YouTube Facebook Twitter RSS
23 Apr 2018, 0

Internasional

Arab Saudi Pecat Para Menteri Senior Dan Tahan 11 Pangeran

Sunday, 05 November 2017 | View : 64
Tags : Arab Saudi

siarjustisia.com-RIYADH.

Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan sejumlah keputusan termasuk memecat sejumlah menteri senior dan menahan hampir selusin pangeran. Selain itu, negara tersebut membentuk menciptakan sebuah komite anti-korupsi yang baru.

Keputusan Kerajaan Arab Saudi ini dikeluarkan hari Sabtu (4/11/2017). Para menteri senior yang dipecat termasuk Kepala Garda Nasional Pangeran Meteb bin Abdullah dan Menteri Ekonomi Adel Fakeih.

Abdullah al-Sultan, komandan Angkatan Laut Saudi, digantikan oleh Fahad al-Ghafli. Tidak ada penjelasan resmi terkait pemecatan para menteri tersebut.

Sementara itu, kantor berita negara Saudi, SPA, melaporkan bahwa sebuah komite anti-korupsi yang baru telah dibuat atas keputusan Kerajaan. Media Saudi lainnya, Al Arabiya, menambahkan bahwa setidaknya 11 pangeran, empat menteri saat ini dan beberapa mantan menteri telah ditahan sehubungan dengan penyelidikan anti-korupsi.

Komite anti-korupsi yang baru kali ini dipimpin oleh Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman. Komite tersebut sedang menyelidiki kasus banjir tahun 2009 yang menghancurkan sebagian wilayah Jeddah, dan kasus tanggapan pemerintah terhadap wabah virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Laporan pemecatan dan penahanan sejumlah pangeran ini muncul beberapa bulan setelah Raja Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud mencopot keponakannya Mohammed bin Nayef sebagai Pangeran Mahkota yang kemudian digantikan oleh putra kandung Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, Mohammed bin Salman.

Mohammed bin Salman telah bertanggung jawab untuk mendorong sejumlah perubahan baik di dalam maupun luar negeri sejak dia menjadi Pangeran Mahkota.

Ian Black dari London School of Economics mengatakan bahwa perubahan tersebut sesuai dengan ”pola perubahan yang dipercepat” karena Mohammed bin Salman menjadi pewaris takhta.

”Kami telah melihat sejak Juni tahun ini, perubahan yang sangat jauh,” katanya, yang dilansir Minggu (5/11/2017). ”Saat itulah Mohammed bin Salman, putra Raja Salman, diangkat sebagai Putra Mahkota,” katanya lagi.

”Sejak Mohammed bin Salman menjadi Putra Mahkota pada bulan Juni, kami telah melihat banyak pergolakan. Kami telah melihat pengumuman rencana Saudi yang sangat ambisius  untuk mengubah ekonomi Saudi, yakni Vision 2030.”

Setelah pemecatan Meteb bin Abdullah sebagai Kepala Farda Nasional, terjadi sebuah serangan rudal dari pemberontak Houthi Yaman menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

See Also

Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.799.939 Since: 07.04.14 | 0.6019 sec