YouTube Facebook Twitter RSS
21 Sep 2018, 0

Hukum

Bareskrim Polri Kembangkan Teknologi Identifikasi Wajah

Wednesday, 01 November 2017 | View : 310
Tags : Bareskrim

siarjustisia.com-JAKARTA.

Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) tengah mengembangkan sistim pengenalan identitas seseorang berdasarkan foto alias face recognition.

Sistem ini akan melengkapi proses identifikasi yang sudah ada selama ini seperti sidik jari dan retina mata serta-yang paling rumit-adalah tes DNA.

"Jadi kami punya bank data wajah dan misalnya sebut saja si A DPO (buron) dan wajahnya sudah kami masukkan dalam sistem ini, maka begitu si A ini tertangkap kamera maka alert-nya (tanda peringatan) akan bunyi," terang Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol. Drs. H. Ari Dono Sukmanto, S.H., M.Si. di Bareskrim, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Gedung Mina Bahari, Jl. Medan Merdeka Timur No.16, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017).

Proses ini, mantan Kapolda Sulteng tersebut, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto melanjutkan, digawangi oleh Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis). Ini adalah satuan kerja di bawah Bareskrim.

Kapus Inafis Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Drs. Hudi Suryanto menambahkan apabila data wajah yang dimiliki Polri berasal dari Dukcapil saat proses pengurusan E-KTP.

"Ada ratusan juta foto kami miliki. Namun foto itu masih kurang karena hanya dari depan. Harusnya juga ditambah dari kiri, kanan, atas, dan bawah," kata Brigjen Pol. Drs. Hudi Suryanto ditempat yang sama.

Pihaknya juga tengah menyiapkan infrastruktur berupa sistem dan kamera high density yang akan dipasang di sejumlah titik ramai atau rawan.

"Kamera ini lebih baik hasil gambarnya dibanding CCTC karena kalau CCTV akan pecah gambarnya kalau di-zoom. Kami  belum targetkan kapan sistem ini mulai diberlakukan," lanjutnya.

Cara kerja sistem ini adalah apabila ada seorang pelaku kejahatan tertangkap kamera maka wajahnya akan dibandingkan dengan bank data yang ada melalui Bio Metric System (BMS).

"Kalaupun wajah yang tertangkap tidak sempurna akan kita coba dengan teknologi sketsa wajah. Ini bisa membantu pengungkapan kasus seperti kasus penembakan dokter di Tangerang kemarin," sambungnya. (bs)

See Also

Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.617.561 Since: 07.04.14 | 0.6001 sec