YouTube Facebook Twitter RSS
23 Oct 2018, 0

Internasional

Korban Bom Masjid Di Sinai Bertambah Jadi 305 Orang

Sunday, 26 November 2017 | View : 287
Tags : Mesir, Sinai

siarjustisia.com-KAIRO.

Korban tewas dalam serangan milisi yang menghancurkan di sebuah Masjid di Masjid Al-Rawdah di Bir al-Abed, Kota El-Arish, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11/2017), bertambah menjadi 305 orang, termasuk 27 anak, dan 128 orang cedera, lapor kantor berita MENA seperti dikutip Reuters, Sabtu (25/11/2017).

Jumat (24/11/2017) kemarin, milisi meledakkan bom dan menembaki jemaah dalam serangan paling mematikan dalam sejarah modern negara itu.

Belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab, namun sejak tahun 2013 pasukan keamanan Mesir telah berjuang menangani afiliasi kelompok teroris regional militan Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) di wilayah yang sebagian besar terdiri dari gurun itu. Sementara itu, milisi telah membunuh ratusan polisi dan tentara.

Media pemerintah memperlihatkan gambar para korban yang berlumuran darah dan tubuh-tubuh yang ditutup selimut di dalam Masjid Al Rawdah di Bir al-Abed, sebelah Barat El Arish, kota utama di Sinai Utara, Mesir.

Para anggota jemaah sedang menyelesaikan salat Jumat di Masjid ketika sebuah bom meledak, kata saksi mata. Sekitar 40 pria bersenjata berdiri di luar Masjid dengan mobil jip dan melepaskan tembakan dari berbagai arah saat orang-orang mencoba melarikan diri, kata saksi mata.

"Mereka menembaki orang-orang saat mereka meninggalkan Masjid," ujar seorang penduduk setempat yang kerabatnya berada di tempat kejadian. "Mereka juga menembaki ambulans," jelasnya.

Menyerang Masjid akan menjadi perubahan taktik bagi milisi Sinai, yang biasanya menyerang tentara dan polisi dan Gereja-Gereja Kristen.

Saluran berita Arabiya dan beberapa sumber lokal mengatakan beberapa anggota jemaah beraliran Sufi, yang oleh kelompok-kelompok seperti kelompok teroris regional afiliasi militan Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) dijadikan target karena mereka menghormati para wali dan tempat-tempat suci, yang bagi milisi Islamis sama saja dengan menyembah berhala.

Kelompok milisi juga menyerang suku-suku setempat beserta milisi mereka karena bekerja sama dengan tentara dan polisi sehingga kelompok milisi menganggap mereka penghianat.

Cabang Sinai adalah salah satu cabang kelompok teroris regional afiliasi militan Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) yang masih ada, setelah runtuhnya khilifah kelompok teroris regional afiliasi Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) di Suriah dan Irak yang dikalahkan pasukan dukungan AS.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, mantan panglima angkatan bersenjata yang menghadirkan dirinya sebagai benteng pertahanan terhadap militansi Islam, menggelara pertemuan darurat dengan Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri serta Kepala Intelijen segera setelah serangan itu, kata kantor kepresidenan dan televisi pemerintah.

Keamanan telah lama menjadi salah satu sumber utama dukungan publik bagi mantan jenderal yang diperkirakan akan mencalonkan kembali pada pemilihan awal tahun depan untuk masa jabatan empat tahun berikutnya.

Dia berjanji serangan itu "tidak akan luput dari hukuman".

"Keadilan akan ditegakkan terhadap siapa pun yang berpartisipasi, memberikan kontribusi, mendukung, mendanai, atau menghasut serangan pengecut ini," demikian Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dalam sebuah pernyataan. (mena/arabiya/reuters)

See Also

Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.812.476 Since: 07.04.14 | 0.6396 sec