YouTube Facebook Twitter RSS
16 Aug 2018, 0

Ekonomi

Pemerintah Kaji Meikarta Masuk Kawasan Ekonomi Khusus

Friday, 03 November 2017 | View : 121

siarjustisia.com-JAKARTA.

Pemerintah tengah mengkaji kemungkinan proyek kota terencana Meikarta menjadi bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Pasalnya kota yang dibangun oleh PT. Lippo Karawaci Tbk. itu sejalan dengan rencana pembentukan KEK di Bekasi.

Kehadiran Menteri Koordinator Kemaritiman (Menko Kemaritiman) Luhut Binsar Panjaitan dalam penutupan atas (topping off) bangunan dua tower pertama di Kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu (29/10/2017) lalu. "Pemerintah mengkaji kemungkinan Bekasi, Karawang, Purwakarta itu menjadi KEK atau apapun namanya. Kemudian saya ditunjuk untuk mengoordinasikan itu. Setelah itu hari Minggu saya melihat dengan heli daerah itu dan saya singgah di salah satu model di Meikarta," ujarnya di Gedung Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jalan M. H. Thamrin, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Saat ini kemungkinan Meikarta masuk dalam KEK masih dikaji oleh Bappenas dan staf bidang infrastuktur Kemaritiman selama dua pekan. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kajian tersebut akan dilakukan oleh Bappenas dan staf bidang infrastuktur Kemaritiman selama dua pekan. "Saya belum tahu apakah termasuk, tergantung kajiannya apakah Meikarta tergantung nanti lahannya biarkan mereka mengkaji dengan baik," kata Luhut Binsar Panjaitan di Gedung Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jalan M. H. Thamrin Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Luhut Binsar Panjaitan pun meminta masyarakat untuk tidak berburuk sangka. Pemerintah, katanya, tak melakukan 'kongkalikong' dan menjual idealisme di balik proyek Meikarta. "Semua tergantung hasil kajian Pak Ridwan ini. Jadi jangan berspekulasi. Tunggu lah. Kami masih punya idealisme, enggak bodoh-bodoh amat," tutur dia.

Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan kedatangannya ke lokasi tersebut dalam rangka meninjau progres pembangunan Meikarta. Apalagi pembangunan proyek kota terencana itu sejalan dengan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bekasi.

Proyek kota Meikarta masuk dalam koridor pembentukan KEK di Bekasi. Proyek ini dipercaya dapat mendukung visi pemerintah dalam membangun pusat ekonomi dunia di Indonesia. Menurutnya, kehadiran Meikarta bisa menopang keinginan pemerintah dalam mewujudkan kawasan ekonomi yang berkelas dunia. Kepadatan penduduk di Ibu Kota, lanjutnya, juga dapat dipecah melalui pembangunan kawasan kota baru yang terpusat di wilayah penyangga.

Adapun dari total 12 KEK, tiga di antaranya berhasil dibangun dan empat lainnya dalam proses pembangunan.

"Bisa saja. Karena semua perlu tempat tinggal, jadi tidak semua lagi tinggal di Jakarta. Bisa Meikarta atau yang lain, sebab di sana masih banyak lahan kosong," tutur dia.

Namun demikian, Luhut Binsar Panjaitan memastikan tak ada insentif fiskal bagi proyek swasta yang nantinya masuk KEK. Luhut memastikan tak ada insentif fiskal bagi proyek swasta yang nantinya masuk KEK. Pemerintah hanya memberikan kemudahan perizinan. "Saya ulangi, tidak minta insentif fiskal, mereka hanya minta kemudahan izin," imbuh mantan MenkoPolhukam ini.

Adapun rencana membentuk KEK di Bekasi untuk membantu memaksimalkan pusat kawasan ekonomi terintegritas antara Jakarta dengan Jawa Barat. Pembangunan proyek kota terencana itu sejalan dengan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bekasi.

KEK terbagi dalam beberapa zona, di antaranya pengolahan ekspor, logistik, industri, pengembangan teknologi, pariwisata, energi, dan ekonomi lain.

Jika terealisasi, Kabupaten Bekasi akan menambah jumlah daerah yang dijadikan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sekaligus menjadi KEK pertama di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Sebelumnya sejumlah daerah telah ditetapkan sebagai KEK di antaranya Sorong, Morotai, Bitung, dan Lhokseumawe. (met)

See Also

Babinsa 12/Mranggen Bantu Petani Sukseskan Swasembada Pangan
Dandim 0716/Demak Bersama LBB Panen Raya Dan Masyarakat Desa Ruwit
Panen Padi L-58 Aromatik Kodim 0716/Demak Dan Lumbung Banyu Bumi
Dandim 0716/Demak Bersama Masyarakat Panen Raya Demlot
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Koperasi Dinilai Penting Untuk Menunjang Pengembangan Usaha Batik Bakaran
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Kembangkan Jenis Usaha Yang Unik Dan Berbeda
Harga Pertalite Naik Rp 200 Per Liter
Usaha Sergab Kodim 0716/Demak Di Kala HPP Lebih Rendah Dari Pasar
Bertebaran Padi Di Halaman Kodim 0716/Demak
Bank Sampah Jadi Berkah Bagi Anggota Kodim 0716/Demak
Kodim 0716/Demak Terapkan Teknologi Baru Di Bidang Pertanian
Tim Sergab Kodim 0716/Demak Terus Genjot Serap Beras Ke Bulog
Cegah Penyelewengan, Babinsa Dampingi Pembagian Beras Rastra Yang Layak Konsumsi
Dokter Terkaya Amerika Serikat Beli Surat Kabar LA Times Rp 6,8 Triliun
Dandim 0716/Demak Panen Raya Di Ds. Mijen
Danramil 09/Karangtengah Berharap Pendistribusian Pupuk Tepat Sasaran
Danramil 03/Wonosalam Bersama Forkopimcam Panen Raya Padi
Presiden Joko Widodo Tinjau Proyek Padat Karya Di Dharmasraya
Pasar Saham Australia Dibuka Turun Tajam
5 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia
Penjualan Mobil Terbanyak Tahun 2017
Bebas Bea Masuk Belanja Dari Luar Negeri Naik
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.431.041 Since: 07.04.14 | 0.6378 sec