YouTube Facebook Twitter RSS
23 Apr 2018, 0

Internasional

Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi

Sunday, 05 November 2017 | View : 56

siarjustisia.com-MARAWI.

Kepolisian Nasional Filipina menangkap istri dari Omarkhayam Maute, Minhati Madrais. Wanita asal Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar) ini masuk dalam daftar buron otoritas Filipina terkait aktivitas suaminya sebagai petinggi kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) yang sempat menguasai Marawi.

Mabes Polri menerima pemberitahun dari kepolisian Filipina perihal penangkapan Minhati Madrais, istri dari petinggi kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) di Marawi, Omarkhayam Maute. Minhati Madrais yang berada di Filipina sejak tahun 2015 tersebut adalah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum. menyatakan, informasi diterima dari Kepolisian Cagayan de Oro, Minggu (5/11/2017). “Sekitar pukul 09.30, Tim Gabungan Armed Forces of the Philippines (AFP) dan Philippine National Police (PNP) dari ICPO, MIB, ISG, CIDT-Lanao, 4th Mech and 103rd SAC, telah melakukan penangkapan terhadap seorang WNI bernama Minhati Madrais beserta enam anaknya di 8017 Steele Makers Village, Tubod Iligan City,” kata Brigjen Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum. dalam keterangan tertulisnya.

Dalam penangkapan, polisi menyita beberapa barang bukti yang diduga bahan pembuat alat peledak. Selain itu, Minhati Madrais juga membawa paspor yang telah habis masa berlakunya.

“Saat ini Minhati bersama anaknya berada di kantor polisi Iligan City untuk menjalani pemeriksaan,” kata Brigjen Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum.

Berdasarkan catatan kepolisian, Minhati Madrais lahir di Bekasi, 9 Juni 1981. Menurut catatan imigrasi Filipina, Minhati Madrais tiba di Manila tahun 2015. Visanya telah habis masa berlakunya pada 30 Januari 2017.

Dilansir dari CNN, Minhati Madrais masuk dalam daftar buron otoritas Filipina terkait aktivitas suaminya sebagai petinggi kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) yang sempat menguasai Marawi.

Omarkhayam Maute sendiri saat ini sudah tewas saat operasi militer tentara Filipina 16 Oktober lalu.  Omarkhayam Maute sendiri tewas setelah serangan dilancarkan militer Filipina. Pimpinan tertinggi kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) di Marawi, Isnilon Hapilon juga tewas saat itu.

Kepala Polisi Iligan Leony Roy Ga mengatakan, kepolisian menangkap Minhati Madrais di rumahnya yang terletak di kawasan Tubod, Iligan City, Minggu (5/11/2017) pagi. Saat penangkapan, mulanya kepolisian tak mengenali Minhati Madrais, namun setelah diperiksa, ternyata namanya masuk ke dalam daftar pencarian.

Saat penangkapan ditemukan empat tutup peledak, dua tali peledak, dan alat penunjuk waktu pada peledak, yang sewaktu-waktu bisa digunakan. Petugas juga menemukan bahan kimia yang belum diketahui jenisnya.

Dengan penangkapan dan kepemilikan bahan peledak itu, pihak kepolisian akan mengusut keterlibatan Minhati Madrais dalam krisis di Marawi. "Saat ini dia masih menjalani pemeriksaan awal. Ponselnya juga diperiksa untuk memastikaan dugaan keterlibatannya," kata Ga seperti dikutip awak media.

Minhati Madrais memiliki enam anak hasil dari pernikahannya dengan Omarkhayam Maute. Saat ini empat anak perempuan dan dua anak laki-laki turut diamankan ke Kantor Polisi Wilayah 10. Dalam penanganannya, Polisi berkoordinasi dengan Departemen Kesejahteraan Sosial.

Minhati Madrais saat ini masih mengantongi paspor Indonesia. Namun paspor miliknya sudah habis masa berlakunya pada September 2016 lalu. Ia diiketahui masuk ke Filipina pada 2012 lalu.

Berdasarkan pemberitaan dari sejumlah media nasional di Indonesia, Minhati Madrais dan Omarkhayam Maute menikah di Kairo, Mesir saat sama-sama kuliah di sana. Keduanya pernah tinggal di Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada 2010-2011 lalu sebelum kedunya pergi dan menetap di Marawi.

Ayah Minhati Madrais, K. H. Madrais Hajar merupakan pimpinan Pondok Pesantren Darul Amal Babelan di Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar). (cnn)

See Also

Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.800.032 Since: 07.04.14 | 0.6639 sec