YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2017, 0

Internasional

Mahasiswa Australia Semakin Lama Selesaikan Studi

Friday, 01 December 2017 | View : 13
Tags : Australia

siarjustisia.com-CANBERRA.

Semakin banyak mahasiswa di Australia membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan kuliah mereka. 30 persen di antaranya gagal mendapatkan pekerjaan dalam waktu empat bulan setelah lulus.

Dalam data terbaru yang dirilis Pemerintah Australia terungkap hanya dua pertiga mahasiswa yang mampu menyelesaikan gelar mereka dalam waktu enam tahun.

Jumlah mahasiswa yang berhasil mendapatkan pekerjaan dalam jangka pendek dan menengah setelah lulus juga mengalami penurunan.

Hanya 71 persen sarjana yang langsung mendapatkan pekerjaan begitu mereka lulus. Sebanyak 15 persen masih menganggur empat tahun setelah lulus.

Namun, kalangan universitas di Australia menyatakan angka lulusan yang mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan studi berada pada tingkat tertinggi dalam kurun waktu tiga tahun.

Dikatakan, penurunan mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi dalam waktu enam tahun hanya turun 1 persen. Tingkat mahasiswa yang menyelesaikan gelar mereka dalam waktu sembilan tahun tetap stabil.

Angka tersebut termuat dalam dua laporan pemerintah yang dirilis Kamis (30/11/2017): satu berdasarkan survei lulusan 2017 dan yang lainnya menganalisis data hasil mahasiswa empat, enam dan sembilan tahun setelah memulai kuliah.

Dari semua mahasiswa yang meraih gelar sarjana di tahun 2010, sebanyak 66 persen menyelesaikan studi setelah enam tahun. Namun, beberapa universitas mencatat tingkat penyelesaian tertinggi, sementara mahasiswa di universitas lain jauh lebih mungkin untuk drop out.

Mahasiswa yang belajar di luar kampus, paruh waktu, adalah mahasiswa berusia dewasa, memiliki nilai ATAR (hasil ujian SMA) rendah, atau memiliki status sosio-ekonomi rendah cenderung gagal menyelesaikan kuliah mereka.

Hanya setengah dari mahasiswa dengan nilai ATAR antara 30 dan 49 yang menyelesaikan kuliah mereka dalam waktu enam tahun.

Mahasiswa di University of Sydney, University of New South Wales (UNSW) dan Australian National University (ANU) adalah yang paling tinggi kemungkinan menyelesaikan kuliah.

Sebaliknya, mereka yang belajar di Federation University di Victoria, Charles Darwin University, dan University of Southern Queensland (USQ) adalah yang paling kecil kemungkinan selesai.

Lulusan universitas terserap ke pasar kerja, namun pekerjaan jangka pendek bagi sarjana telah menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan jika anda sudah lulus dari perguruan tinggi, anda tetap akan menghadapi perubahan.

Survey Hasil Lulusan 2017 ini melaporkan penyerapan tenaga kerja secara umum sama bagi pria dan wanita, "dengan pengecualian bahwa sarjana perempuan memperoleh gaji yang jauh lebih rendah daripada laki-laki".

Pada tahun 2014, kesenjangan gender bagi rata-rata gaji lulusan pascasarjana adalah A$ 4.000 atau setara dengan Rp 41 juta atau 7 persen. Hal ini sebagian dijelaskan oleh fakta bahwa perempuan lulus dalam profesi yang menuntut gaji lebih rendah, tapi bahkan di bidang yang sama, sarjana wanita masih memperoleh penghasilan lebih rendah daripada laki-laki.

Mereka yang belajar kedokteran adalah yang paling mungkin mendapatkan pekerjaan setelah lulus hampir 98 persen. Mereka yang belajar seni kreatif, perhotelan dan pelayanan pribadi, dan sains dan matematika adalah yang paling kecil kemungkinannya mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

Tidak terhubungnya studi dan pekerjaan

CEO Universitas Australia, Belinda Robinson mengatakan Pemerintah Federal telah membesar-besarkan angka-angka tersebut "sebagai bagian dari upaya untuk menerapkan kondisi baru pada pendanaan universitas".

"Pemerintah mencoba untuk membumbui penurunan 1 persen mahasiswa yang menyelesaikan kuliah mereka dalam enam tahun sebagai argumen untuk pendanaan berbasis kinerja," terang Belinda Robinson.

"Namun tingkat kelulusan sembilan tahun tetap stabil," ujarnya.

Belinda Robinson mengatakan selama beberapa dekade terakhir, banyak perguruan tinggi telah mendaftarkan sejumlah mahasiswa dari latar belakang yang kurang beruntung.

"Mahasiswa berusia dewasa dan paruh waktu mungkin perlu waktu lebih lama menyelesaikan kuliah. Sebab banyak dari mereka yang harus bergantian waktunya antara sekolah dan pekerjaan penuh waktu, sebagai orangtua dan tanggung jawab merawat anggota keluarga," jelasnya.

Menteri Pendidikan Simon Birmingham mengatakan sangat mengkhawatirkan melihat satu dari empat lulusan mengaku kuliah mereka tidak relevan dengan pasar kerja.

"Sebagian besar mahasiswa melakukan studi lebih lanjut untuk memperbaiki prospek mendapatkan pekerjaan. Namun angka-angka ini jelas menunjukkan keterputusan antara beberapa program studi perguruan tinggi dengan pasar kerja," pungkas Simon Birmingham.

See Also

Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
Amerika Serikat Akan Memulai Rencana Pemindahan Kedutaan Besarnya
Yordania Tolak Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Warga Korea Utara Gelar Perayaan Massal Uji Coba Rudal Hwasong 15
Mantan Penasihat Keamanan Presiden AS Didakwa Bohongi FBI Terkait Rusia
Militer Suriah Tembakkan Rudal Ke Jet Tempur Israel
Badai Hujan Dan Petir Berlanjut Di Melbourne
Warga AS Dipenjara Seumur Hidup Atas Pembunuhan Wanita Jepang
Kaisar Jepang Akihito Akan Turun Takhta 30 April 2019
Taliban Serang Kampus Di Pakistan
Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi Yaman
Agnez Mo Raih Penghargaan Di MAMA 2017 Vietnam
Tidak Ada Korban WNI Di Teror Masjid Sinai
Pola Teroris Bunuhi Jemaah Salat Jumat Di Sinai
Korban Bom Masjid Di Sinai Bertambah Jadi 305 Orang
Serangan Udara Mesir Tewaskan Teroris Penyerang Masjid Sinai
Perlintasan Perbatasan Mesir-Gaza Batal Dibuka
Penembakan Pada Hari Thanksgiving Di Houston
Mesir Buru Pelaku Teror Di Masjid Sinai
Milisi Serang Masjid Di Mesir
Kuba Kompak Dengan Korea Utara
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.006.147 Since: 07.04.14 | 0.6731 sec