YouTube Facebook Twitter RSS
17 Nov 2018, 0

Hukum

KPK Klarifikasi Proyek E-KTP Dari Adik Gamawan Fauzi

Tuesday, 24 October 2017 | View : 119

siarjustisia.com-JAKARTA.

Penyidik KPK memanggil Azmin Aulia untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus korupsi proyek e-KTP. Azmin merupakan adik mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka ASS (Anang Sugiana Sudihardjo/Direktur Umum PT. Quadra Solution)," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (24/10/2017).

Selain itu, penyidik KPK juga memanggil mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Mirwan Amir. Dia juga sedianya akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk Anang Sugiana Sudihardjo.

Anang Sugiana Sudihardjo merupakan tersangka terbaru dalam pusaran kasus e-KTP. Perusahaannya, PT. Quadra Solution, merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam Konsorsium PNRI sebagai pelaksana proyek e-KTP. Konsorsium penggarap e-KTP ini terdiri atas Perum PNRI, PT. LEN Industri, PT. Quadra Solution, PT. Sucofindo, dan PT. Sandipala Artha Putra.

Saksi lain yang dipanggil KPK yakni Staff Fraksi Demokrat Eva Ompita Soraya dan Ketua DPRD Sumatera Barat Yultekhnil.

Direktur Gajendra Adhi Sakti, Azmin Aulia, diperiksa penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Adik Gamawan Fauzi ini diperiksa untuk tersangka Dirut PT. Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan penyidik perlu mendalami informasi yang diketahui oleh Azmin Aulia dalam proyek e-KTP.

"Dalam pemeriksaan hari ini, diklarifikasi dan dikonfirmasi kembali apa yang diketahui dalam proyek e-KTP ini," papar Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (24/10/2017).

Menurut Febri Diansyah, Azmin Aulia juga pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus e-KTP. Namun beberapa fakta persidangan perkara ini sudah dinyatakan oleh Azmin Aulia.

"Itu sebagian sudah muncul dalam persidangan karena ada kebutuhan ujian informasi Sugiharto dan Irman. Saksi pernah diperiksa sebelumnya, butuh diperiksa kembali tersangka lain, ada dua tersangka ASS (Anang Sugiana Sudihardjo) dan MN (Markus Nari)," ucap Febri Diansyah.

Untuk saksi lain, yakni staf Fraksi Demokrat, Eva Ompita Soraya, Febri Diansyah mengatakan penyidik perlu mengetahui proses anggaran yang melibatkan DPR RI. KPK juga perlu mengklarifikasi beberapa informasi kepada Eva Ompita Soraya. 

"Proses pembahasan anggaran sejak awal itu kan harus melibatkan DPR. Kami juga mendalami aspek proses pembahasan anggaran e-KTP tersebut dan juga mengklarifikasi beberapa info yang sudah pernah disampaikan oleh saksi-saksi yang lain," jelas Febri Diansyah.

Sedangkan saksi lain yang tidak hadir adalah anggota DPR RI Mirwan Amir dan Ketua DPRD Sumatera Barat Yultekhnil. Keduanya akan dijadwalkan pemanggilan ulang.

Anang Sugiana Sudihardjo disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (9/3/2017), Jaksa KPK sempat menyebutkan peran Azmin Aulia dan Gamawan Fauzi. Jaksa menyebut Gamawan Fauzi menerima total duit USD 4,5 juta dan Rp 50 juta saat menjabat sebagai Mendagri. Andi Narogong, yang menyerahkan duit tersebut, merupakan pengusaha yang mengawal kemenangan konsorsium PNRI dalam proyek pengadaan e-KTP. 

Setelah penyerahan duit tahap pertama pada Maret 2011, Andi Narogong kembali menyerahkan duit tahap kedua pada Juni 2011. 

"Untuk memperlancar proses penetapan pemenang lelang pada pertengahan Juni 2011, Andi Agustinus alias Andi Narogong kembali memberikan uang kepada Gamawan Fauzi melalui saudaranya, yakni Azmin Aulia, sejumlah USD 2,5 juta," kata Jaksa.

Namun dalam beberapa persidangan, Gamawan Fauzi membantah mentah-mentah telah terlibat atau menerima uang terkait korupsi e-KTP tersebut. (det/jos)

See Also

KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.962.655 Since: 07.04.14 | 0.5969 sec