YouTube Facebook Twitter RSS
23 Nov 2017, 0

Ekonomi

Pemerintah Kaji Meikarta Masuk Kawasan Ekonomi Khusus

Friday, 03 November 2017 | View : 14

siarjustisia.com-JAKARTA.

Pemerintah tengah mengkaji kemungkinan proyek kota terencana Meikarta menjadi bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Pasalnya kota yang dibangun oleh PT. Lippo Karawaci Tbk. itu sejalan dengan rencana pembentukan KEK di Bekasi.

Kehadiran Menteri Koordinator Kemaritiman (Menko Kemaritiman) Luhut Binsar Panjaitan dalam penutupan atas (topping off) bangunan dua tower pertama di Kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu (29/10/2017) lalu. "Pemerintah mengkaji kemungkinan Bekasi, Karawang, Purwakarta itu menjadi KEK atau apapun namanya. Kemudian saya ditunjuk untuk mengoordinasikan itu. Setelah itu hari Minggu saya melihat dengan heli daerah itu dan saya singgah di salah satu model di Meikarta," ujarnya di Gedung Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jalan M. H. Thamrin, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Saat ini kemungkinan Meikarta masuk dalam KEK masih dikaji oleh Bappenas dan staf bidang infrastuktur Kemaritiman selama dua pekan. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kajian tersebut akan dilakukan oleh Bappenas dan staf bidang infrastuktur Kemaritiman selama dua pekan. "Saya belum tahu apakah termasuk, tergantung kajiannya apakah Meikarta tergantung nanti lahannya biarkan mereka mengkaji dengan baik," kata Luhut Binsar Panjaitan di Gedung Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jalan M. H. Thamrin Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Luhut Binsar Panjaitan pun meminta masyarakat untuk tidak berburuk sangka. Pemerintah, katanya, tak melakukan 'kongkalikong' dan menjual idealisme di balik proyek Meikarta. "Semua tergantung hasil kajian Pak Ridwan ini. Jadi jangan berspekulasi. Tunggu lah. Kami masih punya idealisme, enggak bodoh-bodoh amat," tutur dia.

Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan kedatangannya ke lokasi tersebut dalam rangka meninjau progres pembangunan Meikarta. Apalagi pembangunan proyek kota terencana itu sejalan dengan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bekasi.

Proyek kota Meikarta masuk dalam koridor pembentukan KEK di Bekasi. Proyek ini dipercaya dapat mendukung visi pemerintah dalam membangun pusat ekonomi dunia di Indonesia. Menurutnya, kehadiran Meikarta bisa menopang keinginan pemerintah dalam mewujudkan kawasan ekonomi yang berkelas dunia. Kepadatan penduduk di Ibu Kota, lanjutnya, juga dapat dipecah melalui pembangunan kawasan kota baru yang terpusat di wilayah penyangga.

Adapun dari total 12 KEK, tiga di antaranya berhasil dibangun dan empat lainnya dalam proses pembangunan.

"Bisa saja. Karena semua perlu tempat tinggal, jadi tidak semua lagi tinggal di Jakarta. Bisa Meikarta atau yang lain, sebab di sana masih banyak lahan kosong," tutur dia.

Namun demikian, Luhut Binsar Panjaitan memastikan tak ada insentif fiskal bagi proyek swasta yang nantinya masuk KEK. Luhut memastikan tak ada insentif fiskal bagi proyek swasta yang nantinya masuk KEK. Pemerintah hanya memberikan kemudahan perizinan. "Saya ulangi, tidak minta insentif fiskal, mereka hanya minta kemudahan izin," imbuh mantan MenkoPolhukam ini.

Adapun rencana membentuk KEK di Bekasi untuk membantu memaksimalkan pusat kawasan ekonomi terintegritas antara Jakarta dengan Jawa Barat. Pembangunan proyek kota terencana itu sejalan dengan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bekasi.

KEK terbagi dalam beberapa zona, di antaranya pengolahan ekspor, logistik, industri, pengembangan teknologi, pariwisata, energi, dan ekonomi lain.

Jika terealisasi, Kabupaten Bekasi akan menambah jumlah daerah yang dijadikan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sekaligus menjadi KEK pertama di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Sebelumnya sejumlah daerah telah ditetapkan sebagai KEK di antaranya Sorong, Morotai, Bitung, dan Lhokseumawe. (met)

See Also

Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Era Global Buka Peluang Usaha Baru
Presiden Joko Widodo Sebut Indonesia-Laos Perkuat Kerja Sama
Presiden Joko Widodo Resmikan Megaproyek PLTU Bernilai 5,87 Miliar Dolar
Pemerintah Akan Resmikan BBM Satu Harga Di Seram
Presiden Joko Widodo Ngopi Sore Bersama Pelaku Industri Kopi Indonesia
Presiden Joko Widodo Dorong Pengusaha Kopi Promosikan Sektor Hulu
Industri Kreatif Tas Potensial Dikembangkan
Bupati Kudus Sebut Tiga Tantangan Pembangunan Pertanian
Indeks CAC-40 Prancis Menguat
Yuan China Menguat Terhadap Dolar AS
Babinsa Koramil 05/Cepu Turun Sawah Pendampingan Petani
Pasi Ter Kodim 0721/Blora Monitoring Rastra
Opel Automobile GmbH Kembali Merugi
PLTU Jawa 4 Telan Investasi 4,2 Miliar Dolar AS
Pedagang Beras Menjual Di Atas HET Dicabut Ijin
Kodim 0721/Blora Gelar Rakor Pengendalian Harga Pangan
Peduli Warga, Babinsa Koramil 03/Banjarejo Bantu Panen Jagung
Dolar AS Melemah
Petani Wilayah Kodim 0721/Blora Makmur
Babinsa Berikan Motivasi Petani
Wall Street Berakhir Jatuh
Indeks Nikkei-225 Melemah Ketika Yen Menguat
Harga Emas Berbalik Naik
Indeks Straits Times Turun Tipis
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.834.435 Since: 07.04.14 | 0.4173 sec