YouTube Facebook Twitter RSS
19 Jan 2019, 0

Hukum

KPK Klarifikasi Proyek E-KTP Dari Adik Gamawan Fauzi

Tuesday, 24 October 2017 | View : 134

siarjustisia.com-JAKARTA.

Penyidik KPK memanggil Azmin Aulia untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus korupsi proyek e-KTP. Azmin merupakan adik mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka ASS (Anang Sugiana Sudihardjo/Direktur Umum PT. Quadra Solution)," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (24/10/2017).

Selain itu, penyidik KPK juga memanggil mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Mirwan Amir. Dia juga sedianya akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk Anang Sugiana Sudihardjo.

Anang Sugiana Sudihardjo merupakan tersangka terbaru dalam pusaran kasus e-KTP. Perusahaannya, PT. Quadra Solution, merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam Konsorsium PNRI sebagai pelaksana proyek e-KTP. Konsorsium penggarap e-KTP ini terdiri atas Perum PNRI, PT. LEN Industri, PT. Quadra Solution, PT. Sucofindo, dan PT. Sandipala Artha Putra.

Saksi lain yang dipanggil KPK yakni Staff Fraksi Demokrat Eva Ompita Soraya dan Ketua DPRD Sumatera Barat Yultekhnil.

Direktur Gajendra Adhi Sakti, Azmin Aulia, diperiksa penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Adik Gamawan Fauzi ini diperiksa untuk tersangka Dirut PT. Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan penyidik perlu mendalami informasi yang diketahui oleh Azmin Aulia dalam proyek e-KTP.

"Dalam pemeriksaan hari ini, diklarifikasi dan dikonfirmasi kembali apa yang diketahui dalam proyek e-KTP ini," papar Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (24/10/2017).

Menurut Febri Diansyah, Azmin Aulia juga pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus e-KTP. Namun beberapa fakta persidangan perkara ini sudah dinyatakan oleh Azmin Aulia.

"Itu sebagian sudah muncul dalam persidangan karena ada kebutuhan ujian informasi Sugiharto dan Irman. Saksi pernah diperiksa sebelumnya, butuh diperiksa kembali tersangka lain, ada dua tersangka ASS (Anang Sugiana Sudihardjo) dan MN (Markus Nari)," ucap Febri Diansyah.

Untuk saksi lain, yakni staf Fraksi Demokrat, Eva Ompita Soraya, Febri Diansyah mengatakan penyidik perlu mengetahui proses anggaran yang melibatkan DPR RI. KPK juga perlu mengklarifikasi beberapa informasi kepada Eva Ompita Soraya. 

"Proses pembahasan anggaran sejak awal itu kan harus melibatkan DPR. Kami juga mendalami aspek proses pembahasan anggaran e-KTP tersebut dan juga mengklarifikasi beberapa info yang sudah pernah disampaikan oleh saksi-saksi yang lain," jelas Febri Diansyah.

Sedangkan saksi lain yang tidak hadir adalah anggota DPR RI Mirwan Amir dan Ketua DPRD Sumatera Barat Yultekhnil. Keduanya akan dijadwalkan pemanggilan ulang.

Anang Sugiana Sudihardjo disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (9/3/2017), Jaksa KPK sempat menyebutkan peran Azmin Aulia dan Gamawan Fauzi. Jaksa menyebut Gamawan Fauzi menerima total duit USD 4,5 juta dan Rp 50 juta saat menjabat sebagai Mendagri. Andi Narogong, yang menyerahkan duit tersebut, merupakan pengusaha yang mengawal kemenangan konsorsium PNRI dalam proyek pengadaan e-KTP. 

Setelah penyerahan duit tahap pertama pada Maret 2011, Andi Narogong kembali menyerahkan duit tahap kedua pada Juni 2011. 

"Untuk memperlancar proses penetapan pemenang lelang pada pertengahan Juni 2011, Andi Agustinus alias Andi Narogong kembali memberikan uang kepada Gamawan Fauzi melalui saudaranya, yakni Azmin Aulia, sejumlah USD 2,5 juta," kata Jaksa.

Namun dalam beberapa persidangan, Gamawan Fauzi membantah mentah-mentah telah terlibat atau menerima uang terkait korupsi e-KTP tersebut. (det/jos)

See Also

Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Artis Kembali Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Polres Metro Jakarta Selatan Gali Motif Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Polres Metro Jakarta Selatan Tangkap Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.252.817 Since: 07.04.14 | 0.6638 sec