YouTube Facebook Twitter RSS
24 Jun 2018, 0

Hukum

Bareskrim Polri Kembangkan Teknologi Identifikasi Wajah

Wednesday, 01 November 2017 | View : 242
Tags : Bareskrim

siarjustisia.com-JAKARTA.

Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) tengah mengembangkan sistim pengenalan identitas seseorang berdasarkan foto alias face recognition.

Sistem ini akan melengkapi proses identifikasi yang sudah ada selama ini seperti sidik jari dan retina mata serta-yang paling rumit-adalah tes DNA.

"Jadi kami punya bank data wajah dan misalnya sebut saja si A DPO (buron) dan wajahnya sudah kami masukkan dalam sistem ini, maka begitu si A ini tertangkap kamera maka alert-nya (tanda peringatan) akan bunyi," terang Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol. Drs. H. Ari Dono Sukmanto, S.H., M.Si. di Bareskrim, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Gedung Mina Bahari, Jl. Medan Merdeka Timur No.16, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017).

Proses ini, mantan Kapolda Sulteng tersebut, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto melanjutkan, digawangi oleh Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis). Ini adalah satuan kerja di bawah Bareskrim.

Kapus Inafis Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Drs. Hudi Suryanto menambahkan apabila data wajah yang dimiliki Polri berasal dari Dukcapil saat proses pengurusan E-KTP.

"Ada ratusan juta foto kami miliki. Namun foto itu masih kurang karena hanya dari depan. Harusnya juga ditambah dari kiri, kanan, atas, dan bawah," kata Brigjen Pol. Drs. Hudi Suryanto ditempat yang sama.

Pihaknya juga tengah menyiapkan infrastruktur berupa sistem dan kamera high density yang akan dipasang di sejumlah titik ramai atau rawan.

"Kamera ini lebih baik hasil gambarnya dibanding CCTC karena kalau CCTV akan pecah gambarnya kalau di-zoom. Kami  belum targetkan kapan sistem ini mulai diberlakukan," lanjutnya.

Cara kerja sistem ini adalah apabila ada seorang pelaku kejahatan tertangkap kamera maka wajahnya akan dibandingkan dengan bank data yang ada melalui Bio Metric System (BMS).

"Kalaupun wajah yang tertangkap tidak sempurna akan kita coba dengan teknologi sketsa wajah. Ini bisa membantu pengungkapan kasus seperti kasus penembakan dokter di Tangerang kemarin," sambungnya. (bs)

See Also

Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.171.755 Since: 07.04.14 | 0.604 sec