YouTube Facebook Twitter RSS
20 Jan 2018, 0

Internasional

Pengusaha Dan Mantan Menteri Arab Saudi Ditahan Dalam Penyelidikan Korupsi

Sunday, 05 November 2017 | View : 47
Tags : Arab Saudi

siarjustisia.com-RIYADH.

Salah satu pengusaha terkemuka Arab Saudi yang paling menonjol dan mantan menteri keuangan termasuk di antara puluhan orang yang ditahan dalam penyelidikan oleh sebuah badan pemberantasan anti korupsi baru di kerajaan itu menurut pejabat tinggi Arab Saudi, Minggu (5/11/2017). Demikian pernyataan seorang pejabat senior Arab Saudi.

Pangeran Alwaleed Bin Talal Al-Saud baru saja ditangkap Komite Anti-Korupsi Arab Saudi terkait dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi. Pejabat yang menolak identifikasinya disebut berdasarkan aturan penyampaikan informasi itu  mengatakan bahwa hartawan Pangeran Alwaleed bin Talal, yang memiliki perusahaan permodalan Kingdom Holding, dan mantan menteri keuangan Ibrahim al-Assaf sudah ditahan.

Pejabat tersebut, yang menolak untuk diidentifikasi berdasarkan peraturan pengarahan, mengatakan miliarder Pangeran Alwaleed bin Talal Al-Saud, yang memiliki firma investasi Kingdom Holding dan mantan menteri keuangan Ibrahim al-Assaf telah ditahan seperti dilansir dari Reuters, Minggu (5/11/2017).

Tidak ada pejabat Kingdom Holding yang bisa segera dihubungi untuk mengkonfirmasi keterangan itu.

Selain menjadi salah satu pemegang saham terbesar di Citigroup C.N., Kingdom memiliki saham di Rupert Murdoch's News Corp dan situs microblogging Twitter.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud pada Sabtu (4/11/2017) malam mengumumkan pembentukan komisi pemberantasan korupsi yang dipimpin oleh putranya, Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Televisi Saudi Al Arabiya mengatakan bahwa badan tersebut telah menahan sebelas pangeran, empat menteri saat ini dan puluhan mantan menteri.

Putra mahkota tersebut mempelopori sebuah program reformasi ekonomi ambisius yang bertujuan menarik lebih banyak investasi sektor asing dan swasta ke dalam kerajaan, eksportir minyak utama dunia dan negara paling kuat di kawasan Teluk Arab.

Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud pada Sabtu (4/11/2017) juga menunjuk dua menteri baru untuk pos keamanan dalam negeri dan ekonomi, memecat salah satu anggota keluarga kerajaan yang paling menonjol sebagai kepala Garda Nasional.

Pangeran Miteb bin Abdullah digantikan oleh Khaled bin Ayyaf sebagai Menteri Garda Nasional, sementara Menteri Perekonomian Adel Fakieh telah digantikan oleh wakilnya Mohammed al-Tuwaijri menurut sebuah keputusan kerajaan yang diumumkan oleh media pemerintah.

Pangeran Miteb, anak kesayangan almarhum Raja Abdullah, pernah dianggap sebagai pesaing utama takhta sebelum kenaikan pangkat Pangeran Mohammed yang tak terduga dua tahun lalu.

Perombakan Kabinet tersebut membantu mengkonsolidasikan kendali Pangeran Mohammed terhadap institusi keamanan kerajaan, yang telah lama dipimpin oleh cabang-cabang kuat dari keluarga penguasa.

Pangeran Mohammed, yang telah berjanji untuk memburu penyuapan di tingkat tertinggi, akan memimpin badan anti-korupsi baru, yang diberi wewenang luas untuk menyelidiki kasus, mengeluarkan surat perintah penangkapan dan pembatasan perjalanan, serta membekukan aset.

"Tanah Air tidak akan ada kecuali jika korupsi diberantas hingga akarnya dan pelaku korupsi dimintai pertanggungjawaban," demikian bunyi keputusan kerajaan tersebut yang dikutip kantor berita Reuters. (reuters)

See Also

2 WNI Yang Disandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
Amerika Serikat Akan Memulai Rencana Pemindahan Kedutaan Besarnya
Yordania Tolak Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Warga Korea Utara Gelar Perayaan Massal Uji Coba Rudal Hwasong 15
Mantan Penasihat Keamanan Presiden AS Didakwa Bohongi FBI Terkait Rusia
Militer Suriah Tembakkan Rudal Ke Jet Tempur Israel
Badai Hujan Dan Petir Berlanjut Di Melbourne
Warga AS Dipenjara Seumur Hidup Atas Pembunuhan Wanita Jepang
Kaisar Jepang Akihito Akan Turun Takhta 30 April 2019
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.221.497 Since: 07.04.14 | 0.7164 sec