YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jan 2019, 0

Hukum

KPK Segera Rampungkan Penyidikan Setya Novanto

Saturday, 25 November 2017 | View : 110

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera merampungkan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang menjerat Ketua Umum DPR RI, Drs. Setya Novanto, Ak. Dengan demikian, berkas penyidikan Setya Novanto bakal segera dilimpahkan ke tahap penuntutan.

"Kemungkinan melimpahkan juga kita siapkan. Kita nanti melihat mana yang visibel bagi KPK," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (24/11/2017).

Selain bergegas merampungkan penyidikan, KPK juga sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi gugatan praperadilan yang untuk kedua kalinya diajukan Setya Novanto. Sidang perdana gugatan praperadilan yang diajukan Setya Novanto atas penetapannya sebagai tersangka ini rencananya bakal digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada Kamis (30/11/2017) mendatang.

"Persiapan di praperadilan secara matang juga kita siapkan. Dua-duanya dilakukan," katanya.

Diberitakan, KPK kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014, Setnov, sapaan Setya Novanto bersama-sama Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong serta dua mantan pejabat Kemdagri, Irman dan Sugiharto diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain atau korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukannya terkait proyek e-KTP.

Akibatnya keuangan negara dirugikan Rp 2,3 triliun dari anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun. Ketua Umum DPP Partai Golkar itu disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1‎ KUHP.

KPK sempat menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP pada 17 Juli 2017 lalu. KPK menduga Setya Novanto melalui pengusaha rekanan Kemdagri, Andi Agustinus alias Andi Narogong mengatur proyek sejak proses penganggaran, hingga pengadaan e-KTP tersebut. Namun, status tersangka itu gugur setelah Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Cepi Iskandar mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan Setya Novanto.

Ketua KPK Agus Rahardjo berharap, persiapan tim hukum lembaganya jauh lebih matang dibanding sidang gugatan praperadilan Setya Novanto sebelumnya. Dengan demikian, KPK dapat memenangkan praperadilan ini dan dapat segera menghadapi Setya Novanto dalam persidangan perkara pokok di Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Mudah-mudahan kami persiapannya di praperadilan juga jauh lebih matang dibandingkan yang kemarin," kata Agus Rahardjo.

Dalam mengusut kasus ini, KPK mempersilakan Setya Novanto untuk membela diri, termasuk dengan mengajukan saksi atau ahli yang meringankan. Lembaga antikorupsi telah menerima daftar saksi dan ahli meringankan yang diajukan Ketua Umum DPP Partai Golkar nonaktif tersebut. Terdapat delapan saksi dan empat ahli yang telah diajukan Setya Novanto untuk diperiksa penyidik KPK.

"Tadi saya dapat informasi jumlahnya delapan orang saksi dan empat orang ahli," kata Jubir KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (24/11/2017).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah masih enggan merinci para saksi dan ahli ini. Namun, Febri Diansyah mengungkapkan dari delapan saksi yang meringankan Setnov terdapat kader Partai Golkar, anggota DPR RI dan politisi.

"Saksi yang masuk dalam daftar tersebut adalah politisi, anggota DPR dan ada yang bukan anggota DPR, dari Partai Golkar juga ada," tuturnya.

Febri Diansyah menyatakan pengajuan saksi atau ahli meringankan merupakan hak tersangka atau terdakwa yang diatur dalam Pasal 65 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Untuk itu, KPK harus mengabulkan permintaan Setya Novanto ini.

"Tentu saja KPK sebagai lembaga penegak hukum mematuhi hukum dan mematuhi hak-hak tersangka," ujarnya.

Meski demikian, Febri Diansyah mengaku belum mengetahui secara pasti waktu pemeriksaan terhadap saksi dan ahli meringankan yang diajukan Setya Novanto. Febri Diansyah hanya memperkirakan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap saksi dan ahli ini akan mulai dilakukan pada pekan depan.

"Pastinya jadwal ini akan kami sampaikan lebih lanjut. Tapi tentu diharapkan itu bisa dilakukan minggu depan," jelasnya. (sp)

See Also

Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Artis Kembali Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Polres Metro Jakarta Selatan Gali Motif Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Polres Metro Jakarta Selatan Tangkap Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.247.865 Since: 07.04.14 | 0.6168 sec