YouTube Facebook Twitter RSS
17 Jul 2019, 0

Hukum

KPK Klarifikasi Proyek E-KTP Dari Adik Gamawan Fauzi

Tuesday, 24 October 2017 | View : 172

siarjustisia.com-JAKARTA.

Penyidik KPK memanggil Azmin Aulia untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus korupsi proyek e-KTP. Azmin merupakan adik mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka ASS (Anang Sugiana Sudihardjo/Direktur Umum PT. Quadra Solution)," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (24/10/2017).

Selain itu, penyidik KPK juga memanggil mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Mirwan Amir. Dia juga sedianya akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk Anang Sugiana Sudihardjo.

Anang Sugiana Sudihardjo merupakan tersangka terbaru dalam pusaran kasus e-KTP. Perusahaannya, PT. Quadra Solution, merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam Konsorsium PNRI sebagai pelaksana proyek e-KTP. Konsorsium penggarap e-KTP ini terdiri atas Perum PNRI, PT. LEN Industri, PT. Quadra Solution, PT. Sucofindo, dan PT. Sandipala Artha Putra.

Saksi lain yang dipanggil KPK yakni Staff Fraksi Demokrat Eva Ompita Soraya dan Ketua DPRD Sumatera Barat Yultekhnil.

Direktur Gajendra Adhi Sakti, Azmin Aulia, diperiksa penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Adik Gamawan Fauzi ini diperiksa untuk tersangka Dirut PT. Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan penyidik perlu mendalami informasi yang diketahui oleh Azmin Aulia dalam proyek e-KTP.

"Dalam pemeriksaan hari ini, diklarifikasi dan dikonfirmasi kembali apa yang diketahui dalam proyek e-KTP ini," papar Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (24/10/2017).

Menurut Febri Diansyah, Azmin Aulia juga pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus e-KTP. Namun beberapa fakta persidangan perkara ini sudah dinyatakan oleh Azmin Aulia.

"Itu sebagian sudah muncul dalam persidangan karena ada kebutuhan ujian informasi Sugiharto dan Irman. Saksi pernah diperiksa sebelumnya, butuh diperiksa kembali tersangka lain, ada dua tersangka ASS (Anang Sugiana Sudihardjo) dan MN (Markus Nari)," ucap Febri Diansyah.

Untuk saksi lain, yakni staf Fraksi Demokrat, Eva Ompita Soraya, Febri Diansyah mengatakan penyidik perlu mengetahui proses anggaran yang melibatkan DPR RI. KPK juga perlu mengklarifikasi beberapa informasi kepada Eva Ompita Soraya. 

"Proses pembahasan anggaran sejak awal itu kan harus melibatkan DPR. Kami juga mendalami aspek proses pembahasan anggaran e-KTP tersebut dan juga mengklarifikasi beberapa info yang sudah pernah disampaikan oleh saksi-saksi yang lain," jelas Febri Diansyah.

Sedangkan saksi lain yang tidak hadir adalah anggota DPR RI Mirwan Amir dan Ketua DPRD Sumatera Barat Yultekhnil. Keduanya akan dijadwalkan pemanggilan ulang.

Anang Sugiana Sudihardjo disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (9/3/2017), Jaksa KPK sempat menyebutkan peran Azmin Aulia dan Gamawan Fauzi. Jaksa menyebut Gamawan Fauzi menerima total duit USD 4,5 juta dan Rp 50 juta saat menjabat sebagai Mendagri. Andi Narogong, yang menyerahkan duit tersebut, merupakan pengusaha yang mengawal kemenangan konsorsium PNRI dalam proyek pengadaan e-KTP. 

Setelah penyerahan duit tahap pertama pada Maret 2011, Andi Narogong kembali menyerahkan duit tahap kedua pada Juni 2011. 

"Untuk memperlancar proses penetapan pemenang lelang pada pertengahan Juni 2011, Andi Agustinus alias Andi Narogong kembali memberikan uang kepada Gamawan Fauzi melalui saudaranya, yakni Azmin Aulia, sejumlah USD 2,5 juta," kata Jaksa.

Namun dalam beberapa persidangan, Gamawan Fauzi membantah mentah-mentah telah terlibat atau menerima uang terkait korupsi e-KTP tersebut. (det/jos)

See Also

Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.097.519 Since: 07.04.14 | 0.5744 sec