YouTube Facebook Twitter RSS
22 Jun 2018, 0

Ekonomi

Indeks Hang Seng HongKong Turun

Wednesday, 15 November 2017 | View : 230

siarjustisia.com-HONGKONG.

Pergerakan indeks saham acuan Hong Kong berakhir turun lebih dari satu persen pada perdagangan hari ini, Rabu (15/11/2017), terseret saham perusahaan sumber daya dan industri, di tengah kekhawatiran seputar pertumbuhan ekonomi China menyusul rilis data ekonomi terbaru yang menunjukkan perlambatan.

Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,03% atau 300,43 poin di 28.851,69. Rabu (15/11/2017) pagi tadi Hang Seng dibuka turun 0,43% atau 126,01 poin di posisi 29.026,11.

Dilansir Reuters, data yang dirilis kemarin, Selasa (14/11/2017) menunjukkan bahwa tenaga perekonomian China mengendur pada Oktober, setelah angka produksi industri, investasi aset tetap, dan penjualan ritel meleset dari ekspektasi.

Performa ketiga indikator penting ekonomi China tersebut melambat seiring dengan upaya pemerintah memperpanjang tindak keras terhadap risiko utang dan polusi pabrik.

Berdasarkan data Biro Statistik China, produksi industri hanya tumbuh 6,2% pada Oktober melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada September sebesar 6,6%, meskipun terpaut tipis dari rata-rata proyeksi sebesar 6,3%.

Adapun penjualan eceran naik 10% dari tahun sebelumnya, lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan 10,5% serta pencapaian pada September sebesar 10,3%. Sementara itu, investasi asset tetap yang tidak termasuk rumah tangga pedesaan naik 7,3% pada Oktober.

Sejalan dengan indeks Hang Seng, pergerakan dua indeks saham acuan China memperpanjang pelemahannya pada akhir perdagangan hari ini, terbebani saham sumber daya di tengah tanda-tanda perlambatan produksi industri saat ekonomi negara tersebut memasuki periode pertumbuhan yang moderat.

Sebanyak 9 saham menguat, 38 saham melemah, dan 3 saham stagnan dari 50 saham yang diperdagangkan di Hang Seng hari ini.

Sub indeks pada indeks Hang Seng yang melacak saham energi melemah 2,4%, sedangkan sektor tekonologi industri turun 2,1%.

Saham Geely Automobile Holdings Ltd. yang anjlok 3,37% memimpin pelemahan saham pada indeks Hang Seng di akhir perdagangan, diikuti PetroChina Co. Ltd. (-3,14%) dan CNOOC Ltd. (-2,94%).

Saham energi tetap tertekan seiring dengan berlanjutnya pelemahan harga minyak mentah. Harga minyak WTI terpantau melemah 0,92% atau 0,51 poin ke US$55,19 per barel pada pukul 15.32 WIB, setelah pada Selasa (14/11) berakhir merosot 1,87% di posisi 55,70. (reuters/bis)

See Also

Dandim 0716/Demak Bersama Masyarakat Panen Raya Demlot
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Koperasi Dinilai Penting Untuk Menunjang Pengembangan Usaha Batik Bakaran
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Kembangkan Jenis Usaha Yang Unik Dan Berbeda
Harga Pertalite Naik Rp 200 Per Liter
Usaha Sergab Kodim 0716/Demak Di Kala HPP Lebih Rendah Dari Pasar
Bertebaran Padi Di Halaman Kodim 0716/Demak
Bank Sampah Jadi Berkah Bagi Anggota Kodim 0716/Demak
Kodim 0716/Demak Terapkan Teknologi Baru Di Bidang Pertanian
Tim Sergab Kodim 0716/Demak Terus Genjot Serap Beras Ke Bulog
Cegah Penyelewengan, Babinsa Dampingi Pembagian Beras Rastra Yang Layak Konsumsi
Dokter Terkaya Amerika Serikat Beli Surat Kabar LA Times Rp 6,8 Triliun
Dandim 0716/Demak Panen Raya Di Ds. Mijen
Danramil 09/Karangtengah Berharap Pendistribusian Pupuk Tepat Sasaran
Danramil 03/Wonosalam Bersama Forkopimcam Panen Raya Padi
Presiden Joko Widodo Tinjau Proyek Padat Karya Di Dharmasraya
Pasar Saham Australia Dibuka Turun Tajam
5 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia
Penjualan Mobil Terbanyak Tahun 2017
Bebas Bea Masuk Belanja Dari Luar Negeri Naik
Menteri Kelautan Dan Perikanan Inginkan Kenaikan Gaji Pegawai KKP
Harga Minyak Dunia Turun
Tarif Tol Dalam Kota Jakarta Naik Per 8 Desember 2017
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.162.925 Since: 07.04.14 | 0.5729 sec