YouTube Facebook Twitter RSS
25 Jun 2018, 0

Internasional

Spanyol Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Pemimpin Catalonia

Saturday, 04 November 2017 | View : 68

siarjustisia.com-MADRID.

Hakim pengadilan Spanyol mengeluarkan surat perintah penangkapan berskala Uni Eropa kepada pemimpin separatis Catalonia yang sudah dipecat, Carles Puigdemont, sehari setelah dia tak muncul dalam peradilan untuk menjawab pertanyaan mengenai perannya dalam gerakan kemerdekaan di wilayah otonomi itu.

Hakim Spanyol mengeluarkan surat perintah penangkapan pemimpin Catalonia Carles Puigdemont, kata pengacara pemimpin daerah yang dipecat pemerintah pusat itu dalam stasiun televisi VRT.

"Saya baru saja mendengar dari klien saya bahwa sudah dikeluarkan surat perintah penangkapan presiden (Catalonia) dan empat mantan istrinya yang sekarang berada di Belgia," kata pengacara Paul Bekaert kepada VRT.

"Tuan Puigdemont akan tetap di sini. Dia sudah menyatakan bahwa akan sepenuhnya bekerja sama dengan otoritas Belgia selama prosedur ini," sambung Paul Bekaert seperti dikutip Reuters.

Manuver ini kian membuat marah kaum demonstran di kawasan kaya raya di Timur Laut Spanyol itu. Para pengunjuk rasa serentak berseru dan mengibarkan bendera merah kuning belang-belang dengan satu bintang putih khas Catalonia.

Jaksa Spanyol berusaha mendakwa Carles Puigdemont yang menyembunyikan diri di Belgia, dengan pasal pemberontakan, penghasutan dan penyalahgunaan uang rakyat. Kamis (2/11/2017) pekan ini lelaki berusia 54 tahun itu mengabaikan perintah hadir dalam sidang di Madrid, Spanyol.

Surat perintah penangkapan juga ditujukan kepada empat menteri Catalan yang juga tidak mau memenuhi panggilan pengadilan dan juga bersembunyi di Belgia. Seperti Carles Puigdemont, mereka dipecat oleh pemerintah pusat sepekan lalu.

Kamis (2/11/2017) pekan ini hakim memerintahkan pemenjaraan wakil Carles Puigdemont dan tujuh pejabat lainnya karena khawatir mengabaikan panggilan pengadilan.

Berbicara kepada saluran televisi Belgia RTBF dalam wawancara yang sudah direkam, Carles Puigdemont berkilah dia tidak bersembunyi dari "keadilan sejati", melainkan dari sistem hukum Spanyol yang sudah jelas-jelas terpolitisasi.

Dia menyatakan tidak mendapatkan jaminan mendapatkan peradilan yang adil, sembari menuduh ada tekanan besar dan pengaruh politik terhadap sistem peradilan Spanyol, demikian AFP. (afp/reuters)

See Also

Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.177.104 Since: 07.04.14 | 0.5776 sec