DC. Panglima TNI sedianya menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) yang dilaksanakan tanggal 23-24 Oktober 2017 di Washington DC.

Juru Bicara Markas Besar TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Wuryanto mengatakan awalnya Jenderal TNI Gatot Nurmantyo akan datang dengan didampingi beberapa anggota delegasi mewakili Indonesia.

Mantan Danbrigif 15/Kujang-II Kodam III/Siliwangi pada tahun 2009, Mayjen TNI Wuryanto mengatakan anggota delegasi yang ikut adalah istri Gatot, Asisten Teritorial, Asisten Intelijen, Perwira Pembantu Staf Intelijen, dan Sekretaris Pribadi Panglima TNI. "Delegasinya adalah Isteri, Aster, Asintel, Sintel, sama Aspri. Ajudan saja nggak dibawa," terang Mayjen TNI Wuryanto.

Isteri Gatot adalah Nenny Gatot Nurmantyo), Aster (Asisten Teritorial) adalah Mayjen Wiyarto), Asintel (Asisten Intelijen) Gatot adalah Mayjen Benny Indra Pujihastono, seorang Sintel (Staf Intelijen), seorang Aspri (Asisten Pribadi). 

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, isteri, dan delegasi telah mengurus semua keperluan visa dan administrasi. "Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta istri dan delegasi telah mengurus visa dan administrasi lainnya untuk persiapan keberangkatan, kemudian pada Sabtu 21 Oktober 2017," tutur Mayjen TNI Wuryanto.

Mantan Kadispenad pada tahun 2014 tersebut, Mayjen TNI Wuryanto menyebut, pihaknya masih menunggu penjelasan dari otoritas AS soal alasan penolakan Panglima. Padahal, Panglima TNI sendiri sudah pernah beberapa kali ke AS.

Menurut Mayjen TNI Wuryanto, kunjungan Gatot sebagai Panglima TNI bukan kali pertama. Terakhir, Gatot berkunjung ke AS pada Februari 2017. "Dan tidak ada masalah," katanya. "Panglima TNI terakhir ke Amerika itu Februari 2017, tidak ada masalah," jelas Mayjen TNI Wuryanto.

Apalagi, kunjungan ini adalah undangan resmi dari Panglima Angkatan Bersenjata AS. Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berangkat ke acara itu atas undangan pihak militer AS.

Bila tidak ditolak AS, Gatot akan berangkat dengan lima orang lainnya.

"Atas petunjuk Presiden, bawa delegasi sekecil mungkin," kata Mayjen TNI Wuryanto di Kantor Panglima TNI, Jakarta Pusat, Minggu (22/102017). "Jadi sesuai petunjuk Bapak Presiden (Joko Widodo), untuk delegasi sekecil mungkin dalam setiap kunjungan ke luar," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Wuryanto di Kantor Panglima TNI, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (22/10/2017).

Panglima TNI pun sudah berkirim surat ke AS. Rencananya Gatot menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization, yang melibatkan 78 negara Asia Pasifik, pada 23-24 Oktober 2017. "Kita sedang menunggu penjelasan Amerika," ujar mantan Kasdam III/Siliwangi pada tahun 2015 itu.

Mantan Danrindam XVI/Pattimura pada tahun 2011, Mayjen TNI Wuryanto memastikan kedatangan Gatot adalah perintah Presiden untuk mewakili Indonesia. "Jadi Jenderal TNI Gatot Nurmantyo diundang atas nama panglima TNI. Jadi beliau utusan pemerintah RI," tegas mantan Danrem 051/Wijayakarta pada tahun 2012 tersebut.

Pesawat Emirates yang sedianya membawa Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dijadwalkan bertolak pukul 13.00 WIB, Sabtu (21/10/2017) kemarin. Kemlu langsung bergerak setelah mendengar kabar Gatot ditolak masuk AS. Pagi tadi, Menlu mengontak Dubes AS untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr.

See Also

Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.842.830 Since: 07.04.14 | 0.8216 sec