YouTube Facebook Twitter RSS
16 Aug 2018, 0

Nusantara

Presiden Joko Widodo Jalani Prosesi Adat Batak Mandailing

Saturday, 25 November 2017 | View : 75

siarjustisia.com-MEDAN.

Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa "Jokowi" dan Ibu Negara Iriana Jokowi melakukan prosesi adat Manortor sesi ke-3 pada Sabtu (25/11/2017), saat mengikuti rangkaian acara pesta adat dalam rangka ngunduh mantu pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di lokasi dengan mengenakan jas biru gelap dan sarung merah didampingi Iriana Jokowi yang tampil mengenakan kebaya merah, kerudung merah dan songket oranye. 

Manortor merupakan prosesi tarian sebagai bentuk kegembiraan dan penghormatan kepada Tuhan, leluhur, raja-raja, serta keluarga Kahiyang dan Bobby hingga tujuh tingkatan di atas mereka.

Kahiyang Ayu, putri Presiden Joko Widodo yang menikah dengan Bobby Afif Nasution dan resmi menyandang marga Siregar.

Kepala Negara Jokowi dan Iriana disambut oleh perwakilan keluarga dan diberikan penjelasan singkat mengenai prosesi adat yang akan dilakukan. Keduanya kemudian diberikan 5 tanda mata yaitu yang sirih, gambir, soda, pinang, dan tembakau.

Di belakang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Iriana, tampak kakak Kahiyang, Gibran Rakabuming beserta istrinya, Selvi Ananda beserta anak mereka, Jan Ethes Srinanrendra. Mereka melalukan prosesi hingga menuju pintu paradaton. 

Di pintu paradaton, mantan Wali Kota Surakarta tersebut Jokowi dan Iriana diberikan ulos oleh tiga raja adat, Mandailing, Nasution, dan Lubis.

Pemberian ulos ini juga sebagai tanda keluarga Jokowi sudah menjadi bagian dari keluarga Siregar karena Kahiyang resmi menjadi istri Bobby Nasution.

Saat diberikan ulos, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut Jokowi dan Iriana disematkan kain ulos dan dijelaskan makna dari kain tersebut.

Pihak keluarga Nasution kemudian memberikan sambutan singkat dengan bahasa Batak dan diakhiri dengan `horas` tiga kali.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) lalu masuk ke tempat pernikahan dan duduk diapit oleh perwakilan keluarga Siregar.

Sebelumnya, sudah dilakukan serangkaian adat Mandailing seperti manotor I dan II dan penyembelihan kerbau. (ant)

See Also

Lombok Diguncang Gempa Lagi 6,2 Skala Richter
Peduli Gempa Lombok, Siswa MA NU TBS Gelar Istighasah
TNI-Polri Kirim Bantuan Ke Daerah Gempa Di Lombok
Gempa Susulan Kembali Terjadi Di Lombok
PT. PLN (Persero) Upayakan Listrik Menyala Di Kepulauan Gili Lombok
Dandim 0716/Demak Tutup TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2018
Bhabinkamtibmas Dan Babinsa 03/Wonosalam Bersinergi Amankan Apitan
Terasa Kompak, Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Mijen Ramaikan Lomba 17-An
Dialog Interaktif Dandim 0716/Demak Bersama Forkopimda Menyambut HUT RI Ke-73
Babinsa 06/Wedung Rela Bagikan Air Bersih Dari Rumah Ke Rumah
Mahasiswa UMK Ikuti Agri-Relationship ASEAN Universities Network
Partai Hanura Ajukan Sengketa Pendaftaran Bacaleg Ke Bawaslu
Guna Matangkan Penutupan TMMD Kodim 0716/Demak Gelar Rakor
Jelang HUT RI Ke-73, Babinsa Latih Paskibraka
Acungan Tangan Mungil Rizki Ajukan Pertanyaan Bagaimana Cara Menjadi TNI Pak Babinsa?
Babinsa Kodim 0716/Demak Bersama Bhabinkamtibmas Turut Serta Pelatihan Ketrampilan
Untuk Pecahkan Rekor MURI, Kodim 0716/Demak Latihan Senam Gemu Famire
UMK Didorong Buka Korean Corner
Al-Jalsah Ula Ma Had Aly TBS
Peran Aktif Babinsa 06/Wedung Terhadap Generasi Penerus
Dandim 0716/Demak Hadiri Pembukaan Manasik Haji II Dan Pelepasan Calon Jemaah Haji Demak
30 Peserta Diklat Pim IV Dapat Materi Wasbang
Kunjungan Tim Wasev Sterad Bidang Komsos Ke Kodim 0716/Demak
Sosok Anak Pedagang Gorengan Yang Ingin Jadi Jenderal
Babinsa Koramil 09/Karangtengah Seleksi Calon Paskibra
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.433.148 Since: 07.04.14 | 0.6288 sec