YouTube Facebook Twitter RSS
24 Jun 2018, 0

Hukum

KPK Tetapkan Lima Tersangka Kasus Suap Bupati Nganjuk

Friday, 27 October 2017 | View : 235
Tags : Kpk, Nganjuk

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi merilis penangkapan Bupati Nganjuk, Jawa Timur. KPK telah meningkatkan kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan dengan menetapkan lima orang tersangka dari 20 orang yang ditangkap KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka dalam kasus suap yang melibatkan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman. Suap diduga diberikan terkait jual beli jabatan.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan lima tersangka,” kata Komisioner KPK, Inspektur Jenderal Polisi/Irjen. Pol. (Purn.) Basaria Panjaitan, S.H., M.H. dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (26/10/2017).

Kelima tersangka itu adalah Bupati Nganjuk periode 2013-2018 Taufiqurrahman (TFR), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk Ibnu Hajar (IH), Kepala SMPN 3 Ngronggot Kabupaten Nganjuk Suwandi (SUW).

Selain itu, papar mantan Kabag Narkoba Polda Jabar pada tahun 2000 tersebut Basaria Panjaitan, status tersangka juga diberikan kepada Kepala Bagian Umum RSUD Kabupaten Nganjuk Mukhammad Bisri (MB) serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk Harjanto (H).

“Tersangka ini terbagi dalam dua kelompok, TFR, IH, dan SUW sebagai penerima. Sementara MB dan H sebagai pemberi,” beber mantan DirReskrim Polda Kepri pada tahun 2007 tersebut, Basaria Panjaitan.

Mantan Kapusprovos Divpropam Polri pada tahun 2009 tersebut, Basaria Panjaitan menjelaskan, setelah melakukan pemeriksaan dilanjutkan gelar perkara, pihaknya menyimpulkan keterlibatan kelima tersangka dalam Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Modus mereka adalah penerimaan hadiah atau janji oleh Bupati Nganjuk terkait perekrutan dan pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Nganjuk.

Saat melakukan OTT, penyidik mengamankan uang sebanyak Rp 298.020.000. Rinciannya, dari tangan IH sebanyak Rp 149.120.000 sedangkan dari tangan SUW sebanyak Rp 148.900.000.

“KPK menemukan indikasi praktik ini sudah berlangsung lama di Kabupaten Nganjuk. Bupati meminta uang ke pegawai untuk promosi atau mutasi,” pungkas mantan Karobekum Sdelog Polri tersebut, Basaria Panjaitan. (met/jos)

See Also

Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.171.767 Since: 07.04.14 | 0.6079 sec