YouTube Facebook Twitter RSS
10 Dec 2018, 0

Hukum

KPK Tetapkan Lima Tersangka Kasus Suap Bupati Nganjuk

Friday, 27 October 2017 | View : 296
Tags : Kpk, Nganjuk

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi merilis penangkapan Bupati Nganjuk, Jawa Timur. KPK telah meningkatkan kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan dengan menetapkan lima orang tersangka dari 20 orang yang ditangkap KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka dalam kasus suap yang melibatkan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman. Suap diduga diberikan terkait jual beli jabatan.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan lima tersangka,” kata Komisioner KPK, Inspektur Jenderal Polisi/Irjen. Pol. (Purn.) Basaria Panjaitan, S.H., M.H. dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (26/10/2017).

Kelima tersangka itu adalah Bupati Nganjuk periode 2013-2018 Taufiqurrahman (TFR), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk Ibnu Hajar (IH), Kepala SMPN 3 Ngronggot Kabupaten Nganjuk Suwandi (SUW).

Selain itu, papar mantan Kabag Narkoba Polda Jabar pada tahun 2000 tersebut Basaria Panjaitan, status tersangka juga diberikan kepada Kepala Bagian Umum RSUD Kabupaten Nganjuk Mukhammad Bisri (MB) serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk Harjanto (H).

“Tersangka ini terbagi dalam dua kelompok, TFR, IH, dan SUW sebagai penerima. Sementara MB dan H sebagai pemberi,” beber mantan DirReskrim Polda Kepri pada tahun 2007 tersebut, Basaria Panjaitan.

Mantan Kapusprovos Divpropam Polri pada tahun 2009 tersebut, Basaria Panjaitan menjelaskan, setelah melakukan pemeriksaan dilanjutkan gelar perkara, pihaknya menyimpulkan keterlibatan kelima tersangka dalam Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Modus mereka adalah penerimaan hadiah atau janji oleh Bupati Nganjuk terkait perekrutan dan pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Nganjuk.

Saat melakukan OTT, penyidik mengamankan uang sebanyak Rp 298.020.000. Rinciannya, dari tangan IH sebanyak Rp 149.120.000 sedangkan dari tangan SUW sebanyak Rp 148.900.000.

“KPK menemukan indikasi praktik ini sudah berlangsung lama di Kabupaten Nganjuk. Bupati meminta uang ke pegawai untuk promosi atau mutasi,” pungkas mantan Karobekum Sdelog Polri tersebut, Basaria Panjaitan. (met/jos)

See Also

KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.070.377 Since: 07.04.14 | 0.602 sec