YouTube Facebook Twitter RSS
23 Oct 2018, 0

Hukum

OTT Anggota DPRD Dan Pejabat Pemprov Jambi Terkait APBD 2018

Tuesday, 28 November 2017 | View : 303
Tags : Jambi, Kpk

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan pihaknya melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jambi. OTT itu menjerat pejabat Pemprov Jambi dan anggota DPRD Jambi.

"Benar, ada kegiatan tim penindakan di lapangan. Tim disebar di Jambi dan Jakarta," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dimintai konfirmasi di kantornya, Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta SelatanSelasa (28/11/2017).

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan suap dalam proses APBD Pemprov Jambi 2018. "Diduga ada praktik pemberian dan penerimaan oleh penyelenggara negara setempat terkait dengan pembahasan dan proses APBD tahun 2018 di Jambi," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya,  Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (28/11/2017).

Febri Diansyah mengaku belum bisa menyampaikan secara spesifik. Sebab, dalam APBD ada proses penyusunan, pembahasan, hingga pengesahan. "Kami tentu belum bisa sampaikan bagian mana yang dipengaruhi terkait pemberian sejumlah uang ini," jelasnya.

"Intinya, ada dugaan pemberian sejumlah uang kepada penyelenggara negara terkait dengan proses APBD 2018," imbuhnya.

Namun, Febri Diansyah belum membeberkan detail OTT itu mengenai berapa orang yang diamankan serta terkait kasus apa. 

"Tim disebar di Jambi dan Jakarta. Sejumlah anggota DPRD, pejabat pemprov, dan swasta tertangkap tangan. Sejumlah uang juga diamankan dalam kegiatan ini," papar Febri Diansyah.

Dalam penangkapan ini, KPK menyita sejumlah uang. Ada uang Rp 1 miliar lebih diduga suap yang diamankan. Uang senilai Rp 1 miliar yang diduga sebagai suap disita. "KPK juga mengamankan sejumlah uang. Tadi masih proses penghitungan. Tim masih di Polda Jambi. Uang yang kita hitung hingga kini lebih dari Rp 1 miliar," urai Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (28/11/2017).

Uang diduga untuk suap itu diamankan saat OTT di Jambi. Hingga saat ini penyidik KPK masih menghitung uang itu. "Dugaan penerimaan, diduga dilakukan di Jambi. Jadi sejumlah uang kita temukan, ditemukan di Jambi. Ada pula swasta di Jakarta dan di Jambi," ungkapnya.

Informasi yang dihimpun, ada empat orang yang terkena OTT KPK. Mereka terdiri atas tiga anggota DPRD Jambi berinisial S, WI, dan A serta seorang pejabat Pemprov Jambi berinisial S.

Dikabarkan, KPK mengamankan 10 orang terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) anggota DPRD dan pejabat Pemprov Jambi. Tim KPK masih melakukan pemeriksaan awal terhadap 10 orang yang diamankan. Dari sepuluh orang itu, tiga ditangkap di Jakarta dan sudah dibawa ke Gedung KPK, sementara tujuh orang yang ditangkap di Jambi dibawa ke Jakarta pada Rabu (29/11/2017) besok.

Sejumlah anggota DPRD Jambi dan pejabat Pemprov Jambi yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) masih diperiksa intensif. Para pihak yang terjaring OTT itu dibawa ke Jakarta besok.

"Yang diamankan di Jakarta sudah dibawa ke KPK. Kami ucapkan terima kasih kepada Polda Jambi. Sampai saat ini masih dilakukan klarifikasi awal," beber Febri Diansyah.

"Pesawat sudah habis dari Jambi. Besok pagi, Rabu (29/11/2017) kayaknya (dibawa ke Jakarta)," tambah Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dimintai konfirmasi di kantornya, Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (28/11/2017).

KPK punya waktu 24 jam untuk menentukan status hukumnya.

"Tentu tim terlebih dahulu harus melakukan proses awal. Kita punya waktu sekitar 24 jam sampai penentuan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut," tuturnya.

See Also

Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.812.487 Since: 07.04.14 | 0.6665 sec