YouTube Facebook Twitter RSS
16 Jul 2018, 0

Internasional

Milisi Serang Masjid Di Mesir

Saturday, 25 November 2017 | View : 593
Tags : Isis, Mesir

siarjustisia.com-KAIRO.

Sejumlah milisi menewaskan lebih dari 230 orang di Masjid Al-Rawdah di Bir al-Abed, Kota El-Arish, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11/2017). Mereka meledakkan bom dan menembaki jemaah dalam serangan paling mematikan dalam sejarah modern negara itu, menurut laporan media pemerintah dan para saksi.

Belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab, namun sejak 2013 pasukan keamanan Mesir telah berjuang menangani afiliasi kelompok militan teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) di wilayah yang sebagian besar terdiri dari gurun itu. Sementara itu, milisi-milisi telah membunuh ratusan polisi dan tentara.

Media pemerintah memperlihatkan gambar para korban yang berlumuran darah dan tubuh-tubuh yang ditutup selimut di dalam Masjid Al Rawdah di Bir al-Abed, sebelah Barat El Arish, kota utama di Sinai Utara, Mesir.

Jemaah sedang menyelesaikan sholat Jumat di Masjid ketika bom rakitan itu meledak, kata saksi mata. Sekitar 40 pria bersenjata memasang posisi di luar Masjid dengan mobil jip dan melepaskan tembakan dari berbagai arah saat orang-orang mencoba melarikan diri, kata saksi mata.

"Mereka menembaki orang-orang saat mereka meninggalkan mesjid," ujar seorang penduduk setempat yang kerabatnya berada di tempat kejadian. "Mereka juga menembaki ambulans," jelasnya.

Kantor Kejaksaan setempat mengatakan dalam pernyataan, 235 orang tewas dan 109 lainnya terluka.

Menyerang Masjid akan menjadi perubahan taktik bagi milisi Sinai, yang biasanya menyerang tentara dan polisi dan gereja-gereja Kristen Koptik setempat.

Saluran berita Arabiya dan beberapa sumber lokal mengatakan beberapa anggota jemaah beraliran Sufi, yang oleh kelompok-kelompok ekstrimis militan teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) dijadikan target karena mereka menghormati para wali dan tempat-tempat suci; yang bagi milisi Islamis sama saja dengan penyembahan berhala.

Para teroris juga menyerang suku-suku setempat beserta milisi mereka karena bekerja sama dengan tentara dan polisi sehingga teroris kanan itu menganggap mereka sebagai penghianat. 

Cabang Sinai adalah salah satu cabang kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) yang masih ada, setelah runtuhnya kekhalifahan yang diumumkan sendiri di Suriah dan Irak pascakekalahan militer oleh pasukan yang didukung Amerika Serikat (AS).

Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, mantan komandan Angkatan Bersenjata Mesir yang menghadirkan diri sebagai benteng pertahanan terhadap militansi Islam, mengadakan pertemuan darurat dengan Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri serta Kepala Intelijen segera setelah serangan tersebut, kata kantor kepresidenan dan televisi pemerintah.

Keamanan telah lama menjadi salah satu sumber utama dukungan publik bagi mantan jenderal itu, yang diperkirakan akan mencalonkan kembali pada pemilihan awal tahun depan untuk masa jabatan empat tahun berikutnya.

Dia berjanji serangan itu "tidak akan luput dari hukuman".

"Keadilan akan ditegakkan terhadap semua pihak yang berpartisipasi, memberikan kontribusi, mendukung, mendanai, atau menghasut serangan pengecut ini," demikian Abdel Fattah al-Sisi dalam sebuah pernyataan.

Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45, Donald John Trump, melalui Twitter, Jumat (24/11/2017), menyebut serangan itu sebagai "serangan teroris yang mengerikan dan pengecut".

"Dunia tidak dapat menoleransi terorisme, kita harus mengalahkan mereka secara militer dan mendiskreditkan ideologi ekstremis yang menjadi dasar keberadaan mereka," tambahnya.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, juga mengecam serangan mematikan itu dan mengatakan, Paris berada di pihak Mesir dengan sekutu-sekutunya. (arabiya)

See Also

Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.273.810 Since: 07.04.14 | 0.6164 sec