YouTube Facebook Twitter RSS
23 Nov 2017, 0

Hukum

Bareskrim Polri Kembangkan Teknologi Identifikasi Wajah

Wednesday, 01 November 2017 | View : 19
Tags : Bareskrim

siarjustisia.com-JAKARTA.

Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) tengah mengembangkan sistim pengenalan identitas seseorang berdasarkan foto alias face recognition.

Sistem ini akan melengkapi proses identifikasi yang sudah ada selama ini seperti sidik jari dan retina mata serta-yang paling rumit-adalah tes DNA.

"Jadi kami punya bank data wajah dan misalnya sebut saja si A DPO (buron) dan wajahnya sudah kami masukkan dalam sistem ini, maka begitu si A ini tertangkap kamera maka alert-nya (tanda peringatan) akan bunyi," terang Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol. Drs. H. Ari Dono Sukmanto, S.H., M.Si. di Bareskrim, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Gedung Mina Bahari, Jl. Medan Merdeka Timur No.16, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017).

Proses ini, mantan Kapolda Sulteng tersebut, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto melanjutkan, digawangi oleh Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis). Ini adalah satuan kerja di bawah Bareskrim.

Kapus Inafis Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Drs. Hudi Suryanto menambahkan apabila data wajah yang dimiliki Polri berasal dari Dukcapil saat proses pengurusan E-KTP.

"Ada ratusan juta foto kami miliki. Namun foto itu masih kurang karena hanya dari depan. Harusnya juga ditambah dari kiri, kanan, atas, dan bawah," kata Brigjen Pol. Drs. Hudi Suryanto ditempat yang sama.

Pihaknya juga tengah menyiapkan infrastruktur berupa sistem dan kamera high density yang akan dipasang di sejumlah titik ramai atau rawan.

"Kamera ini lebih baik hasil gambarnya dibanding CCTC karena kalau CCTV akan pecah gambarnya kalau di-zoom. Kami  belum targetkan kapan sistem ini mulai diberlakukan," lanjutnya.

Cara kerja sistem ini adalah apabila ada seorang pelaku kejahatan tertangkap kamera maka wajahnya akan dibandingkan dengan bank data yang ada melalui Bio Metric System (BMS).

"Kalaupun wajah yang tertangkap tidak sempurna akan kita coba dengan teknologi sketsa wajah. Ini bisa membantu pengungkapan kasus seperti kasus penembakan dokter di Tangerang kemarin," sambungnya. (bs)

See Also

Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
KPK Tahan Bos Peserta Lelang E-KTP
Bareskrim Polri Ungkap Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi
Gubernur Sulawesi Tenggara Nonaktif Nur Alam Segera Disidang
KPK Rampungkan Berkas Gubernur Sulawesi Tenggara
Polda Metro Jaya Selidiki Orang Tua Pekerjakan Anak Di Pabrik Kembang Api
KPK Telah Periksa 40 Saksi Untuk Kasus Eddy Rumpoko
KPK Periksa Muhammad Taufik Kasus Reklamasi
Polda Metro Jaya Pastikan 48 Jasad Utuh Korban Ledakan Pabrik Kembang Api
44 Jenazah Korban Ledakan Pabrik Kembang Api Teridentifikasi
Polda Jatim Take Down 30 Akun Penyebar Hoax Girder Flyover Tol Pasuruan Ambruk
Kronologi OTT KPK Terhadap Bupati Nganjuk
KPK Belum Temukan Keterlibatan Istri Bupati Nganjuk
KPK Tetapkan Lima Tersangka Kasus Suap Bupati Nganjuk
KPK Ciduk 20 Orang Dalam OTT Di Jakarta Dan Nganjuk
Wakil Presiden Jusuf Kalla Tegaskan Penerbitan Perppu Ormas Sesuai Konstitusi
Jaksa Tolak Pembelaan Buni Yani
9 Orang Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88/Antiteror
Densus 88 Antiteror Bekuk Terduga Teroris Di Kendal-Sukoharjo
Densus 88 Antiteror Amankan Seorang Terduga Teroris Di Ponogoro
Polda Papua Antisipasi Pergerakan KKB Di Area Kota
Kapolda Papua Sebut Tidak Ada Penambahan Personel Di Tembagapura
Satu Anggota Brimob Gugur Ditembak KKB Di Tembagapura
Isteri Tusuk Ketua DPRD Kolaka Utara Hingga Tewas Ditetapkan Sebagai Tersangka
Kepala BNN Apresiasi Kepedulian Bupati Tapanuli Selatan
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.834.518 Since: 07.04.14 | 0.6575 sec