YouTube Facebook Twitter RSS
23 Sep 2018, 0

Hukum

KPK Tetapkan Lima Tersangka Kasus Suap Bupati Nganjuk

Friday, 27 October 2017 | View : 266
Tags : Kpk, Nganjuk

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi merilis penangkapan Bupati Nganjuk, Jawa Timur. KPK telah meningkatkan kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan dengan menetapkan lima orang tersangka dari 20 orang yang ditangkap KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka dalam kasus suap yang melibatkan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman. Suap diduga diberikan terkait jual beli jabatan.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan lima tersangka,” kata Komisioner KPK, Inspektur Jenderal Polisi/Irjen. Pol. (Purn.) Basaria Panjaitan, S.H., M.H. dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (26/10/2017).

Kelima tersangka itu adalah Bupati Nganjuk periode 2013-2018 Taufiqurrahman (TFR), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk Ibnu Hajar (IH), Kepala SMPN 3 Ngronggot Kabupaten Nganjuk Suwandi (SUW).

Selain itu, papar mantan Kabag Narkoba Polda Jabar pada tahun 2000 tersebut Basaria Panjaitan, status tersangka juga diberikan kepada Kepala Bagian Umum RSUD Kabupaten Nganjuk Mukhammad Bisri (MB) serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk Harjanto (H).

“Tersangka ini terbagi dalam dua kelompok, TFR, IH, dan SUW sebagai penerima. Sementara MB dan H sebagai pemberi,” beber mantan DirReskrim Polda Kepri pada tahun 2007 tersebut, Basaria Panjaitan.

Mantan Kapusprovos Divpropam Polri pada tahun 2009 tersebut, Basaria Panjaitan menjelaskan, setelah melakukan pemeriksaan dilanjutkan gelar perkara, pihaknya menyimpulkan keterlibatan kelima tersangka dalam Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Modus mereka adalah penerimaan hadiah atau janji oleh Bupati Nganjuk terkait perekrutan dan pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Nganjuk.

Saat melakukan OTT, penyidik mengamankan uang sebanyak Rp 298.020.000. Rinciannya, dari tangan IH sebanyak Rp 149.120.000 sedangkan dari tangan SUW sebanyak Rp 148.900.000.

“KPK menemukan indikasi praktik ini sudah berlangsung lama di Kabupaten Nganjuk. Bupati meminta uang ke pegawai untuk promosi atau mutasi,” pungkas mantan Karobekum Sdelog Polri tersebut, Basaria Panjaitan. (met/jos)

See Also

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.627.419 Since: 07.04.14 | 0.5889 sec