YouTube Facebook Twitter RSS
24 Oct 2018, 0

Nusantara

Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Ditutup Pasca Erupsi Gunung Agung

Monday, 27 November 2017 | View : 214

siarjustisia.com-JAKARTA.

Pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Provinsi Bali, menyediakan bus bagi penumpang pesawat yang penerbangannya dibatalkan. Rute bus tersebut melayani perjalanan ke Terminal Mengwi dan Pelabuhan Padang Bay.

"Hingga pukul 11.30 WITA, tercatat pergerakan penumpang pesawat terdampak yang melakukan alih moda transportasi menggunakan transportasi darat, sebanyak 2 bus dengan total 135 penumpang menuju Mengwi, 1 mobil berisi 4 penumpang menuju Padang Bay, 14 penumpang registrasi menuju Surabaya," kata Corporate Secretary PT. Angkasa Pura I (Persero) Israwadi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (27/11/2017).

Sebanyak 100 bus disiapkan di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk melayani calon penumpang yang batal berangkat akibat penutupan aktivitas penerbangan karena erupsi Gunung Agung. Para calon penumpang tujuan domestik yang gagal berangkat diarahkan melalui jalur darat. 

"Kalau penumpang yang harus meninggalkan Bali, maka dia diangkut pakai bus. Dari bandara disiapkan 100 bus untuk mengatasi permasalahan dari Bandara Ngurah Rai. Itu 40 (bus) DAMRI dan 60 dari Organda," kata Sekjen Kementerian Perhubungan Sugihardjo kepada wartawan di kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jl. Medan Merdeka Barat No.8, RT02/RW03, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (27/11/2017).

Penumpang yang ingin melanjutkan keberangkatan dengan pesawat akan diarahkan ke Banyuwangi dan Surabaya menggunakan bus yang disiapkan. 

"Kemudian kalau hanya menyambung kereta api itu dari Banyuwangi itu sekarang ada 6 rangkaian ke empat kota. Tadi ada ke Yogya, ke Jember, ke Malang, dan Surabaya," sambung Sugihardjo.

Selain menyiagakan bus bagi penumpang terdampak untuk melakukan alih moda transportasi menuju daerah tujuan, pihak Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali juga menyediakan bus di area kedatangan internasional untuk membawa penumpang kembali ke hotel.

Petugas juga menyediakan pusat informasi layanan refund dan reschedule tiket, counter khusus konsulat untuk melayani kebutuhan warga negaranya masing-masing. Mereka juga memberikan hiburan berupa musik dan tarian tradisional Bali serta layanan tambahan berupa minuman dan makanan ringan.

Terkait proses pelayanan imigrasi, lanjut Israwadi, sesuai hasil koordinasi dengan kantor imigrasi setempat, penumpang internasional yang sudah melewati proses imigrasi keluar, akan diberikan exit pass yang berlaku selama 1 minggu. Untuk selanjutnya, pengurusan perpanjangan selama 1 bulan dilakukan di Kantor Imigrasi. Bagi penumpang internasional yang belum melewati proses imigrasi, dapat mengurus perpanjangan selama 1 bulan di Kantor Imigrasi.

Hingga pukul 11.30 WITA, seluruh aktivitas penanganan penumpang, baik domestik maupun internasional, telah direlokasi ke area publik. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kepadatan di lantai 2 airlines counter dalam melayani penumpang internasional untuk melakukan reschedule. Beberapa titik di terminal juga telah kosong seperti boarding lounge dan commercial area.

Karena pengalihan jalur transportasi ini, Kemenhub memastikan jadwal penyeberangan laut ke Banyuwangi akan diperbanyak. Diantisipasi juga gangguan pada jalur kereta karena curah hujan tinggi. 

"Kita sudah sediakan lokomotif kereta yang bisa menerabas genangan sehingga bisa transit dan yang dari Banyuwangi setop di situ, dan diangkut dari sini menuju Surabaya," tutur Sugihardjo.

Setelah ditutupnya Bandara Internasional Ngurah Rai, jalur penyeberangan Selat Bali dijadikan salah satu alternatif rute ke luar Bali. Untuk mengantisipasinya, PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan 32 unit kapal dan 2 unit posko di Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk.

"Setelah ada penutupan Bandara Ngurah Rai, maka secara prinsip kita sudah siap. Ada 2 posko dan ada kapal 32 unit yang siap beroperasi. Kita sudah koordinasi juga dengan pihak terkait seperti Dinas Perhubungan Provinsi Bali, PJR, dan lainnya. Jika seandainya ada lonjakan, kami siap mengoperasikan semua kapal yang ada," ungkap General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ketapang-Gilimanuk Elvi Yoza kepada awak media, Senin (27/11/2017).

PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan mengoptimalkan layanan angkutan penyeberangan di dua lintasan Ketapang-Gilimanuk dan Padangbai-Lembar pascaerupsi Gunung Agung, di Bali. PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) siap mengkondisikan lonjakan penumpang yang beralih dari udara ke laut.

Direktur Utama PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi layanan penyeberangan khususnya di lintasan yang menghubungkan pulau Jawa-Bali dan Lombok pasca erupsi Gunung Agung.

Pasalnya, akibat erupsi tersebut dilakukan buka tutup layanan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai di Bali dan Bandar Udara Internasional Lombok di Jl. By Pass Bil Praya, Kelurahan Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berdampak terganggunya layanan penerbangan bagi masyarakat dan wisatawan yang keluar masuk Bali.

"Dengan situasi tersebut, PT. ASDP siap untuk menampung perpindahan para penumpang yang tidak bisa mengakses layanan penerbangan dengan menggunakan kapal ferry. Sampai saat ini, pelabuhan ASDP baik di Ketapang-Gilimanuk dan Padangbai - Lembar tetap beroperasi normal," papar Faik Fahmi dalam konfirmasi terpisah.

Untuk memperlancar arus penyeberangan di Selat Bali, pihaknya akan memprioritaskan pengangkutan penumpang yang menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dengan mempercepat proses bongkar-muat.

"Jika terjadi eksodus tajam ke luar Bali, kami juga akan mengoperasikan semua kapal dengan tujuh dermaga yang ada. Proses bongkar-muat juga kita percepat," ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi penyeberangan di Selat Bali selama seminggu terakhir cenderung buruk lantaran angin kencang dan hujan deras. Demi keselamatan penumpang, PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ketapang memberlakukan sistem buka-tutup pelabuhan.

Meski begitu, menurut Elvi Yosa, sistem buka-tutup pelayaran tidak menimbulkan penumpukan kendaraan.

"Ya memang dalam beberapa terakhir sempat buka-tutup pelayaran karena cuaca cenderung buruk dan itu demi keselamatan berlayar. Tapi tidak sampai menyebabkan penumpukan penumpang dan kendaraan," tuturnya.

Pascapenutupan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, jalur Selat Bali melalui Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk masih normal. Pihak PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ketapang Banyuwangi belum mendapat limpahan pengalihan penumpang dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

"Belum ada pergerakan pengalihan penumpang Bandara Ngurah Rai melalui Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Mungkin masih dihitung oleh pihak maskapai apakah ditarik ke Banyuwangi atau ke Juanda, Surabaya," ungkap General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ketapang, Banyuwangi, Elvi Yosa saat berbincang dengan awak media di area dermaga ponton Pelabuhan Ketapang, Senin (27/11/2017).

Hingga saat ini, jumlah penumpang dan kendaraan yang keluar-masuk melalui Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, tambah Elvi Yosa, masih dalam batas normal. Yaitu rata-rata sekitar seribu kendaraan yang didominasi kendaraan pribadi, bus, dan truk.

"Saya koordinasi dengan Gilimanuk terkait jumlah penumpang dan semuanya masih normal. Rata-rata kendaraan dari Gilimanuk masih 1.000. Belum ada kenaikan signifikan," paparnya.

Namun, setelah Gunung Agung mengalami erupsi, Elvi Yosa melihat ada tren penurunan jumlah penumpang dari Jawa menuju Bali. Namun jumlah tersebut sangat kecil.

"Hanya saja, ada penurunan jumlah penumpang dari Banyuwangi menuju Bali, tapi angkanya sangat kecil sekali," pungkas Elvi Yosa.

Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub sebelumnya memutuskan menutup Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mulai pukul 07.00 WITA hari ini. Penutupan dilakukan hingga 18 jam dengan evaluasi per 6 jam oleh airport community. (det/jos)

See Also

Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
MA. TBS Salurkan Donasi Melalui LAZISNU Dan BPDB
MA AL Ahrom Dapat Wasbang Dari Danramil 09/Karangtengah
Dandim 0716/Demak Hadiri Apel Kehormatan Dan Malam Renungan Suci Di TMP Cahaya Ratna Bintarum
Babinsa Jungpasir Bersama Warga Binaannya Lakukan Doa Bersama Menjelang HUT RI Ke-73
Upacara Detik-Detik Proklamasi Peringatan HUT RI Ke-73 Di Demak
Upacara Penurunan Bendera HUT RI Ke-73 Di Alun-Alun Simpang Enam Demak
Dandim 0716/Demak Berikan Penghargaan Kepada 4 Babinsa Teladan
Kodim 0716/Demak Cek Kesediaan Pangan Di Wilayah Binaan
Babinsa Koramil 01/Demak Kota Bantu Pembuatan Gapura
Peringatan HUT Pramuka Ke-57
Pengukuhan Paskibraka Demak
Kodim 0716/Demak Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-73 Dengan Berbagai Lomba Tradisional
Kodim 0716/Demak Dan Polres Kirim Bantuan Ke Lombok
Batuud Koramil 10/Guntur Hadiri Lokakarya Mini Kesehatan
Tingkatkan Kemampuan Menembak, Kodim 0716/Demak Lakukan Perbaikan Lapangan Tembak
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.814.994 Since: 07.04.14 | 0.6475 sec