YouTube Facebook Twitter RSS
16 Jan 2019, 0

Ekonomi

Pemerintah Kaji Meikarta Masuk Kawasan Ekonomi Khusus

Friday, 03 November 2017 | View : 157

siarjustisia.com-JAKARTA.

Pemerintah tengah mengkaji kemungkinan proyek kota terencana Meikarta menjadi bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Pasalnya kota yang dibangun oleh PT. Lippo Karawaci Tbk. itu sejalan dengan rencana pembentukan KEK di Bekasi.

Kehadiran Menteri Koordinator Kemaritiman (Menko Kemaritiman) Luhut Binsar Panjaitan dalam penutupan atas (topping off) bangunan dua tower pertama di Kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu (29/10/2017) lalu. "Pemerintah mengkaji kemungkinan Bekasi, Karawang, Purwakarta itu menjadi KEK atau apapun namanya. Kemudian saya ditunjuk untuk mengoordinasikan itu. Setelah itu hari Minggu saya melihat dengan heli daerah itu dan saya singgah di salah satu model di Meikarta," ujarnya di Gedung Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jalan M. H. Thamrin, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Saat ini kemungkinan Meikarta masuk dalam KEK masih dikaji oleh Bappenas dan staf bidang infrastuktur Kemaritiman selama dua pekan. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kajian tersebut akan dilakukan oleh Bappenas dan staf bidang infrastuktur Kemaritiman selama dua pekan. "Saya belum tahu apakah termasuk, tergantung kajiannya apakah Meikarta tergantung nanti lahannya biarkan mereka mengkaji dengan baik," kata Luhut Binsar Panjaitan di Gedung Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jalan M. H. Thamrin Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Luhut Binsar Panjaitan pun meminta masyarakat untuk tidak berburuk sangka. Pemerintah, katanya, tak melakukan 'kongkalikong' dan menjual idealisme di balik proyek Meikarta. "Semua tergantung hasil kajian Pak Ridwan ini. Jadi jangan berspekulasi. Tunggu lah. Kami masih punya idealisme, enggak bodoh-bodoh amat," tutur dia.

Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan kedatangannya ke lokasi tersebut dalam rangka meninjau progres pembangunan Meikarta. Apalagi pembangunan proyek kota terencana itu sejalan dengan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bekasi.

Proyek kota Meikarta masuk dalam koridor pembentukan KEK di Bekasi. Proyek ini dipercaya dapat mendukung visi pemerintah dalam membangun pusat ekonomi dunia di Indonesia. Menurutnya, kehadiran Meikarta bisa menopang keinginan pemerintah dalam mewujudkan kawasan ekonomi yang berkelas dunia. Kepadatan penduduk di Ibu Kota, lanjutnya, juga dapat dipecah melalui pembangunan kawasan kota baru yang terpusat di wilayah penyangga.

Adapun dari total 12 KEK, tiga di antaranya berhasil dibangun dan empat lainnya dalam proses pembangunan.

"Bisa saja. Karena semua perlu tempat tinggal, jadi tidak semua lagi tinggal di Jakarta. Bisa Meikarta atau yang lain, sebab di sana masih banyak lahan kosong," tutur dia.

Namun demikian, Luhut Binsar Panjaitan memastikan tak ada insentif fiskal bagi proyek swasta yang nantinya masuk KEK. Luhut memastikan tak ada insentif fiskal bagi proyek swasta yang nantinya masuk KEK. Pemerintah hanya memberikan kemudahan perizinan. "Saya ulangi, tidak minta insentif fiskal, mereka hanya minta kemudahan izin," imbuh mantan MenkoPolhukam ini.

Adapun rencana membentuk KEK di Bekasi untuk membantu memaksimalkan pusat kawasan ekonomi terintegritas antara Jakarta dengan Jawa Barat. Pembangunan proyek kota terencana itu sejalan dengan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bekasi.

KEK terbagi dalam beberapa zona, di antaranya pengolahan ekspor, logistik, industri, pengembangan teknologi, pariwisata, energi, dan ekonomi lain.

Jika terealisasi, Kabupaten Bekasi akan menambah jumlah daerah yang dijadikan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sekaligus menjadi KEK pertama di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Sebelumnya sejumlah daerah telah ditetapkan sebagai KEK di antaranya Sorong, Morotai, Bitung, dan Lhokseumawe. (met)

See Also

Wall Street Menguat
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Babinsa 09/Karangtengah Dampingi Pembangunan RTLH
Bursa Asia Dan AS Menguat
Bursa Asia Ditutup Melemah Disusul Bursa Eropa Dibuka Tergerus
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Babinsa 06/Wedung Lakukan Pemantauan Penyemaian Bibit Tanam Padi
Babinsa 09/Karangtengah Pastikan Harga Sembako Di Pasar Masih Relatif Stabil
Percepat Masa Tanam, Babinsa 09/Karangtengah Giat Dampingi Petani
Babinsa 05/Mijen Tunjukkan Peran Aktif Babinsa Terhadap Swasembada Pangan
Tak Kenal Lelah, Babinsa Koramil 07/Gajah Bantu Petani Siangi Rumput
Ciptakan Hubungan Yang Harmonis, Babinsa 01/Rembang Terjun Langsung Ke Lahan Pertanian
Babinsa Pos Koramil Kebonagung Memotivasi Petani Dalam Menggarap Sawah
Babinsa 12/Mranggen Ikuti Sosialisasi Budidaya Sapi Potong
Babinsa 01/Demak Kota Bantu Percepatan Pertumbuhan Padi
Babinsa 02/Bonang Bersama Petani Bantu Persemaian Bibit Padi
Cegah Terjadinya Kelangkaan Pupuk, Babinsa Koramil 09/Karangtengah Cek Langsung Ke Pengecer
Wujudkan Swasembada Pangan, Babinsa 13/Karangawen Dampingi Petani Jagung Siangi Gulma
Babinsa Koramil 01/Demak Kota Laksanakan Upsus Bersama Petani Menanam Jagung
Babinsa Koramil 13/Karangawen Pacu Petani Guna Swasembada Pangan
Sinergitas Babinsa 13/Karangawen Dengan PPL Saat Dampingi Petani Tanam Kedelai
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.240.779 Since: 07.04.14 | 0.6407 sec