YouTube Facebook Twitter RSS
21 Feb 2018, 0

Internasional

Arab Saudi Anggap Lebanon Menantang Perang

Wednesday, 08 November 2017 | View : 62

siarjustisia.com-BEIRUT.

Arab Saudi menuduh Lebanon telah mengumumkan perang kepada negara ini karena Lebanon dianggap Arab Saudi telah diintervensi oleh milisi Syiah Hizbullah dukungan Iran.

Menurut Reuters, perkembangan ini  menandai eskalasi lebih jauh dari krisis yang mengancam negara kecil yang berbatasan dengan Israel dan Suriah itu.

Lebanon telah menjadi medan perebutan pengaruh antara Arab Saudi dan Iran sejak politisi Lebanon dukungan Arab Saudi, Sa'aduddin Rafiq Al-Hariri atau lebih dikenal dengan nama Saad al-Hariri mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Lebanon Sabtu (4/11/2017) pekan lalu sembari menyebut Iran dan Hizbullah sebagai biang keladi pengunduran dirinya.

Menteri Urusan Teluk Arab Saudi Thamer al-Sabhan mengatakan pemerintah Lebanon akan dianggap sebagai pemerintah yang mengumumkan perang kepada Arab Saudi karena faktor apa yang disebutnya agresi Hizbullah.

Seraya mengesampingkan kegagalan pemerintahan Saad Al-Hariri sendiri dalam menjinakkan Hizbullah selama setahun berkuasa di Lebanon, Thamer al-Sabhan berkata, "bakal ada mereka yang akan menghentikan (Hizbullah) dan mengusir mereka balik ke gua-gua Lebanon selatan."  Lebanon selatan memang basis komunitas Syiah Lebanon.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Al-Arabiya, dia menambahkan, "Lebanon mesti tahu semua risiko ini dan menyelesaikan semua masalah sebelum mereka mencapai titik tak bisa kembali lagi."

Dia tidak menjelaskan langkah apa yang akan diambil Arab Saudi terhadap Lebanon, yang adalah negara kecil yang dililit utan dan tengah bangkit akibat perang saudara 1975-1990 dan tempat di mana satu dari setiap empat pengungsi Suriah ditampung di sini.

Hizbullah adalah organisasi militer dan politik yang terwakili dalam parlemen Lebanon dan dalam pemerintahan koalisi pimpinan Saad Al-Hariri yang dibentuk tahun lalu.

Dalam perang gerilya, pasukan mereka terbukti jauh lebih tangguh ketimbang pasukan reguler Lebanon dan memainkan peran besar dalam peran di Suriah yang juga salah satu sekutu Iran lainnya di mana Hizbullah berperan besar dalam menyangga rezim Damaskus.

Pemerintah Lebanon menyatakan bahwa lembaga-lembaga keuangan negara itu bisa mengantisipasi dampak dari pengunduran diri Saad Al-Hariri dan menyatakan stabilitas mata uang pound Lebanon tak terusik. (reuters)

See Also

Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.395.733 Since: 07.04.14 | 0.4528 sec