YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2017, 0

Ekonomi

Indeks Hang Seng HongKong Turun

Wednesday, 15 November 2017 | View : 27

siarjustisia.com-HONGKONG.

Pergerakan indeks saham acuan Hong Kong berakhir turun lebih dari satu persen pada perdagangan hari ini, Rabu (15/11/2017), terseret saham perusahaan sumber daya dan industri, di tengah kekhawatiran seputar pertumbuhan ekonomi China menyusul rilis data ekonomi terbaru yang menunjukkan perlambatan.

Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,03% atau 300,43 poin di 28.851,69. Rabu (15/11/2017) pagi tadi Hang Seng dibuka turun 0,43% atau 126,01 poin di posisi 29.026,11.

Dilansir Reuters, data yang dirilis kemarin, Selasa (14/11/2017) menunjukkan bahwa tenaga perekonomian China mengendur pada Oktober, setelah angka produksi industri, investasi aset tetap, dan penjualan ritel meleset dari ekspektasi.

Performa ketiga indikator penting ekonomi China tersebut melambat seiring dengan upaya pemerintah memperpanjang tindak keras terhadap risiko utang dan polusi pabrik.

Berdasarkan data Biro Statistik China, produksi industri hanya tumbuh 6,2% pada Oktober melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada September sebesar 6,6%, meskipun terpaut tipis dari rata-rata proyeksi sebesar 6,3%.

Adapun penjualan eceran naik 10% dari tahun sebelumnya, lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan 10,5% serta pencapaian pada September sebesar 10,3%. Sementara itu, investasi asset tetap yang tidak termasuk rumah tangga pedesaan naik 7,3% pada Oktober.

Sejalan dengan indeks Hang Seng, pergerakan dua indeks saham acuan China memperpanjang pelemahannya pada akhir perdagangan hari ini, terbebani saham sumber daya di tengah tanda-tanda perlambatan produksi industri saat ekonomi negara tersebut memasuki periode pertumbuhan yang moderat.

Sebanyak 9 saham menguat, 38 saham melemah, dan 3 saham stagnan dari 50 saham yang diperdagangkan di Hang Seng hari ini.

Sub indeks pada indeks Hang Seng yang melacak saham energi melemah 2,4%, sedangkan sektor tekonologi industri turun 2,1%.

Saham Geely Automobile Holdings Ltd. yang anjlok 3,37% memimpin pelemahan saham pada indeks Hang Seng di akhir perdagangan, diikuti PetroChina Co. Ltd. (-3,14%) dan CNOOC Ltd. (-2,94%).

Saham energi tetap tertekan seiring dengan berlanjutnya pelemahan harga minyak mentah. Harga minyak WTI terpantau melemah 0,92% atau 0,51 poin ke US$55,19 per barel pada pukul 15.32 WIB, setelah pada Selasa (14/11) berakhir merosot 1,87% di posisi 55,70. (reuters/bis)

See Also

Menteri Kelautan Dan Perikanan Inginkan Kenaikan Gaji Pegawai KKP
Harga Minyak Dunia Turun
Tarif Tol Dalam Kota Jakarta Naik Per 8 Desember 2017
KPH Harus Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Masyarakat
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Era Global Buka Peluang Usaha Baru
Presiden Joko Widodo Sebut Indonesia-Laos Perkuat Kerja Sama
Presiden Joko Widodo Resmikan Megaproyek PLTU Bernilai 5,87 Miliar Dolar
Pemerintah Akan Resmikan BBM Satu Harga Di Seram
Presiden Joko Widodo Ngopi Sore Bersama Pelaku Industri Kopi Indonesia
Presiden Joko Widodo Dorong Pengusaha Kopi Promosikan Sektor Hulu
Industri Kreatif Tas Potensial Dikembangkan
Bupati Kudus Sebut Tiga Tantangan Pembangunan Pertanian
Indeks CAC-40 Prancis Menguat
Yuan China Menguat Terhadap Dolar AS
Babinsa Koramil 05/Cepu Turun Sawah Pendampingan Petani
Pasi Ter Kodim 0721/Blora Monitoring Rastra
Opel Automobile GmbH Kembali Merugi
PLTU Jawa 4 Telan Investasi 4,2 Miliar Dolar AS
Pedagang Beras Menjual Di Atas HET Dicabut Ijin
Kodim 0721/Blora Gelar Rakor Pengendalian Harga Pangan
Peduli Warga, Babinsa Koramil 03/Banjarejo Bantu Panen Jagung
Dolar AS Melemah
Petani Wilayah Kodim 0721/Blora Makmur
Babinsa Berikan Motivasi Petani
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.007.936 Since: 07.04.14 | 0.4079 sec