YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2017, 0

Internasional

Milisi Serang Masjid Di Mesir

Saturday, 25 November 2017 | View : 338
Tags : Isis, Mesir

siarjustisia.com-KAIRO.

Sejumlah milisi menewaskan lebih dari 230 orang di Masjid Al-Rawdah di Bir al-Abed, Kota El-Arish, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11/2017). Mereka meledakkan bom dan menembaki jemaah dalam serangan paling mematikan dalam sejarah modern negara itu, menurut laporan media pemerintah dan para saksi.

Belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab, namun sejak 2013 pasukan keamanan Mesir telah berjuang menangani afiliasi kelompok militan teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) di wilayah yang sebagian besar terdiri dari gurun itu. Sementara itu, milisi-milisi telah membunuh ratusan polisi dan tentara.

Media pemerintah memperlihatkan gambar para korban yang berlumuran darah dan tubuh-tubuh yang ditutup selimut di dalam Masjid Al Rawdah di Bir al-Abed, sebelah Barat El Arish, kota utama di Sinai Utara, Mesir.

Jemaah sedang menyelesaikan sholat Jumat di Masjid ketika bom rakitan itu meledak, kata saksi mata. Sekitar 40 pria bersenjata memasang posisi di luar Masjid dengan mobil jip dan melepaskan tembakan dari berbagai arah saat orang-orang mencoba melarikan diri, kata saksi mata.

"Mereka menembaki orang-orang saat mereka meninggalkan mesjid," ujar seorang penduduk setempat yang kerabatnya berada di tempat kejadian. "Mereka juga menembaki ambulans," jelasnya.

Kantor Kejaksaan setempat mengatakan dalam pernyataan, 235 orang tewas dan 109 lainnya terluka.

Menyerang Masjid akan menjadi perubahan taktik bagi milisi Sinai, yang biasanya menyerang tentara dan polisi dan gereja-gereja Kristen Koptik setempat.

Saluran berita Arabiya dan beberapa sumber lokal mengatakan beberapa anggota jemaah beraliran Sufi, yang oleh kelompok-kelompok ekstrimis militan teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) dijadikan target karena mereka menghormati para wali dan tempat-tempat suci; yang bagi milisi Islamis sama saja dengan penyembahan berhala.

Para teroris juga menyerang suku-suku setempat beserta milisi mereka karena bekerja sama dengan tentara dan polisi sehingga teroris kanan itu menganggap mereka sebagai penghianat. 

Cabang Sinai adalah salah satu cabang kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) yang masih ada, setelah runtuhnya kekhalifahan yang diumumkan sendiri di Suriah dan Irak pascakekalahan militer oleh pasukan yang didukung Amerika Serikat (AS).

Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, mantan komandan Angkatan Bersenjata Mesir yang menghadirkan diri sebagai benteng pertahanan terhadap militansi Islam, mengadakan pertemuan darurat dengan Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri serta Kepala Intelijen segera setelah serangan tersebut, kata kantor kepresidenan dan televisi pemerintah.

Keamanan telah lama menjadi salah satu sumber utama dukungan publik bagi mantan jenderal itu, yang diperkirakan akan mencalonkan kembali pada pemilihan awal tahun depan untuk masa jabatan empat tahun berikutnya.

Dia berjanji serangan itu "tidak akan luput dari hukuman".

"Keadilan akan ditegakkan terhadap semua pihak yang berpartisipasi, memberikan kontribusi, mendukung, mendanai, atau menghasut serangan pengecut ini," demikian Abdel Fattah al-Sisi dalam sebuah pernyataan.

Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45, Donald John Trump, melalui Twitter, Jumat (24/11/2017), menyebut serangan itu sebagai "serangan teroris yang mengerikan dan pengecut".

"Dunia tidak dapat menoleransi terorisme, kita harus mengalahkan mereka secara militer dan mendiskreditkan ideologi ekstremis yang menjadi dasar keberadaan mereka," tambahnya.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, juga mengecam serangan mematikan itu dan mengatakan, Paris berada di pihak Mesir dengan sekutu-sekutunya. (arabiya)

See Also

Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
Amerika Serikat Akan Memulai Rencana Pemindahan Kedutaan Besarnya
Yordania Tolak Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Warga Korea Utara Gelar Perayaan Massal Uji Coba Rudal Hwasong 15
Mantan Penasihat Keamanan Presiden AS Didakwa Bohongi FBI Terkait Rusia
Militer Suriah Tembakkan Rudal Ke Jet Tempur Israel
Badai Hujan Dan Petir Berlanjut Di Melbourne
Warga AS Dipenjara Seumur Hidup Atas Pembunuhan Wanita Jepang
Kaisar Jepang Akihito Akan Turun Takhta 30 April 2019
Taliban Serang Kampus Di Pakistan
Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi Yaman
Mahasiswa Australia Semakin Lama Selesaikan Studi
Agnez Mo Raih Penghargaan Di MAMA 2017 Vietnam
Tidak Ada Korban WNI Di Teror Masjid Sinai
Pola Teroris Bunuhi Jemaah Salat Jumat Di Sinai
Korban Bom Masjid Di Sinai Bertambah Jadi 305 Orang
Serangan Udara Mesir Tewaskan Teroris Penyerang Masjid Sinai
Perlintasan Perbatasan Mesir-Gaza Batal Dibuka
Penembakan Pada Hari Thanksgiving Di Houston
Mesir Buru Pelaku Teror Di Masjid Sinai
Kuba Kompak Dengan Korea Utara
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.006.159 Since: 07.04.14 | 0.9179 sec