YouTube Facebook Twitter RSS
19 Nov 2017, 0

Internasional

Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis

Friday, 03 November 2017 | View : 27

siarjustisia.com-KUALA LUMPUR.

Sultan Selangor Sultan Sharafuddin Idris Shah kecewa dengan pernyataan mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Tun Datuk Seri Dr. Mahathir bin Mohamad yang juga dijuluki Dr. M. baru-baru ini yang menghasut rakyat Malaysia untuk membenci, menghina dan memandang rendah terhadap bangsa Bugis.

Setiausaha Dewan di-Raja Selangor, Hanafisah Jais di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (2/11/2017), mengatakan berdasarkan rekaman klip video ucapan Pengurus Pakatan Harapan yang viral di media sosial, Sultan Selangor menganggap pernyataan Dr. Mahathir Mohamad menghina dan menggolongkan bangsa Bugis berasal dari lanun atau perampok.

Mantan PM Malaysia ke-4 dengan masa jabatan dari 16 Juli 1981 hingga 31 Oktober 2003 tersebut, Dr. Mahathir bin Mohamad ketika berpidato dalam satu perhimpunan pertemuan partai-partai oposisi di Petaling Jaya pada hari Sabtu (14/10/2017) lalu mencoba mengaitkan keturunan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak mungkin berasal daripada lanun Bugis.

"Anggota-anggota Dewan di-Raja Selangor menganggap ucapan tersebut amatlah keterlaluan dan bisa menimbulkan perasaan benci dan prasangka buruk rakyat terhadap bangsa Bugis sehingga bisa menimbulkan huru-hara," katanya.

Dia mengatakan pernyataan tersebut secara tidak langsung menghina silsilah dan keturunan Kesultanan Selangor yang berasal daripada Bugis.

Menurut Hanafisah Jais, fakta sejarah membuktikan Kesultanan Selangor berketurunan Bugis merupakan pahlawan yang memperjuangkan dan mempertahankan agama serta keamanan di seluruh kepulauan Melayu Nusantara.

Dia mengatakan Dr. Mahathir Mohamad sebagai seorang bekas Perdana Menteri yang memerintah negara selama 22 tahun seharusnya lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan dan seharusnya juga lebih mengetahui tentang fakta sejarah keturunan bangsa Bugis.

"Duli Yang Maha Mulia Sultan Selangor juga mengingatkan kepada semua pihak terutama orang-orang politik untuk tidak menggunakan isu bangsa dan keturunan sebagai modal politik kerana ia bisa mengganggu keharmonian dan perpaduan rakyat negara ini," katanya.

Pernyataan Dr. Mahathir Mohamad itu, membuat Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis Melayu Malaysia (PPRBMM) protes di hadapan Yayasan Kepemimpinan Perdana 18 Oktober lalu.

Sejumlah organisasi masyarakat Bugis di Malaysia belum lama ini turut menuntut Dr. Mahathir Mohamad membuat permohonan maaf secara terbuka.

Lebih dari 200 anggota Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis Melayu Malaysia (PRBM) melakukan unjuk rasa ke rumah mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad di Yayasan Kepemimpinan Perdana, Putrajaya, Rabu (18/10/2017), memprotes pidato Dr. Mahathir Mohamad tentang Suku Bugis.

Mereka mendesak Dr. Mahathir Mohamad memohon maaf dan menarik balik pernyataannya yang mengatakan Bugis sebagai lanun.

"Tetapi, orang itu demo pada hari Deepavali. Hari itu kantor saya tutup," katanya pula.

Dr. Mahathir Mohamad yang juga Pengurus Pakatan Harapan saat Himpunan Sayangi Malaysia, Hapuskan Kleptokrasi di Padang Timur, Sabtu (14/10/2017) lalu, dilaporkan menyebut Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak, mungkin berasal dari lanun Bugis yang sesat ke Malaysia dan memintanya balik ke Bugis.

Wakil Presiden PRBM, Tasman Matto, dalam pernyataannya ke media mengatakan pidato Mahathir Mohamad yang menyebut Bugis sebagai lanun, menyakitkan hati dan menyedihkan bagi seluruh masyarakat Bugis di Malaysia yang berjumlah sekitar satu juta orang.

Tasman Matto mengatakan unjuk rasa mewakili masyarakat Bugis dari sejumlah negara bagian tersebut untuk membuat bantahan dan menuntut supaya Mahathir Mohamad menarik kembali pernyataannya.

Tasman Matto mengatakan sebagai negarawan dan bekas pemimpin negara beliau tidak sepatutnya mengeluarkan peryataan demikian. "Soal ras jangan kita bangkitkan kalau mau Malaysia terus maju, keamanan perlu kita jaga. Soal politik itu adalah ideologi masing-masing, tidak perlu kita campur adukkan. Jangan khianati keamanan ini," katanya.

Dia mengatakan pernyataan tersebut tidak hanya menyinggung masyarakat Bugis di negara ini tetapi juga negara lain seperti di Indonesia.

Sebelumnya, Persatuan Bugis Johor juga membuat laporan ke polisi supaya mengambil tindakan terhadap ucapan Tun Dr. Mahathir Mohamad yang dinilai menghina dan rasis. Ketua Persatuan Bugis Johor, Datuk Awang Mohamad, mengatakan penyebutan Bugis itu lanun melukai masyarakat Bugis di Malaysia dan Nusantara.

Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahathir Mohamad membantah bahwa dirinya menghina keseluruhan keturunan Bugis dalam ucapannya ketika perhimpunan anti-Kleptokrasi Sabtu (14/10/2017) lalu.

Dalam acara yang digelar oleh Himpunan Rakyat Sayangi Malaysia pada Sabtu (14/10/2017) malam Dr. Mahathir Mohamad menyebutkan keturunan Bugis sebagai orang lanun atau perampok.

Pernyataan tersebut diungkapkan Dr. Mahathir Mohamad untuk menyinggung lawan politiknya Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak. "Mungkin kerana (karena) dia berasal dari lanun Bugis. Entah macamana dia sesat sampai ke Malaysia. Pergi baliklah ke Bugis," kata politikus Malaysia tersebut, Mahathir Mohamad.

Sebagaimana dilansir MalaysiaKini, Sabtu (21/10/2017), berbicara di hadapan 2.000 pendukungnya di Alor Setar Jumat (20/10/2017) malam, Dr. Mahathir Mohamad berkata pernyataan yang dibuatnya hanya merujuk kepada "perampok yang mencuri uang rakyat".

Saat berpidato di hadapan pendukungnya di Alor Setar Jumat (20/10/2017) Dr. Mahathir Mohamad mengatakan pernyataan yang dibuatnya hanya merujuk kepada "perampok yang mencuri uang rakyat". "Saya tak hina orang Bugis, orang Bugis ada yang baik, tetapi perampok pun ada juga. Salahkah bilang begitu. Apakah orang Bugis tidak berkata kalangan orang Bugis tak ada perampok, ada," pungkas Dr. Mahathir Mohamad dalam ucapan di Majelis Rapat Umum di Dataran Stargate di Alor Setar itu pula. (ant)

See Also

Polisi LA Selidiki Tuduhan Pemerkosaan Terhadap Ed Westwick
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
PBB Anugerahi Surabaya Penghargaan Global Green City
Imigran Asal Uzbekistan Tersangka Pembunuh Delapan Orang Di New York
Delapan Orang Tewas Dalam Aksi Teror Di New York
Tiga Juta Masyarakat Kongo Terancam Kelaparan
Dua Tewas Dalam Penembakan Di Grambling State University
Panglima TNI Ditolak Masuk AS
Dubes AS Minta Maaf Ke Menlu Soal Penolakan Panglima TNI
Empat Kapal Perang India Tiba Di Jakarta
Korea Utara Mau Berunding Dengan Syarat
Arab Saudi Sambut Baik Rekonsiliasi Palestina
Enam Tentara Mesir Tewas Dalam Serangan Di Sinai
Konvoi Pertama Militer Turki Masuki Idlib
Indonesia Sambut Baik Rekonsiliasi Hamas-Fatah
Hamas Dan Fatah Bersatu
Amerika Serikat Menarik Diri Dari UNESCO
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Perdana Menteri Laos Di Istana Bogor
Bangladesh Hancurkan Kapal Pengangkut Pengungsi Rohingya
FBI Tegaskan Tak Ada Bukti Penembakan Las Vegas Terkait Terorisme
Marilou Danley, Pacar Pelaku Penembakan Di Las Vegas
Wali Kota Surabaya Dinobatkan Sebagai Pemimpin Yang Menginspirasi
PBB Serukan Dukungan Lebih Banyak Buat Pengungsi Rohingya Dari Myanmar
Daftar Negara Yang Warganya Dilarang Masuk Ke Amerika Serikat
Kepala UNHCR Kunjungi Pengungsi Rohingya Di Tempat Penampungan Bangladesh
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.803.278 Since: 07.04.14 | 0.723 sec