YouTube Facebook Twitter RSS
19 Jan 2019, 0

Ekonomi

KPH Harus Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Masyarakat

Saturday, 25 November 2017 | View : 287

siarjustisia.com-BANGKA.

Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) harus menjadi lokomotif peningkatan ekonomi masyarakat yang ada di dalam dan sekitar hutan, melalui pengembangan berbagai usaha produktif pemanfaatan hasil hutan kayu maupun nonkayu.

Direktur Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Drasospolino menjelaskan, sebagai unit yang berada di tingkat tapak, KPH adalah garda terdepan pengelolaan hutan di Indonesia.

“KPH adalah bentuk kehadiran negara dalam pengelolaan hutan yang harus berdampak pada perbaikan pengelolaan hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Drasospolino pada Forum Bisnis KPH Produksi Wilayah Provinsi Bangka Belitung, di Bangka, Jumat (24/11/2017).

Saat ini, katanya, beberapa KPH berhasil mengembangkan usaha produktif berbasis masyarakat. Misalnya, KPH Limau di Jambi yang mengembangkan minyak kepayang, dan KPH Batulanteh, NTB, yang mengembangkan madu sumbawa.

"Sementara KPH Yogyakarta berhasil mengembangkan minyak kayu putih dengan pendapatan mencapai Rp 10 miliar per tahun. KPH Yogyakarta juga mengembangkan ekowisasata dengan pendapatan mencapai Rp 6 miliar per tahun,” ucapnya.

Drasospolino mengungkapkan, saat ini telah ada 149 KPH Produksi yang telah beroperasi, 63 di antaranya telah mengembangkan usaha produktif berbasis masyarakat.

Evaluasi yang dilakukan pihaknya menunjukan, keberadaan KPH Produksi berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan pendapatan Kepala Keluarga (KK) yang menjadi mitra KPH produksi naik 70,48% pada 2016 dibandingkan tahun 2015. Peningkatan kembali terjadi pada 2017 sebesar 192% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Umum Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (P3H) KLHK Edi Subiyanto mengungkapkan, pihaknya menyediakan pembiayaan yang bisa dimanfaatkan KPH untuk mendukung berbagai usaha produktif masyarakat.

“Kami menyediakan pembiayaan dengan suku bunga yang terjangkau bagi masyarakat dengan grace periode yang cukup panjang,” ujarnya.

Selain melalui skema pinjaman, penyaluran pembiayaan dari P3H juga bisa dilakukan melalui skema kerja sama dan syariah. Sementara, jenis usaha yang bisa dibiayai untuk pemanfaatan hasil hutan kayu maupun non kayu, baik on farm maupun off farm.

Edi Subiyanto menyatakan, untuk penyaluran pembiayaan, pihaknya juga menyasar usaha kehutanan yang dilakukan di wilayah tertentu pada KPH. “Di wilayah KPH, masyarakat yang ingin mendapatkan pembiayaan harus memiliki perjanjian kerja sama dengan KPH,” katanya.

Sampai saat ini sudah banyak usaha produktif masyarakat yang dibiayai oleh P3H. Termasuk di antaranya adalah pengembangan madu di Putusibau, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), pengolahan gula aren di Bengkulu, dan pengembangan usaha pakan ternak kelinci di Garut, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Sementara itu Direktur Jaringan Madu Hutan Indonesia (JMHI) Hermanto mengatakan, salah satu komoditas yang bisa dikembangkan oleh KPH adalah madu. Menurut dia, madu telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat milenial.

“Madu memiliki banyak khasiat. Apalagi madu hutan bersumber alami dan bebas dari kontaminasi pestisida,” ucapnya.

Hermanto mengungkapkan, salah satu alasan madu layak dikembangkan adalah komoditas ini bisa dikembangkan dan dipasarkan dengan memperhatikan empat pilar, yaitu masyarakat (people), produk berkualitas (product), keuntungan (profit) bagi masyarakat, dan kelestarian hutan dan lingkungan (planet). (bs)

See Also

Babinsa 01/Demak Dampingi Program Kotaku Di Desa Mulyorejo
Antisipasi Kelangkaan Dan Kestabilan Harga Pupuk, Babinsa 12/Mranggen Cek Langsung
Wall Street Menguat
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Babinsa 09/Karangtengah Dampingi Pembangunan RTLH
Bursa Asia Dan AS Menguat
Bursa Asia Ditutup Melemah Disusul Bursa Eropa Dibuka Tergerus
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Babinsa 06/Wedung Lakukan Pemantauan Penyemaian Bibit Tanam Padi
Babinsa 09/Karangtengah Pastikan Harga Sembako Di Pasar Masih Relatif Stabil
Percepat Masa Tanam, Babinsa 09/Karangtengah Giat Dampingi Petani
Babinsa 05/Mijen Tunjukkan Peran Aktif Babinsa Terhadap Swasembada Pangan
Tak Kenal Lelah, Babinsa Koramil 07/Gajah Bantu Petani Siangi Rumput
Ciptakan Hubungan Yang Harmonis, Babinsa 01/Rembang Terjun Langsung Ke Lahan Pertanian
Babinsa Pos Koramil Kebonagung Memotivasi Petani Dalam Menggarap Sawah
Babinsa 12/Mranggen Ikuti Sosialisasi Budidaya Sapi Potong
Babinsa 01/Demak Kota Bantu Percepatan Pertumbuhan Padi
Babinsa 02/Bonang Bersama Petani Bantu Persemaian Bibit Padi
Cegah Terjadinya Kelangkaan Pupuk, Babinsa Koramil 09/Karangtengah Cek Langsung Ke Pengecer
Wujudkan Swasembada Pangan, Babinsa 13/Karangawen Dampingi Petani Jagung Siangi Gulma
Babinsa Koramil 01/Demak Kota Laksanakan Upsus Bersama Petani Menanam Jagung
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.252.778 Since: 07.04.14 | 0.6778 sec