YouTube Facebook Twitter RSS
23 Jul 2018, 0

Hukum

OTT Anggota DPRD Dan Pejabat Pemprov Jambi Terkait APBD 2018

Tuesday, 28 November 2017 | View : 276
Tags : Jambi, Kpk

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan pihaknya melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jambi. OTT itu menjerat pejabat Pemprov Jambi dan anggota DPRD Jambi.

"Benar, ada kegiatan tim penindakan di lapangan. Tim disebar di Jambi dan Jakarta," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dimintai konfirmasi di kantornya, Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta SelatanSelasa (28/11/2017).

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan suap dalam proses APBD Pemprov Jambi 2018. "Diduga ada praktik pemberian dan penerimaan oleh penyelenggara negara setempat terkait dengan pembahasan dan proses APBD tahun 2018 di Jambi," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya,  Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (28/11/2017).

Febri Diansyah mengaku belum bisa menyampaikan secara spesifik. Sebab, dalam APBD ada proses penyusunan, pembahasan, hingga pengesahan. "Kami tentu belum bisa sampaikan bagian mana yang dipengaruhi terkait pemberian sejumlah uang ini," jelasnya.

"Intinya, ada dugaan pemberian sejumlah uang kepada penyelenggara negara terkait dengan proses APBD 2018," imbuhnya.

Namun, Febri Diansyah belum membeberkan detail OTT itu mengenai berapa orang yang diamankan serta terkait kasus apa. 

"Tim disebar di Jambi dan Jakarta. Sejumlah anggota DPRD, pejabat pemprov, dan swasta tertangkap tangan. Sejumlah uang juga diamankan dalam kegiatan ini," papar Febri Diansyah.

Dalam penangkapan ini, KPK menyita sejumlah uang. Ada uang Rp 1 miliar lebih diduga suap yang diamankan. Uang senilai Rp 1 miliar yang diduga sebagai suap disita. "KPK juga mengamankan sejumlah uang. Tadi masih proses penghitungan. Tim masih di Polda Jambi. Uang yang kita hitung hingga kini lebih dari Rp 1 miliar," urai Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (28/11/2017).

Uang diduga untuk suap itu diamankan saat OTT di Jambi. Hingga saat ini penyidik KPK masih menghitung uang itu. "Dugaan penerimaan, diduga dilakukan di Jambi. Jadi sejumlah uang kita temukan, ditemukan di Jambi. Ada pula swasta di Jakarta dan di Jambi," ungkapnya.

Informasi yang dihimpun, ada empat orang yang terkena OTT KPK. Mereka terdiri atas tiga anggota DPRD Jambi berinisial S, WI, dan A serta seorang pejabat Pemprov Jambi berinisial S.

Dikabarkan, KPK mengamankan 10 orang terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) anggota DPRD dan pejabat Pemprov Jambi. Tim KPK masih melakukan pemeriksaan awal terhadap 10 orang yang diamankan. Dari sepuluh orang itu, tiga ditangkap di Jakarta dan sudah dibawa ke Gedung KPK, sementara tujuh orang yang ditangkap di Jambi dibawa ke Jakarta pada Rabu (29/11/2017) besok.

Sejumlah anggota DPRD Jambi dan pejabat Pemprov Jambi yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) masih diperiksa intensif. Para pihak yang terjaring OTT itu dibawa ke Jakarta besok.

"Yang diamankan di Jakarta sudah dibawa ke KPK. Kami ucapkan terima kasih kepada Polda Jambi. Sampai saat ini masih dilakukan klarifikasi awal," beber Febri Diansyah.

"Pesawat sudah habis dari Jambi. Besok pagi, Rabu (29/11/2017) kayaknya (dibawa ke Jakarta)," tambah Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dimintai konfirmasi di kantornya, Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (28/11/2017).

KPK punya waktu 24 jam untuk menentukan status hukumnya.

"Tentu tim terlebih dahulu harus melakukan proses awal. Kita punya waktu sekitar 24 jam sampai penentuan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut," tuturnya.

See Also

Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.311.333 Since: 07.04.14 | 0.6638 sec