YouTube Facebook Twitter RSS
16 Dec 2018, 0

Hukum

Bareskrim Polri Kembangkan Teknologi Identifikasi Wajah

Wednesday, 01 November 2017 | View : 374
Tags : Bareskrim

siarjustisia.com-JAKARTA.

Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) tengah mengembangkan sistim pengenalan identitas seseorang berdasarkan foto alias face recognition.

Sistem ini akan melengkapi proses identifikasi yang sudah ada selama ini seperti sidik jari dan retina mata serta-yang paling rumit-adalah tes DNA.

"Jadi kami punya bank data wajah dan misalnya sebut saja si A DPO (buron) dan wajahnya sudah kami masukkan dalam sistem ini, maka begitu si A ini tertangkap kamera maka alert-nya (tanda peringatan) akan bunyi," terang Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol. Drs. H. Ari Dono Sukmanto, S.H., M.Si. di Bareskrim, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Gedung Mina Bahari, Jl. Medan Merdeka Timur No.16, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017).

Proses ini, mantan Kapolda Sulteng tersebut, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto melanjutkan, digawangi oleh Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis). Ini adalah satuan kerja di bawah Bareskrim.

Kapus Inafis Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Drs. Hudi Suryanto menambahkan apabila data wajah yang dimiliki Polri berasal dari Dukcapil saat proses pengurusan E-KTP.

"Ada ratusan juta foto kami miliki. Namun foto itu masih kurang karena hanya dari depan. Harusnya juga ditambah dari kiri, kanan, atas, dan bawah," kata Brigjen Pol. Drs. Hudi Suryanto ditempat yang sama.

Pihaknya juga tengah menyiapkan infrastruktur berupa sistem dan kamera high density yang akan dipasang di sejumlah titik ramai atau rawan.

"Kamera ini lebih baik hasil gambarnya dibanding CCTC karena kalau CCTV akan pecah gambarnya kalau di-zoom. Kami  belum targetkan kapan sistem ini mulai diberlakukan," lanjutnya.

Cara kerja sistem ini adalah apabila ada seorang pelaku kejahatan tertangkap kamera maka wajahnya akan dibandingkan dengan bank data yang ada melalui Bio Metric System (BMS).

"Kalaupun wajah yang tertangkap tidak sempurna akan kita coba dengan teknologi sketsa wajah. Ini bisa membantu pengungkapan kasus seperti kasus penembakan dokter di Tangerang kemarin," sambungnya. (bs)

See Also

KPK Tetapkan Mantan Pejabat Kemendagri Tersangka Korupsi 2 Gedung IPDN
KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.101.329 Since: 07.04.14 | 0.6217 sec