YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2017, 0

Internasional

Panglima TNI Ditolak Masuk AS

Sunday, 22 October 2017 | View : 22

siarjustisia.com-JAKARTA.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ditolak masuk Amerika Serikat (AS). Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dilarang memasuki wilayah Washington DC, Amerika Serikat (AS) saat hendak menghadiri memenuhi undangan kemiliteran. Panglima TNI dilarang masuk oleh US and Border Protection. Jenderal Gatot ditolak masuk ke AS oleh US Custom and Border Protection.

"Panglima TNI siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates, namun beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS oleh US Custom and Border Protection," kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto dalam jumpa pers di Kantor Panglima TNI, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (22/10/2017).

Acara yang akan dihadiri itu adalah Chiefs of Defence conference on country violent Extremist organizations ( VEOs) yang akan dilaksanakan tanggal 23-24 Oktober 2017 di Washington DC. Panglima TNI sedianya menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) yang dilaksanakan tanggal 23-24 Oktober 2017 di Washington DC.

Juru Bicara Markas Besar TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Wuryanto mengatakan awalnya Jenderal TNI Gatot Nurmantyo akan datang dengan didampingi beberapa anggota delegasi mewakili Indonesia.

Mantan Danbrigif 15/Kujang-II Kodam III/Siliwangi pada tahun 2009, Mayjen TNI Wuryanto mengatakan anggota delegasi yang ikut adalah istri Gatot, Asisten Teritorial, Asisten Intelijen, Perwira Pembantu Staf Intelijen, dan Sekretaris Pribadi Panglima TNI. "Delegasinya adalah Isteri, Aster, Asintel, Sintel, sama Aspri. Ajudan saja nggak dibawa," terang Mayjen TNI Wuryanto.

Isteri Gatot adalah Nenny Gatot Nurmantyo), Aster (Asisten Teritorial) adalah Mayjen Wiyarto), Asintel (Asisten Intelijen) Gatot adalah Mayjen Benny Indra Pujihastono, seorang Sintel (Staf Intelijen), seorang Aspri (Asisten Pribadi). 

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, isteri, dan delegasi telah mengurus semua keperluan visa dan administrasi. "Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta istri dan delegasi telah mengurus visa dan administrasi lainnya untuk persiapan keberangkatan, kemudian pada Sabtu 21 Oktober 2017," tutur Mayjen TNI Wuryanto.

Mantan Kadispenad pada tahun 2014 tersebut, Mayjen TNI Wuryanto menyebut, pihaknya masih menunggu penjelasan dari otoritas AS soal alasan penolakan Panglima. Padahal, Panglima TNI sendiri sudah pernah beberapa kali ke AS.

Menurut Mayjen TNI Wuryanto, kunjungan Gatot sebagai Panglima TNI bukan kali pertama. Terakhir, Gatot berkunjung ke AS pada Februari 2017. "Dan tidak ada masalah," katanya. "Panglima TNI terakhir ke Amerika itu Februari 2017, tidak ada masalah," jelas Mayjen TNI Wuryanto.

Apalagi, kunjungan ini adalah undangan resmi dari Panglima Angkatan Bersenjata AS. Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berangkat ke acara itu atas undangan pihak militer AS.

Bila tidak ditolak AS, Gatot akan berangkat dengan lima orang lainnya.

"Atas petunjuk Presiden, bawa delegasi sekecil mungkin," kata Mayjen TNI Wuryanto di Kantor Panglima TNI, Jakarta Pusat, Minggu (22/102017). "Jadi sesuai petunjuk Bapak Presiden (Joko Widodo), untuk delegasi sekecil mungkin dalam setiap kunjungan ke luar," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Wuryanto di Kantor Panglima TNI, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (22/10/2017).

Panglima TNI pun sudah berkirim surat ke AS. Rencananya Gatot menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization, yang melibatkan 78 negara Asia Pasifik, pada 23-24 Oktober 2017. "Kita sedang menunggu penjelasan Amerika," ujar mantan Kasdam III/Siliwangi pada tahun 2015 itu.

Mantan Danrindam XVI/Pattimura pada tahun 2011, Mayjen TNI Wuryanto memastikan kedatangan Gatot adalah perintah Presiden untuk mewakili Indonesia. "Jadi Jenderal TNI Gatot Nurmantyo diundang atas nama panglima TNI. Jadi beliau utusan pemerintah RI," tegas mantan Danrem 051/Wijayakarta pada tahun 2012 tersebut.

Pesawat Emirates yang sedianya membawa Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dijadwalkan bertolak pukul 13.00 WIB, Sabtu (21/10/2017) kemarin. Kemlu langsung bergerak setelah mendengar kabar Gatot ditolak masuk AS. Pagi tadi, Menlu mengontak Dubes AS untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr.

See Also

Polisi LA Selidiki Tuduhan Pemerkosaan Terhadap Ed Westwick
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
PBB Anugerahi Surabaya Penghargaan Global Green City
Imigran Asal Uzbekistan Tersangka Pembunuh Delapan Orang Di New York
Delapan Orang Tewas Dalam Aksi Teror Di New York
Tiga Juta Masyarakat Kongo Terancam Kelaparan
Dua Tewas Dalam Penembakan Di Grambling State University
Dubes AS Minta Maaf Ke Menlu Soal Penolakan Panglima TNI
Empat Kapal Perang India Tiba Di Jakarta
Korea Utara Mau Berunding Dengan Syarat
Arab Saudi Sambut Baik Rekonsiliasi Palestina
Enam Tentara Mesir Tewas Dalam Serangan Di Sinai
Konvoi Pertama Militer Turki Masuki Idlib
Indonesia Sambut Baik Rekonsiliasi Hamas-Fatah
Hamas Dan Fatah Bersatu
Amerika Serikat Menarik Diri Dari UNESCO
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Perdana Menteri Laos Di Istana Bogor
Bangladesh Hancurkan Kapal Pengangkut Pengungsi Rohingya
FBI Tegaskan Tak Ada Bukti Penembakan Las Vegas Terkait Terorisme
Marilou Danley, Pacar Pelaku Penembakan Di Las Vegas
Wali Kota Surabaya Dinobatkan Sebagai Pemimpin Yang Menginspirasi
PBB Serukan Dukungan Lebih Banyak Buat Pengungsi Rohingya Dari Myanmar
Daftar Negara Yang Warganya Dilarang Masuk Ke Amerika Serikat
Kepala UNHCR Kunjungi Pengungsi Rohingya Di Tempat Penampungan Bangladesh
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.795.959 Since: 07.04.14 | 0.672 sec