YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2017, 0

Internasional

Korban Bom Masjid Di Sinai Bertambah Jadi 305 Orang

Sunday, 26 November 2017 | View : 16
Tags : Mesir, Sinai

siarjustisia.com-KAIRO.

Korban tewas dalam serangan milisi yang menghancurkan di sebuah Masjid di Masjid Al-Rawdah di Bir al-Abed, Kota El-Arish, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11/2017), bertambah menjadi 305 orang, termasuk 27 anak, dan 128 orang cedera, lapor kantor berita MENA seperti dikutip Reuters, Sabtu (25/11/2017).

Jumat (24/11/2017) kemarin, milisi meledakkan bom dan menembaki jemaah dalam serangan paling mematikan dalam sejarah modern negara itu.

Belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab, namun sejak tahun 2013 pasukan keamanan Mesir telah berjuang menangani afiliasi kelompok teroris regional militan Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) di wilayah yang sebagian besar terdiri dari gurun itu. Sementara itu, milisi telah membunuh ratusan polisi dan tentara.

Media pemerintah memperlihatkan gambar para korban yang berlumuran darah dan tubuh-tubuh yang ditutup selimut di dalam Masjid Al Rawdah di Bir al-Abed, sebelah Barat El Arish, kota utama di Sinai Utara, Mesir.

Para anggota jemaah sedang menyelesaikan salat Jumat di Masjid ketika sebuah bom meledak, kata saksi mata. Sekitar 40 pria bersenjata berdiri di luar Masjid dengan mobil jip dan melepaskan tembakan dari berbagai arah saat orang-orang mencoba melarikan diri, kata saksi mata.

"Mereka menembaki orang-orang saat mereka meninggalkan Masjid," ujar seorang penduduk setempat yang kerabatnya berada di tempat kejadian. "Mereka juga menembaki ambulans," jelasnya.

Menyerang Masjid akan menjadi perubahan taktik bagi milisi Sinai, yang biasanya menyerang tentara dan polisi dan Gereja-Gereja Kristen.

Saluran berita Arabiya dan beberapa sumber lokal mengatakan beberapa anggota jemaah beraliran Sufi, yang oleh kelompok-kelompok seperti kelompok teroris regional afiliasi militan Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) dijadikan target karena mereka menghormati para wali dan tempat-tempat suci, yang bagi milisi Islamis sama saja dengan menyembah berhala.

Kelompok milisi juga menyerang suku-suku setempat beserta milisi mereka karena bekerja sama dengan tentara dan polisi sehingga kelompok milisi menganggap mereka penghianat.

Cabang Sinai adalah salah satu cabang kelompok teroris regional afiliasi militan Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) yang masih ada, setelah runtuhnya khilifah kelompok teroris regional afiliasi Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) di Suriah dan Irak yang dikalahkan pasukan dukungan AS.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, mantan panglima angkatan bersenjata yang menghadirkan dirinya sebagai benteng pertahanan terhadap militansi Islam, menggelara pertemuan darurat dengan Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri serta Kepala Intelijen segera setelah serangan itu, kata kantor kepresidenan dan televisi pemerintah.

Keamanan telah lama menjadi salah satu sumber utama dukungan publik bagi mantan jenderal yang diperkirakan akan mencalonkan kembali pada pemilihan awal tahun depan untuk masa jabatan empat tahun berikutnya.

Dia berjanji serangan itu "tidak akan luput dari hukuman".

"Keadilan akan ditegakkan terhadap siapa pun yang berpartisipasi, memberikan kontribusi, mendukung, mendanai, atau menghasut serangan pengecut ini," demikian Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dalam sebuah pernyataan. (mena/arabiya/reuters)

See Also

Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
Amerika Serikat Akan Memulai Rencana Pemindahan Kedutaan Besarnya
Yordania Tolak Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Warga Korea Utara Gelar Perayaan Massal Uji Coba Rudal Hwasong 15
Mantan Penasihat Keamanan Presiden AS Didakwa Bohongi FBI Terkait Rusia
Militer Suriah Tembakkan Rudal Ke Jet Tempur Israel
Badai Hujan Dan Petir Berlanjut Di Melbourne
Warga AS Dipenjara Seumur Hidup Atas Pembunuhan Wanita Jepang
Kaisar Jepang Akihito Akan Turun Takhta 30 April 2019
Taliban Serang Kampus Di Pakistan
Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi Yaman
Mahasiswa Australia Semakin Lama Selesaikan Studi
Agnez Mo Raih Penghargaan Di MAMA 2017 Vietnam
Tidak Ada Korban WNI Di Teror Masjid Sinai
Pola Teroris Bunuhi Jemaah Salat Jumat Di Sinai
Serangan Udara Mesir Tewaskan Teroris Penyerang Masjid Sinai
Perlintasan Perbatasan Mesir-Gaza Batal Dibuka
Penembakan Pada Hari Thanksgiving Di Houston
Mesir Buru Pelaku Teror Di Masjid Sinai
Milisi Serang Masjid Di Mesir
Kuba Kompak Dengan Korea Utara
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.006.152 Since: 07.04.14 | 0.6224 sec