YouTube Facebook Twitter RSS
21 Sep 2018, 0

Hukum

Bareskrim Polri Ungkap Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Wednesday, 01 November 2017 | View : 708
Tags : Bareskrim

siarjustisia.com-JAKARTA.

Penyidik Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) mengungkap praktik penyimpangan distribusi gula kristal rafinasi yang dilakukan oleh PT. CP.

"Ada proses pemindahan dari karung gula rafinasi kemudian dikemas menjadi gula sachet. Ini hal yang melanggar hukum," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya I.E., S.H., S.IK., M.Si. di Gedung Bareskrim, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gedung Mina Bahari, Jl. Medan Merdeka Timur No.16, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017).

PT. CP diduga mengemas gula kristal rafinasi dalam bentuk sachet untuk kemudian dijual ke beberapa hotel mewah dan kafe di Jakarta.

"Gula rafinasi tersebut diperoleh dari dua distributor gula kristal rafinasi," beber mantan Kapolsek Bawen Kabupaten Semarang itu, Brigjen Pol. Agung Setya I.E.

Alumni Akpol angkatan 1988 ini mengatakan, pada 13 Oktober 2017, penyidik Bareskrim Polri menggeledah PT. CP yang beralamat di Kedaung, Cengkareng, Jakarta Barat.

Dalam penggeledahan tersebut penyidik menyita 20 karung gula kristal rafinasi dengan bobot 50 kilogram per karung dan 82.500 sachet gula rafinasi siap konsumsi.

Selain itu juga ditemukan bungkus kosong kemasan gula sachet dengan merek Hotel dan Cafe.

Menurut Brigjen Pol. Agung Setya I.E., PT. CP sudah beroperasi sejak tahun 2008. Awalnya PT. CP mengemas gula rafinasi untuk keperluan konsumsi sebanyak dua ton per bulan, namun sejak tahun 2016, pengemasan gula rafinasi naik menjadi 20 ton per bulan.

Gula rafinasi tersebut dikemas dalam sachet dengan masing-masing sachet memiliki berat bersih 6-8 gram.

Harga jual ke pihak hotel dan kafe per sachet dengan harga Rp 130. Dari hasil penyelidikan, diketahui PT. CP menjual gula rafinasi kemasan sachet ke 56 hotel.

"Sementara gula kristal rafinasi dibeli dengan harga Rp 10.000 per kilogram," terang mantan Kasat Reskrim Polres Salatiga pada tahun 1992 itu.

Penjualan gula rafinasi PT. CP ke pihak lain menyalahi aturan karena ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 117 Tahun 2015 Pasal 9 bahwa Gula Kristal Rafinasi hanya bisa di distribusikan kepada industri.

"Gula rafinasi tidak boleh diperdagangkan untuk konsumsi," tegas mantan Kapolres Bengkulu itu, Brigjen Pol. Agung Setya I.E.

Penyidik sedang mengumpulkan keterangan ahli baik dari Kemendag, BPOM, Perlindungan Konsumen, serta melakukan pendalaman ke pihak distributor gula kristal rafinasi yang menjual kepada PT. CP. 

"Untuk barang bukti gula yang sudah dikemas sedang diuji di laboratorium," jelas mantan Kanit III Dit II/Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol. Agung Setya I.E.

Menurut mantan Wakil Direktur Tipideksus itu, dalam beberapa hari ke depan, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Dalam kasus ini, pihaknya telah memeriksa enam saksi dari internal PT. CP. 

"Saksi yang diperiksa, ada marketing, Direktur, bagian gudang," ungkap mantan Kepala Bagian Operasional (KBO) atau Wakil Kasat Reskrim Polres Salatiga pada tahun 1989 itu.

Pasal yang dipersangkakan dalam praktik penyimpangan distribusi gula rafinasi yang dilakukan PT. CP yaitu Pasal 139 jo Pasal 84 dan Pasal 142 jo Pasal 91 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan dan Pasal 62 Jo Pasal 8 (1) Huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman lima tahun. (ant)

See Also

Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.617.545 Since: 07.04.14 | 0.582 sec