YouTube Facebook Twitter RSS
19 Feb 2019, 0

Hukum

Seorang Terduga Anggota Jaringan Terorisme Diciduk Di Sukoharjo

Tuesday, 24 October 2017 | View : 163

siarjustisia.com-SUKOHARJO.

Tim gabungan kepolisian melakukan penggeledahan di sebuah ruko di Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Selasa (24/10/2017). Tim Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror melakukan penggeledahan di sebuah ruko di Mojolaban, Sukoharjo. Ruko tersebut digunakan sebagai tempat tinggal H, seorang terduga terkait kasus terorisme. Ruko tersebut adalah tempat tinggal seorang berinisial H, yang telah ditangkap sebelumnya di sebuah lokasi tak jauh dari rumah tinggalnya.

H telah ditangkap di jembatan Mojo yang tak jauh dari rumahnya, Selasa (24/10/2017) sekitar pukul 10.00 WIB. "Dia ditangkap di jembatan Mojo, sekitar pukul 10.00 WIB," kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, melalui telepon.

Kemudian, sekitar pukul 13.00 WIB, polisi menggeledah tempat tinggalnya di Ruko Graha Safira, Dukuh Pabrik RT 01 RW 01, Desa Wirun, Mojolaban, Sukoharjo. Penggeledahan dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB di Ruko Graha Safira, Dukuh Pabrik RT 01 RW 01, Desa Wirun, Mojolaban, Sukoharjo. Proses penggeledahan berlangsung tak sampai satu jam.

Ruko yang ditempati H diketahui tidak pernah digunakan sebagai toko. H hanya menggunakannya sebagai tempat tinggal.

Menurut pedagang yang menempati ruko sebelahnya, Totok, ruko tersebut tidak digunakan untuk berdagang. Ruko hanya digunakan sebagai tempat tinggal H dan keluarganya.

"Hanya digunakan sebagai rumah. Ada lima orang. Tadi pagi saya sempat lihat orangnya, tapi pas penggeledahan hanya ada keluarganya. Kemungkinan penangkapannya di tempat lain," ujar Totok.

"Dia hanya mengontrak. Mengenai warga asli mana, kami belum tahu. Itu Densus yang akan mengintrogasi," katanya.

Mengenai sosok H, dia mengaku tidak mengenalnya. Sejak menempati ruko empat bulan lalu, Totok mengaku jarang berkomunikasi dengan H.

"Dia lebih dulu di ruko ini. Saya enggak kenal, jarang sekali ngobrol. Orangnya tinggi, putih, rambutnya keriting," ujar dia.

Sementara itu, Kades Wirun, Erry Suseno Wibowo, mengatakan H bukanlah warga asli Wirun. Ketika menempati ruko tersebut, menurutnya tidak ada pemberitahuan kepada perangkat desa.

"Itu (H) pendatang tapi tidak ada pemberitahuan ke kami. Belum ada keterangan berapa lama karena kami tidak tahu itu disewakan, belum ada pemberitahuan," ungkap dia.

Erry yang saat itu turut menyaksikan proses penggeledahan, mengatakan kepolisian menyita sejumlah barang bukti. Beberapa barang yang disita ialah senjata tajam dan bendera.

"Ada banyak yang dibawa. Ada samurai, panah, belati, bendera ISIS, buku-buku," ujarnya. 

Tim gabungan kepolisian menyita sejumlah barang bukti, antara lain bendera, senjata tajam dan pakaian. Polisi juga menyita beberapa alat elektronik, seperti ponsel dan laptop.

"Ada dua bendera bertuliskan huruf Arab, satu warna hitam, satu warna putih. Kemudian ada busur panah, sebilah pedang, beberapa alat komunikasi, handphone, laptop, baju, kartu identitas. Semuanya sudah dibawa di Densus," ujarnya.

Mengenai kasusnya, Iwan mengaku tidak mengetahui. Pihaknya hanya membantu tugas Densus 88.

"Lebih lanjut itu wewenang Densus. Kami hanya membackup pengamanan. Kami terjunkan satu peleton Dalmas, ditambah Kapolsek dan Kepala Desa sebagai saksi," pungkas dia.

See Also

KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.410.744 Since: 07.04.14 | 0.5883 sec