YouTube Facebook Twitter RSS
23 Jul 2018, 0

Hukum

KPK Harap Identitas Penyerang Novel Baswedan Segera Diketahui

Saturday, 25 November 2017 | View : 523

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengharapkan identitas penyerang Novel Baswedan segera diketahui, berdasarkan dua sketsa wajah yang baru diungkapkan Polda Metro Jaya segera diketahui.

"Jadi kami berharap segera diketahui siapa dua orang dalam sketsa yang disampaikan tadi karena dari tulisan itu namanya masih ditulus Mr X. Jadi, belum diketahui identitasnya, maka perlu dilakukan pencarian," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (24/11/2017).

"Sketsa juga telah disebaar di beberapa lokasi jadi proses pencarian juga sedang berjalan," kata dia.

Dia menyatakan lembaganya belum menginformasikan lebih lanjut soal perkembangan kasus itu kepada Novel Baswedan, yang saat ini masih dirawat di Singapura.

"Kami belum komunikasi dengan Novel. Novel masih di Singapura, Kapolda dan tim baru datang Jumat pagi ini dan Novel juga sekarang sedang fokus pada proses perawatan untuk persiapan operasi tahap dua mata sebelah kiri," ungkap Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

KPK pun mengharapkan ada perkembangan yang lebih signifikan ke depannya agar pelaku penyerang Novel Baswedan benar-benar ditemukan. "Setelah ditemukan bisa didalami motifnya apa sampai dengan tentunya bukan hanya pelaku lapangan tetapi juga aktor intelektualnya," papar Febri Diansyah. 

Sebelumnya, sekitar pukul 10.00 WIB Jumat (24/11/2017), empat pimpinan KPK menerima kedatangan Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.) Drs. Idham Aziz, M.Si. bersama jajarannya di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta SelatanJumat (24/11/2017).

"Jadi ada tim penyidik dan tim humas Polda Metro Jaya. Kami berdiskusi cukup panjang, dimulai dari penjelasan perkembangan penanganan proses penyelidikan dan investigasi dari penyerangan terhadap Novel Baswedan yang terjadi pada April 2017," beber Juru Bicara KPK Febri Diansyah, dalam kesempatan sama.

Polda Metro Jaya telah mengungkapkan  dua sketsa wajah orang yang diduga terlibat dalam penyerangan Novel Baswedan dengan menggunakan air keras pada 11 April 2017 lalu.

"Dari hasil keterangan saksi sudah mengarah 90 persen. Bahwa dua gambar itu diduga terlibat penyiraman saudara Novel," kata mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, Irjen Pol. Drs. Idham Azis, M.Si., saat konferensi pers, di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (24/11/2017).

Polda Metro Jaya pun sudah membentuk tim penyelidikan dan penyidikan sejumlah 167 orang lintas Polres, Polda, dan penyidik di Kepolisian Indonesia.

"Kami juga dibantu Polisi Federal Australia. Kemudian kami juga dibantu Pusnafis Mabes Polri karena beberapa CCTV yang ada di TKP yang kami kumpulkan membutuhkan kerja sama dengan pihak luar negeri," jelas mantan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Irjen Pol. Drs. Idham Azis, M.Si.

Adapun pada skesta pertama yang ditampilkan kepada awak media pada saat konferensi pers itu, orang yang diduga terlibat penyerangan Novel Baswedan itu merupakan pria dengan kulit gelap dan rambut pendek.

Kemudian pada sketsa kedua terlihat seorang pria dengan kulit putih dan rambut panjang.

Mantan Direktur Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri, Irjen Pol. Drs. Idham Azis, M.Si. pun menyatakan dua sketsa wajah yang diduga terlibat penyerangan Novel Baswedan itu itu didapat dari informasi dua saksi. "Yang pertama, ini informasi yang kita dapat dari saksi S. Yang kedua, ini dapat dari saksi SN," ungkap mantan Wakil Kepala Densus 88/Anti Teror Polri, Irjen Pol. Drs. Idham Azis, M.Si.

Penyidik senior KPK tersebut Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan, Jl. Al Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara dekat rumahnya.

Mata kiri Novel Baswedan rusak sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017. Novel Baswedan adalah salah satu penyidik senior KPK, yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan KTP elektronik. (ant)

See Also

Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.311.361 Since: 07.04.14 | 0.6496 sec