YouTube Facebook Twitter RSS
17 Feb 2019, 0

Hukum

Kejutan Pernyataan Andi Narogong Soal Proyek E-KTP

Friday, 01 December 2017 | View : 259

siarjustisia.com-JAKARTA.

Sikap terdakwa kasus korupsi KTP-elektronik (e-KTP) Andi Agustinus alias Andi Narogong berubah drastis. Pada sidang Kamis (30/11/2017) kemarin, Andi Narogong bersikap sangat terbuka dalam memberikan keterangan.

Bahkan ketika menjadi saksi untuk dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto, Andi Narogong terkesan menutup-nutupi fakta dan memberi keterangan berbelit. Ketika itu, ia beberapa kali ia menjawab lupa.

Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa kali ini, Andi Narogong tak segan menyebut nama sosok-sosok penting di antaranya Setya Novanto, Azmin Aulia adik dari Gamawan Fauzi, Paulus Tannos, Chaeruman Harahap, dan Johannes Marliem.

"Awalnya saya tidak mau menyulitkan orang. Tapi kok lama-lama saya dijadikan seperti sampah, seperti Bantargebang, tempat pembuangan akhir dari semuanya," papar Andi Narogong.

Hari ini Andi Narogong juga mau membuka suara kepada awak media untuk kali pertama. Ia mengklaim semua keterangannya dalam sidang adalah benar.

"Keterangan yang saya berikan di pengadilan ini adalah merupakan fakta dan kejadian yang sebenarnya terjadi," ungkap Andi Narogong kepada wartawan.

Dalam dakwaan, Andi Narogong disebut berperan penting dalam mengkoordinir perusahaan peserta lelang. Ia membentuk satu konsorsium yang disiapkan untuk menang dan dua konsorsium lain sebagai pendamping.

Dalam sidang terhadap Irman dan Sugiharto, Andi Narogong mengaku menyediakan rumah toko (ruko) yang ia miliki agar bisa menjadi subkontraktor. Namun pernyataan Andi Narogong hari ini banyak menunjukkan perannya sebagai calo.

Belum jelas apakah perubahan sikap ini berhubungan dengan ditahannya Setya Novanto. Selama ini Setya Novanto memang terkenal lihai.

Namanya disebut dalam berbagai kasus namun baru kali ini ia bisa dijebloskan ke rumah tahanan.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi keterbukaan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam sidang dugaan korupsi pengadaan e-KTP. Dalam sidang tersebut, Andi Narogong mengungkap adanya persekongkolan dalam perencanaan hingga pelaksanaan proyek tersebut.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menganggap informasi tersebut menjadi bahan penting dalam penyidikan kasus tersebut.

"Pada prinsipnya, dari keterangan Andi terkonfirmasi beberapa bukti lain yang sudah dimiliki KPK," ujar Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017) malam.

Febri Diansyah mengatakan, pernyataan Andi Narogong sesuai dengan temuan penyidik dari beberapa bukti yang dimiliki KPK. Selain itu, ada kesesuaian keterangan Andi Narogong dengan pernyataan sejumlah saksi sebelumnya terkait dugaan persekongkolan dalam proses tender e-KTP.

"Termasuk pertemuan yang dilakukan di sejumlah tempat, pertemuan dengan SN, dan pembahasan proyek e-KTP. Ini akan kita cermati lebih lanjut," kata Febri Diansyah.

Penyidik juga masih akan mendalami dugaan aliran dana dalam perkara ini. Febri Diansyah berharap pernyataan Andi Narogong dalam sidang dapat membuat kasus ini semakin terang benderang.

"Informasi ini akan menjadi bagian penting dari proses penyidikan ini," jelas Febri Diansyah.

Febri Diansyah mengatakan, saat ini kasus e-KTP dengan tersangka Ketua DPR RI Setya Novanto masih bergulir di penyidikan. Bahkan, KPK mempertimbangkan sikap kooperatif Andi Narogong dalam menyusun tuntutan.

"Dengan adanya perkembangan fakta persidangan Andi perlu kita pelajari dan cermati karena beberapa keterangan itu adalah poin yamg semakin menguatkan penanganan kasus e-KTP," kata Febri Diansyah.

Dalam persidangan, Andi Narogong menjelaskan secara rinci peran Setya Novanto yang saat itu menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar. Ia mengakui bahwa Setya Novanto ikut berkoordinasi dalam jalannya proyek e-KTP. Andi Narogong bahkan mengakui bahwa Setya Novanto menerima uang dalam proyek e-KTP.

Menurut Andi Narogong, ia dan beberapa pengusaha lainnya, yakni Anang Sugiana Sudihardjo, Paulus Tanos, dan Johannes Marliem pernah bertemu beberapa kali di kediaman dan kantor Setya Novanto.

Namun, kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunandi kembali meminta para saksi membuktikan ucapan tersebut.

"Kalau kita belajar bicara hukum yang benar. Jangan saksi yang katanya-katanya. Itu tidak baik," kata advokat Fredrich Yunandi.

Andi Narogong juga mengakui bahwa korupsi proyek pengadaan e-KTP telah diatur sejak awal. Ia mengatakan, mekanisme pengadaaan dan penentuan pelaksana proyek telah direncanakan sejak sebelum proses lelang.

Menurut Andi Narogong, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman minta agar para pengusaha menyediakan fee 10 persen jika ingin dimenangkan.

"Permintaan itu terkonfirmasi dengan peserta lain. Kami anggota konsorsium menyanggupi, fee 5 persen untuk DPR, 5 persen untuk Pak Irman dan pejabat Kemendagri," kata Andi Narogong kepada Majelis Hakim. (tri/kom)

See Also

KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.404.426 Since: 07.04.14 | 0.6087 sec