YouTube Facebook Twitter RSS
19 Oct 2018, 0

Ekonomi

KPH Harus Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Masyarakat

Saturday, 25 November 2017 | View : 219

siarjustisia.com-BANGKA.

Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) harus menjadi lokomotif peningkatan ekonomi masyarakat yang ada di dalam dan sekitar hutan, melalui pengembangan berbagai usaha produktif pemanfaatan hasil hutan kayu maupun nonkayu.

Direktur Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Drasospolino menjelaskan, sebagai unit yang berada di tingkat tapak, KPH adalah garda terdepan pengelolaan hutan di Indonesia.

“KPH adalah bentuk kehadiran negara dalam pengelolaan hutan yang harus berdampak pada perbaikan pengelolaan hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Drasospolino pada Forum Bisnis KPH Produksi Wilayah Provinsi Bangka Belitung, di Bangka, Jumat (24/11/2017).

Saat ini, katanya, beberapa KPH berhasil mengembangkan usaha produktif berbasis masyarakat. Misalnya, KPH Limau di Jambi yang mengembangkan minyak kepayang, dan KPH Batulanteh, NTB, yang mengembangkan madu sumbawa.

"Sementara KPH Yogyakarta berhasil mengembangkan minyak kayu putih dengan pendapatan mencapai Rp 10 miliar per tahun. KPH Yogyakarta juga mengembangkan ekowisasata dengan pendapatan mencapai Rp 6 miliar per tahun,” ucapnya.

Drasospolino mengungkapkan, saat ini telah ada 149 KPH Produksi yang telah beroperasi, 63 di antaranya telah mengembangkan usaha produktif berbasis masyarakat.

Evaluasi yang dilakukan pihaknya menunjukan, keberadaan KPH Produksi berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan pendapatan Kepala Keluarga (KK) yang menjadi mitra KPH produksi naik 70,48% pada 2016 dibandingkan tahun 2015. Peningkatan kembali terjadi pada 2017 sebesar 192% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Umum Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (P3H) KLHK Edi Subiyanto mengungkapkan, pihaknya menyediakan pembiayaan yang bisa dimanfaatkan KPH untuk mendukung berbagai usaha produktif masyarakat.

“Kami menyediakan pembiayaan dengan suku bunga yang terjangkau bagi masyarakat dengan grace periode yang cukup panjang,” ujarnya.

Selain melalui skema pinjaman, penyaluran pembiayaan dari P3H juga bisa dilakukan melalui skema kerja sama dan syariah. Sementara, jenis usaha yang bisa dibiayai untuk pemanfaatan hasil hutan kayu maupun non kayu, baik on farm maupun off farm.

Edi Subiyanto menyatakan, untuk penyaluran pembiayaan, pihaknya juga menyasar usaha kehutanan yang dilakukan di wilayah tertentu pada KPH. “Di wilayah KPH, masyarakat yang ingin mendapatkan pembiayaan harus memiliki perjanjian kerja sama dengan KPH,” katanya.

Sampai saat ini sudah banyak usaha produktif masyarakat yang dibiayai oleh P3H. Termasuk di antaranya adalah pengembangan madu di Putusibau, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), pengolahan gula aren di Bengkulu, dan pengembangan usaha pakan ternak kelinci di Garut, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Sementara itu Direktur Jaringan Madu Hutan Indonesia (JMHI) Hermanto mengatakan, salah satu komoditas yang bisa dikembangkan oleh KPH adalah madu. Menurut dia, madu telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat milenial.

“Madu memiliki banyak khasiat. Apalagi madu hutan bersumber alami dan bebas dari kontaminasi pestisida,” ucapnya.

Hermanto mengungkapkan, salah satu alasan madu layak dikembangkan adalah komoditas ini bisa dikembangkan dan dipasarkan dengan memperhatikan empat pilar, yaitu masyarakat (people), produk berkualitas (product), keuntungan (profit) bagi masyarakat, dan kelestarian hutan dan lingkungan (planet). (bs)

See Also

The Fed Naikkan Suku Bunga
Babinsa 12/Mranggen Bantu Petani Sukseskan Swasembada Pangan
Dandim 0716/Demak Bersama LBB Panen Raya Dan Masyarakat Desa Ruwit
Panen Padi L-58 Aromatik Kodim 0716/Demak Dan Lumbung Banyu Bumi
Dandim 0716/Demak Bersama Masyarakat Panen Raya Demlot
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Koperasi Dinilai Penting Untuk Menunjang Pengembangan Usaha Batik Bakaran
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Kembangkan Jenis Usaha Yang Unik Dan Berbeda
Harga Pertalite Naik Rp 200 Per Liter
Usaha Sergab Kodim 0716/Demak Di Kala HPP Lebih Rendah Dari Pasar
Bertebaran Padi Di Halaman Kodim 0716/Demak
Bank Sampah Jadi Berkah Bagi Anggota Kodim 0716/Demak
Kodim 0716/Demak Terapkan Teknologi Baru Di Bidang Pertanian
Tim Sergab Kodim 0716/Demak Terus Genjot Serap Beras Ke Bulog
Cegah Penyelewengan, Babinsa Dampingi Pembagian Beras Rastra Yang Layak Konsumsi
Dokter Terkaya Amerika Serikat Beli Surat Kabar LA Times Rp 6,8 Triliun
Dandim 0716/Demak Panen Raya Di Ds. Mijen
Danramil 09/Karangtengah Berharap Pendistribusian Pupuk Tepat Sasaran
Danramil 03/Wonosalam Bersama Forkopimcam Panen Raya Padi
Presiden Joko Widodo Tinjau Proyek Padat Karya Di Dharmasraya
Pasar Saham Australia Dibuka Turun Tajam
5 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia
Penjualan Mobil Terbanyak Tahun 2017
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.783.741 Since: 07.04.14 | 0.597 sec