YouTube Facebook Twitter RSS
24 Oct 2018, 0

Internasional

Kuba Kompak Dengan Korea Utara

Thursday, 23 November 2017 | View : 227

siarjustisia.com-HAVANA.

Negara yang terletak di Karibia Utara pada pertemuan Laut Karibia, Teluk Meksiko, dan Samudera Atlantik, Republik Kuba, satu dari sedikit sekutu Korea Utara (Korut) memberi dukungan kepada Korea Utara (Korut). Kuba menyampaikan dukungan bagi Korea Utara.

Republik Kuba menyerukan "perdamaian dan stabilitas" di Semenanjung Korea dan menekankan perlunya dialog untuk mengurangi ketegangan antara Pyongyang dan Washington.

Saat menerima timpalannya dari Korea Utara Ri Yong-Ho di Havana, Kuba, Rabu (22/11/2017), Menteri Urusan Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez mengatakan Kuba "mendukung perdamaian dan stabilitas", menambahkan bahwa "hanya setelah dialog dan perundingan solusi politik yang langgeng bisa dicapai" menurut siaran media Kuba. 

Berkenaan dengan tindakan Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 Donald John Trump menyatakan Korea Utara (Korut) sebagai negara pendukung teror pada Senin (20/11/20170, Bruno Rodriguez menyatakan menolak apa yang dia sebut sebagai "keterangan dan dikte sepihak" Amerika Serikat mengenai Korea Utara.

Sementara itu, Ri Yong-Ho menyalahkan "penggunaan kekuatan militer imperialis yang kian meningkat" sebagai penyebab buruknya situasi di semenanjung Korea, dan menekankan pentingnya hubungan Kuba-Korea Utara sebagai "dua negara pembangun sosialisme."

Kunjungannya dilakukan saat Pyongyang dan Washington terus berselisih mengenai beberapa kali uji coba rudal balistik dan nuklir Korea Utara sementara hubungan Amerika Serikat dan Kuba, yang dibangun lagi pada 2015 setelah buntu selama 50 tahun, juga memburuk di bawah pemerintahan Presiden AS Donald John Trump.

Pada 23 September, Ri Yong-Ho mengecam Presiden AS Donald John Trump dalam pidatonya di PBB, dan mengungkapkan "dukungan serta solidaritas besar untuk pemerintah dan rakyat Kuba" menurut siaran kantor berita AFP. (afp)

See Also

Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.814.971 Since: 07.04.14 | 0.598 sec