YouTube Facebook Twitter RSS
24 Oct 2018, 0

Nusantara

Gunung Agung Meletus

Tuesday, 28 November 2017 | View : 110

siarjustisia.com-KARANGASEM.

Hujan batu dilaporkan terjadi di sisi Utara Gunung Agung. Jarak lontaran batu diketahui 4 kilometer dari bibir kawah gunung setinggi 3.142 mdpl itu.

"Pukul 15.00 WITA, kami mendapat laporan di Utara ada lemparan batu, tepatnya di Desa Dukuh, 4 kilometer dari kawah," jelas Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi PVMBG Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), I Gede Suantika di Pos Pengamatan Gunung Agung, Rendang, Karangasem, Provinsi Bali, Selasa (28/11/2017).

Ukuran batu bervariasi, mulai yang berukuran kerikil hingga segenggaman tangan orang dewasa. Batu-batu vulkanik itu diduga membawa panas setidaknya hingga 500 derajat Celsius.

"Belum bisa dihitung berapa banyak ya volume bebatuan yang terlontar itu. Luasannya juga belum bisa diketahui, nanti kita petakan. Batunya saya kira bisa panas mencapai 500 derajat Celsius," ujar I Gede Suantika.

Hujan batu ini diawali dengan tremor tak biasa yang terekam seismograf. Tremor tersebut belum pernah tercatat sebelumnya, sejak aktivitas Gunung Agung meningkat pada September 2017.

"Tadi pukul 13.30 sampai 14.00 WITA, kita rekam di seismograf tremor over. Ini pertama kali terjadi sejak September 2017. Beberapa saat kemudian keluar batu-batu itu," ucap Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api, PVMBG, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gede Suantika.

Lahar dingin masih mengalir di Sungai Yeh Sah di Desa Batusesa, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Lahar dingin mengalir deras hingga membuat Jembatan Muncan-Rendang bergetar.

Berdasarkan pantauan awak media dari jembatan sekitar pukul 17.00 WITA, Selasa (28/11/2017) terlihat arus deras aliran lahar dingin. Aliran lahar dingin menghanyutkan batang-batang pohon berukuran sedang dan batu yang membuat jembatan terasa bergetar.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api, PVMBG, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gede Suantika menegaskan lahar dingin belum membawa material besar dari letusan Gunung Agung saat ini. Namun intensitas abu dan pasir di dekat kawah yang sangat banyak mampu menjadi lumpur dengan kekuatan sapuan yang cukup besar.

"Besar-kecilnya volume lahar dingin tergantung material vulkanik yang jatuh dan tingkat curah hujan. Dia berbahaya karena bersifat merusak, seperti jembatan, bangunan di pinggir sungai, dan persawahan atau ladang," ujar i Gede Suantika yang dihubungi secara terpisah.

"Sifatnya merusak karena membawa material vulkanik dan material apa pun yang tersapu. Tapi saat ini baru material abu dan pasir, belum bebatuan dari letusan. Mungkin bisa jutaan ton material yang akan dibawa lahar dingin," paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat Dwikorita Karnawati mengatakan kawasan Gunung Agung selama tiga hari ke depan akan diguyur hujan ekstrem. Dia mengingatkan, akibat siklus tersebut, cuaca masih berbahaya untuk penerbangan.

"Hujan diprediksi terjadi karena masih siklus tadi. Sampai tiga hari ke depan hujan meningkat. Ini hujan ekstrem. Ini masuk cuaca ekstrem, terutama untuk penerbangan," kata Dwikorita Karnawati lewat video conference terkait koordinasi penanganan erupsi Gunung Agung di ruang Command Center Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jalan Medan Merdeka Barat No.8, RT02/RW03, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2017).

Dwikorita Karnawati juga memaparkan kecepatan angin bisa mencapai 65 kilometer per jam. Siklus cuaca juga mempengaruhi ketinggian gelombang air laut di Samudra Hindia.

"Samudra Hindia juga gelombang meningkat," jelasnya.

BMKG telah mendeteksi adanya siklon tropis di Selatan Jawa, yakni Samudra Hindia, dan berdampak pada arah angin yang ada di Gunung Agung. Dwikorita Karnawati mengatakan siklus tersebut mengakibatkan perubahan arah angin.

"Kemarin angin masih dari Barat ke Timur. Abu ke Timur. Adanya siklon tropis yang muncul tadi malam, terjadi pembelokan arah angin yang bawa debu, sekarang belok dari Timur ke Selatan dan Barat Daya menuju Banyuwangi," jelasnya.

See Also

Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
MA. TBS Salurkan Donasi Melalui LAZISNU Dan BPDB
MA AL Ahrom Dapat Wasbang Dari Danramil 09/Karangtengah
Dandim 0716/Demak Hadiri Apel Kehormatan Dan Malam Renungan Suci Di TMP Cahaya Ratna Bintarum
Babinsa Jungpasir Bersama Warga Binaannya Lakukan Doa Bersama Menjelang HUT RI Ke-73
Upacara Detik-Detik Proklamasi Peringatan HUT RI Ke-73 Di Demak
Upacara Penurunan Bendera HUT RI Ke-73 Di Alun-Alun Simpang Enam Demak
Dandim 0716/Demak Berikan Penghargaan Kepada 4 Babinsa Teladan
Kodim 0716/Demak Cek Kesediaan Pangan Di Wilayah Binaan
Babinsa Koramil 01/Demak Kota Bantu Pembuatan Gapura
Peringatan HUT Pramuka Ke-57
Pengukuhan Paskibraka Demak
Kodim 0716/Demak Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-73 Dengan Berbagai Lomba Tradisional
Kodim 0716/Demak Dan Polres Kirim Bantuan Ke Lombok
Batuud Koramil 10/Guntur Hadiri Lokakarya Mini Kesehatan
Tingkatkan Kemampuan Menembak, Kodim 0716/Demak Lakukan Perbaikan Lapangan Tembak
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.814.968 Since: 07.04.14 | 0.6065 sec