YouTube Facebook Twitter RSS
21 Feb 2018, 0

Hukum

Bareskrim Polri Ungkap Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Wednesday, 01 November 2017 | View : 403
Tags : Bareskrim

siarjustisia.com-JAKARTA.

Penyidik Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) mengungkap praktik penyimpangan distribusi gula kristal rafinasi yang dilakukan oleh PT. CP.

"Ada proses pemindahan dari karung gula rafinasi kemudian dikemas menjadi gula sachet. Ini hal yang melanggar hukum," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya I.E., S.H., S.IK., M.Si. di Gedung Bareskrim, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gedung Mina Bahari, Jl. Medan Merdeka Timur No.16, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017).

PT. CP diduga mengemas gula kristal rafinasi dalam bentuk sachet untuk kemudian dijual ke beberapa hotel mewah dan kafe di Jakarta.

"Gula rafinasi tersebut diperoleh dari dua distributor gula kristal rafinasi," beber mantan Kapolsek Bawen Kabupaten Semarang itu, Brigjen Pol. Agung Setya I.E.

Alumni Akpol angkatan 1988 ini mengatakan, pada 13 Oktober 2017, penyidik Bareskrim Polri menggeledah PT. CP yang beralamat di Kedaung, Cengkareng, Jakarta Barat.

Dalam penggeledahan tersebut penyidik menyita 20 karung gula kristal rafinasi dengan bobot 50 kilogram per karung dan 82.500 sachet gula rafinasi siap konsumsi.

Selain itu juga ditemukan bungkus kosong kemasan gula sachet dengan merek Hotel dan Cafe.

Menurut Brigjen Pol. Agung Setya I.E., PT. CP sudah beroperasi sejak tahun 2008. Awalnya PT. CP mengemas gula rafinasi untuk keperluan konsumsi sebanyak dua ton per bulan, namun sejak tahun 2016, pengemasan gula rafinasi naik menjadi 20 ton per bulan.

Gula rafinasi tersebut dikemas dalam sachet dengan masing-masing sachet memiliki berat bersih 6-8 gram.

Harga jual ke pihak hotel dan kafe per sachet dengan harga Rp 130. Dari hasil penyelidikan, diketahui PT. CP menjual gula rafinasi kemasan sachet ke 56 hotel.

"Sementara gula kristal rafinasi dibeli dengan harga Rp 10.000 per kilogram," terang mantan Kasat Reskrim Polres Salatiga pada tahun 1992 itu.

Penjualan gula rafinasi PT. CP ke pihak lain menyalahi aturan karena ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 117 Tahun 2015 Pasal 9 bahwa Gula Kristal Rafinasi hanya bisa di distribusikan kepada industri.

"Gula rafinasi tidak boleh diperdagangkan untuk konsumsi," tegas mantan Kapolres Bengkulu itu, Brigjen Pol. Agung Setya I.E.

Penyidik sedang mengumpulkan keterangan ahli baik dari Kemendag, BPOM, Perlindungan Konsumen, serta melakukan pendalaman ke pihak distributor gula kristal rafinasi yang menjual kepada PT. CP. 

"Untuk barang bukti gula yang sudah dikemas sedang diuji di laboratorium," jelas mantan Kanit III Dit II/Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol. Agung Setya I.E.

Menurut mantan Wakil Direktur Tipideksus itu, dalam beberapa hari ke depan, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Dalam kasus ini, pihaknya telah memeriksa enam saksi dari internal PT. CP. 

"Saksi yang diperiksa, ada marketing, Direktur, bagian gudang," ungkap mantan Kepala Bagian Operasional (KBO) atau Wakil Kasat Reskrim Polres Salatiga pada tahun 1989 itu.

Pasal yang dipersangkakan dalam praktik penyimpangan distribusi gula rafinasi yang dilakukan PT. CP yaitu Pasal 139 jo Pasal 84 dan Pasal 142 jo Pasal 91 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan dan Pasal 62 Jo Pasal 8 (1) Huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman lima tahun. (ant)

See Also

Menghindari Proses E-Katalog LKPP, Pembelian Komputer Sekolah Berpotensi Terjadi Korupsi
Kodim 0716/Demak Dukung Pemerintah Perangi Narkoba
KPK OTT Di Subang
Gunakan Narkoba, Fachri Albar Dicokok Polres Metro Jakarta Selatan
Penyuluhan Hukum Dari Kumdam IV/Diponegoro
Bupati Halmahera Timur Bantah Terima Suap
KPK Tahan Pengusaha Pemberi Suap Bupati Ngada
Sopir Bus Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Di Tanjakan Emen
KPK Tahan Bupati Halmahera Timur
KPK Tetapkan Bupati Halmahera Timur Sebagai Tersangka Suap
Dokter Bimanesh Sutarjo Diperiksa KPK
Polri Sebut Penyelidikan Ambruknya Selasar Tower II BEI Selesai
Polri Optimistis Pilkada Serentak 2018 Aman
39 Calon Kepala Daerah Tak Laporkan Hartanya Ke KPK
Satgas Nusantara Polri Dinginkan Pilkada Serentak 2018
Polisi Dalami Kasus Ambruknya Selasar BEI
Kapolres Karawang Instruksikan Tembak Mati Penjahat Jalanan
Kronologi Ambruknya Balkon Gedung Bursa Efek Indonesia Versi Polisi
Polres Metro Jakarta Barat Bentuk Satgasus Usut Kasus Mandek Di Tahun 2017
Polda Metro Jaya Buru Pemasok Narkoba Untuk Tio Pakusadewo
Ayah Korban Paedofil Jadi Tersangka Pengeroyok
Andi Narogong Divonis 8 Tahun Penjara
Koordinator Laboratorium Sabu Likuid Diskotek MG Club International Menyerahkan Diri
Pelaku Percobaan Penculikan Bocah Di ITC Kuningan Menyerahkan Diri
Siswa Korban Pengeroyokan Teman Sekelas Alami Trauma
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.395.689 Since: 07.04.14 | 0.7464 sec