YouTube Facebook Twitter RSS
21 Feb 2018, 0

Hukum

Bareskrim Polri Kembangkan Teknologi Identifikasi Wajah

Wednesday, 01 November 2017 | View : 82
Tags : Bareskrim

siarjustisia.com-JAKARTA.

Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) tengah mengembangkan sistim pengenalan identitas seseorang berdasarkan foto alias face recognition.

Sistem ini akan melengkapi proses identifikasi yang sudah ada selama ini seperti sidik jari dan retina mata serta-yang paling rumit-adalah tes DNA.

"Jadi kami punya bank data wajah dan misalnya sebut saja si A DPO (buron) dan wajahnya sudah kami masukkan dalam sistem ini, maka begitu si A ini tertangkap kamera maka alert-nya (tanda peringatan) akan bunyi," terang Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol. Drs. H. Ari Dono Sukmanto, S.H., M.Si. di Bareskrim, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Gedung Mina Bahari, Jl. Medan Merdeka Timur No.16, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017).

Proses ini, mantan Kapolda Sulteng tersebut, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto melanjutkan, digawangi oleh Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis). Ini adalah satuan kerja di bawah Bareskrim.

Kapus Inafis Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Drs. Hudi Suryanto menambahkan apabila data wajah yang dimiliki Polri berasal dari Dukcapil saat proses pengurusan E-KTP.

"Ada ratusan juta foto kami miliki. Namun foto itu masih kurang karena hanya dari depan. Harusnya juga ditambah dari kiri, kanan, atas, dan bawah," kata Brigjen Pol. Drs. Hudi Suryanto ditempat yang sama.

Pihaknya juga tengah menyiapkan infrastruktur berupa sistem dan kamera high density yang akan dipasang di sejumlah titik ramai atau rawan.

"Kamera ini lebih baik hasil gambarnya dibanding CCTC karena kalau CCTV akan pecah gambarnya kalau di-zoom. Kami  belum targetkan kapan sistem ini mulai diberlakukan," lanjutnya.

Cara kerja sistem ini adalah apabila ada seorang pelaku kejahatan tertangkap kamera maka wajahnya akan dibandingkan dengan bank data yang ada melalui Bio Metric System (BMS).

"Kalaupun wajah yang tertangkap tidak sempurna akan kita coba dengan teknologi sketsa wajah. Ini bisa membantu pengungkapan kasus seperti kasus penembakan dokter di Tangerang kemarin," sambungnya. (bs)

See Also

Menghindari Proses E-Katalog LKPP, Pembelian Komputer Sekolah Berpotensi Terjadi Korupsi
Kodim 0716/Demak Dukung Pemerintah Perangi Narkoba
KPK OTT Di Subang
Gunakan Narkoba, Fachri Albar Dicokok Polres Metro Jakarta Selatan
Penyuluhan Hukum Dari Kumdam IV/Diponegoro
Bupati Halmahera Timur Bantah Terima Suap
KPK Tahan Pengusaha Pemberi Suap Bupati Ngada
Sopir Bus Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Di Tanjakan Emen
KPK Tahan Bupati Halmahera Timur
KPK Tetapkan Bupati Halmahera Timur Sebagai Tersangka Suap
Dokter Bimanesh Sutarjo Diperiksa KPK
Polri Sebut Penyelidikan Ambruknya Selasar Tower II BEI Selesai
Polri Optimistis Pilkada Serentak 2018 Aman
39 Calon Kepala Daerah Tak Laporkan Hartanya Ke KPK
Satgas Nusantara Polri Dinginkan Pilkada Serentak 2018
Polisi Dalami Kasus Ambruknya Selasar BEI
Kapolres Karawang Instruksikan Tembak Mati Penjahat Jalanan
Kronologi Ambruknya Balkon Gedung Bursa Efek Indonesia Versi Polisi
Polres Metro Jakarta Barat Bentuk Satgasus Usut Kasus Mandek Di Tahun 2017
Polda Metro Jaya Buru Pemasok Narkoba Untuk Tio Pakusadewo
Ayah Korban Paedofil Jadi Tersangka Pengeroyok
Andi Narogong Divonis 8 Tahun Penjara
Koordinator Laboratorium Sabu Likuid Diskotek MG Club International Menyerahkan Diri
Pelaku Percobaan Penculikan Bocah Di ITC Kuningan Menyerahkan Diri
Siswa Korban Pengeroyokan Teman Sekelas Alami Trauma
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.395.691 Since: 07.04.14 | 0.7342 sec