YouTube Facebook Twitter RSS
19 Oct 2018, 0

Internasional

Arab Saudi Anggap Lebanon Menantang Perang

Wednesday, 08 November 2017 | View : 169

siarjustisia.com-BEIRUT.

Arab Saudi menuduh Lebanon telah mengumumkan perang kepada negara ini karena Lebanon dianggap Arab Saudi telah diintervensi oleh milisi Syiah Hizbullah dukungan Iran.

Menurut Reuters, perkembangan ini  menandai eskalasi lebih jauh dari krisis yang mengancam negara kecil yang berbatasan dengan Israel dan Suriah itu.

Lebanon telah menjadi medan perebutan pengaruh antara Arab Saudi dan Iran sejak politisi Lebanon dukungan Arab Saudi, Sa'aduddin Rafiq Al-Hariri atau lebih dikenal dengan nama Saad al-Hariri mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Lebanon Sabtu (4/11/2017) pekan lalu sembari menyebut Iran dan Hizbullah sebagai biang keladi pengunduran dirinya.

Menteri Urusan Teluk Arab Saudi Thamer al-Sabhan mengatakan pemerintah Lebanon akan dianggap sebagai pemerintah yang mengumumkan perang kepada Arab Saudi karena faktor apa yang disebutnya agresi Hizbullah.

Seraya mengesampingkan kegagalan pemerintahan Saad Al-Hariri sendiri dalam menjinakkan Hizbullah selama setahun berkuasa di Lebanon, Thamer al-Sabhan berkata, "bakal ada mereka yang akan menghentikan (Hizbullah) dan mengusir mereka balik ke gua-gua Lebanon selatan."  Lebanon selatan memang basis komunitas Syiah Lebanon.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Al-Arabiya, dia menambahkan, "Lebanon mesti tahu semua risiko ini dan menyelesaikan semua masalah sebelum mereka mencapai titik tak bisa kembali lagi."

Dia tidak menjelaskan langkah apa yang akan diambil Arab Saudi terhadap Lebanon, yang adalah negara kecil yang dililit utan dan tengah bangkit akibat perang saudara 1975-1990 dan tempat di mana satu dari setiap empat pengungsi Suriah ditampung di sini.

Hizbullah adalah organisasi militer dan politik yang terwakili dalam parlemen Lebanon dan dalam pemerintahan koalisi pimpinan Saad Al-Hariri yang dibentuk tahun lalu.

Dalam perang gerilya, pasukan mereka terbukti jauh lebih tangguh ketimbang pasukan reguler Lebanon dan memainkan peran besar dalam peran di Suriah yang juga salah satu sekutu Iran lainnya di mana Hizbullah berperan besar dalam menyangga rezim Damaskus.

Pemerintah Lebanon menyatakan bahwa lembaga-lembaga keuangan negara itu bisa mengantisipasi dampak dari pengunduran diri Saad Al-Hariri dan menyatakan stabilitas mata uang pound Lebanon tak terusik. (reuters)

See Also

Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.785.773 Since: 07.04.14 | 0.6078 sec