YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2017, 0

Nusantara

Gunung Agung Meletus

Tuesday, 28 November 2017 | View : 16

siarjustisia.com-KARANGASEM.

Hujan batu dilaporkan terjadi di sisi Utara Gunung Agung. Jarak lontaran batu diketahui 4 kilometer dari bibir kawah gunung setinggi 3.142 mdpl itu.

"Pukul 15.00 WITA, kami mendapat laporan di Utara ada lemparan batu, tepatnya di Desa Dukuh, 4 kilometer dari kawah," jelas Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi PVMBG Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), I Gede Suantika di Pos Pengamatan Gunung Agung, Rendang, Karangasem, Provinsi Bali, Selasa (28/11/2017).

Ukuran batu bervariasi, mulai yang berukuran kerikil hingga segenggaman tangan orang dewasa. Batu-batu vulkanik itu diduga membawa panas setidaknya hingga 500 derajat Celsius.

"Belum bisa dihitung berapa banyak ya volume bebatuan yang terlontar itu. Luasannya juga belum bisa diketahui, nanti kita petakan. Batunya saya kira bisa panas mencapai 500 derajat Celsius," ujar I Gede Suantika.

Hujan batu ini diawali dengan tremor tak biasa yang terekam seismograf. Tremor tersebut belum pernah tercatat sebelumnya, sejak aktivitas Gunung Agung meningkat pada September 2017.

"Tadi pukul 13.30 sampai 14.00 WITA, kita rekam di seismograf tremor over. Ini pertama kali terjadi sejak September 2017. Beberapa saat kemudian keluar batu-batu itu," ucap Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api, PVMBG, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gede Suantika.

Lahar dingin masih mengalir di Sungai Yeh Sah di Desa Batusesa, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Lahar dingin mengalir deras hingga membuat Jembatan Muncan-Rendang bergetar.

Berdasarkan pantauan awak media dari jembatan sekitar pukul 17.00 WITA, Selasa (28/11/2017) terlihat arus deras aliran lahar dingin. Aliran lahar dingin menghanyutkan batang-batang pohon berukuran sedang dan batu yang membuat jembatan terasa bergetar.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api, PVMBG, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gede Suantika menegaskan lahar dingin belum membawa material besar dari letusan Gunung Agung saat ini. Namun intensitas abu dan pasir di dekat kawah yang sangat banyak mampu menjadi lumpur dengan kekuatan sapuan yang cukup besar.

"Besar-kecilnya volume lahar dingin tergantung material vulkanik yang jatuh dan tingkat curah hujan. Dia berbahaya karena bersifat merusak, seperti jembatan, bangunan di pinggir sungai, dan persawahan atau ladang," ujar i Gede Suantika yang dihubungi secara terpisah.

"Sifatnya merusak karena membawa material vulkanik dan material apa pun yang tersapu. Tapi saat ini baru material abu dan pasir, belum bebatuan dari letusan. Mungkin bisa jutaan ton material yang akan dibawa lahar dingin," paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat Dwikorita Karnawati mengatakan kawasan Gunung Agung selama tiga hari ke depan akan diguyur hujan ekstrem. Dia mengingatkan, akibat siklus tersebut, cuaca masih berbahaya untuk penerbangan.

"Hujan diprediksi terjadi karena masih siklus tadi. Sampai tiga hari ke depan hujan meningkat. Ini hujan ekstrem. Ini masuk cuaca ekstrem, terutama untuk penerbangan," kata Dwikorita Karnawati lewat video conference terkait koordinasi penanganan erupsi Gunung Agung di ruang Command Center Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jalan Medan Merdeka Barat No.8, RT02/RW03, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2017).

Dwikorita Karnawati juga memaparkan kecepatan angin bisa mencapai 65 kilometer per jam. Siklus cuaca juga mempengaruhi ketinggian gelombang air laut di Samudra Hindia.

"Samudra Hindia juga gelombang meningkat," jelasnya.

BMKG telah mendeteksi adanya siklon tropis di Selatan Jawa, yakni Samudra Hindia, dan berdampak pada arah angin yang ada di Gunung Agung. Dwikorita Karnawati mengatakan siklus tersebut mengakibatkan perubahan arah angin.

"Kemarin angin masih dari Barat ke Timur. Abu ke Timur. Adanya siklon tropis yang muncul tadi malam, terjadi pembelokan arah angin yang bawa debu, sekarang belok dari Timur ke Selatan dan Barat Daya menuju Banyuwangi," jelasnya.

See Also

Alasan Partai Golkar Cabut Dukungan Untuk Ridwan Kamil
Partai Golkar Cabut Dukungan Untuk Ridwan Kamil Sebagai Cagub Jabar 2018
Isi SK Pencabutan Dukungan DPP Partai Golkar Untuk Ridwan Kamil
UMK Timba Ilmu Tata Kelola Administrasi Akademik Di UMS
Jenderal TNI (Purn) Moeldoko Sempatkan Salat Dzuhur Di Masjid Agung Demak Bersama Dandim
Mahasiswa UMK Dimotivasi Cari Pengalaman Global
Pengasuh Ponpes Giri Kusumo Mengapresiasi Kunjungan Dandim 0716/Demak
Dandim 0716/Demak Buka Apel Danramil-Babinsa Kodim 0716/Demak
Babinsa 10/Guntur Melepas Warganya Yang Dipasung
Babinsa 03/Wonosalam Bantu Warga Buat Tanggul
Dandim 0716/Demak Yang Baru Hadiri Acara Lepas Sambut Kapolres Demak
Dandim 0716/Demak Kulonuwun Bersama Tokoh Ulama Demak
Mapala Arga Dahana Tanam Mangrove Di Pulau Panjang
Tes Urine Dilaksanakan Secara Mendadak Oleh Staf Intel Kodim 0716/Demak Dan Sub Denpom IV/3-2 Pati
Dandim 0716/Demak Sebut Tradisi Ini Merupakan Perjalanan Awal
Dandim 0716/Demak Memberikan Motivasi Lewat Jam Komandan
Sertijab Panglima TNI Berlangsung Di Mabes TNI Cilangkap
Akademisi Dari Berbagai PT Kolaborasi Tulis Paper Untuk MECnIT 2017
Pernyataan Lengkap Presiden Joko Widodo Kecam Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Indonesia Kecam Langkah Donald Trump Soal Jerusalem
Banjir Dan Longsor Di Pacitan
Survei Capres Indo Barometer
Survei Cawapres Indo Barometer
Banjir Rendam Pacitan Mulai Surut
Banjir Landa Kota Tebing Tinggi Surut
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.006.114 Since: 07.04.14 | 0.4051 sec