YouTube Facebook Twitter RSS
20 Jan 2018, 0

Internasional

Penangkapan Pangeran Dan Pengusaha Arab Saudi Kian Gencar

Tuesday, 07 November 2017 | View : 30
Tags : Arab Saudi

siarjustisia.com-RIYADH.

Penyelidikan perkara korupsi melibatkan keluarga Raja Arab Saudi, menteri dan pengusaha terus meluas setelah pendiri perusahaan perjalanan wisata di negara tersebut dikabarkan ditangkap.

Akibatnya, saham perusahaan Al Tayyar Travel itu jatuh 10 persen hanya dalam beberapa menit setelah sejumlah media melaporkan penangkapan Nasser bin Aqeel al-Tayyar.

Perusahaan itu belum memberi keterangan. Namun, media berjaringan SABQ, yang berhubungan dekat dengan pemerintahan, melaporkan bahwa Nasser bin Aqeel al-Tayyar ditangkap dalam penyelidikan oleh badan pemberantasan korupsi, yang dikepalai Putera Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman.

Puluhan orang ditangkap dalam gerakan semakin menggalang kekuasaan ke tangan putra mahkota tersebut. Pangeran kaya, Alwaleed bin Talal Al-Saud, yang juga pemodal paling dikenal dunia dari Arab Saudi, juga menjadi korban.

Halaman depan "Okaz", surat kabar ternama di negara tersebut, pada Senin (6/11/2017) menantang para pengusaha untuk mengungkap aset-aset mereka. mereka menulis berita dengan judul "Dari mana kalian mendapatkan harta ini?" lengkap dengan warna merah pada hurufnya.

Sementara itu, surat kabar lain, "Al-Asharq Al-Awsat", melaporkan pemberlakuan larangan terbang. Pemerintah juga dikabarkan meminta pasukan keamanan untuk melarang semua pemilik jet pribadi lepas landas tanpa izin.

Di antara yang ditahan terdapat 11 pangeran, empat menteri, dan belasan mantan menteri, kata sejumlah pejabat kerajaan.

Tudingan terhadap para pejabat itu di antaranya adalah pencucian uang, suap, pemerasan terhadap pejabat publik, serta memanfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi.

Pada Sabtu (4/11/2017), Kerajaan menyatakan bahwa penangkapan ini merupakan respon terhadap "eksploitasi oleh sejumlah manusia lemah iman yang menempatkan kepentingan pribadi mereka di atas kepentingan publik untuk mendapatkan uang".

Sejumlah pengamat mengatakan bahwa penangkapan itu merupakan langkah antisipasi dari putra mahkota untuk membungkam perlawanan dari para tokoh berpengaruh, terutama menjelang kebijakan radikal yang akan mengubah perekonomian pengekspor minyak terbesar dunia tersebut.

Sepanjang tahun lalu, Pangeran Mohammad telah menjadi penentu utama kebijakan untuk urusan militer, ekonomi, dan sosial, yang memicu keresahan di kalangan keluarga kerajaan yang merasa dilangkahi.

Di Arab Saudi, batasan antara uang pribadi keluarga kerajaan dengan dana publik tidak selalu jelas.

Beberapa dokumen bocoran Wikileaks menunjukkan adanya pengeluaran pribadi yang sangat besar dari para pangeran. Mereka menggunakan tunjangan keluarga kerajaan untuk membiayai gaya hidup mereka yang mewah.

Banyak warga Arab Saudi yang mendukung penangkapan para menteri dan pangeran itu, terutama sebagai bagian dari reformasi yang diperlukan untuk memodernisasi ekonomi.

Pada September, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud mencabut larangan bagi wanita untuk mengendarai mobil. Ia juga mengurangi belanja negara di beberapa bidang serta merencanakan penjualan harta negara sebesar 300 miliar dolar AS, demikian Reuters. (reuters)

See Also

2 WNI Yang Disandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
Amerika Serikat Akan Memulai Rencana Pemindahan Kedutaan Besarnya
Yordania Tolak Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Warga Korea Utara Gelar Perayaan Massal Uji Coba Rudal Hwasong 15
Mantan Penasihat Keamanan Presiden AS Didakwa Bohongi FBI Terkait Rusia
Militer Suriah Tembakkan Rudal Ke Jet Tempur Israel
Badai Hujan Dan Petir Berlanjut Di Melbourne
Warga AS Dipenjara Seumur Hidup Atas Pembunuhan Wanita Jepang
Kaisar Jepang Akihito Akan Turun Takhta 30 April 2019
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.221.496 Since: 07.04.14 | 0.4255 sec